Berapa Tekanan Darah yang Masih Dianggap Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda melakukan cek kesehatan, biasanya dokter akan mengukur tekanan darah Anda. Pada beberapa orang dengan masalah kesehatan tertentu, tekanan darah harus terkendali. Maksudnya, berada di batas normal. Namun, tahukah Anda berapa tekanan darah (tensi) yang normal? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Berapa tekanan darah (tensi) yang normal?

tensimeter atau alat pengukur tekanan darah

Tekanan darah adalah ukuran kekuatan yang digunakan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Artinya,  tekanan darah berkaitan erat dengan kondisi kesehatan jantung Anda, sehingga ketika Anda mengecek kesehatan tubuh, tekanan darah Anda juga akan diukur.

Menurut klasifikasi dari American Heart Association, tekanan darah yang normal pada seseorang berkisar di bawah angka 120/80 mm Hg.

Angka 120 menunjukkan tingkat tekanan saat jantung sedang memompa darah. Jantung memompa darah untuk dialirkan ke seluruh bagian tubuh. Angka 120, atau angka atas tekanan darah disebut sebagai angka sistolik.

Sedangkan pada angka 80, atau angka bawah tekanan darah, itu disebut sebagai angka diastolik. Arti angka ini adalah jantung sedang istirahat sebentar untuk memompa darah.

Tekanan darah tidak selamanya stabil atau menetap di angka yang itu-itu saja. Angka ini bisa melonjak naik atau menurun, tergantung pada apa yang sedang Anda lakukan, rasakan atau kondisi kesehatan saat itu.

Selain normal, tekanan darah juga dikategorikan menjadi beberapa kelompok, yakni:

  • Tekanan darah rendah. Tensi darah berada di bawah angka normal yaitu sekitar 90/60 mm Hg atau lebih rendah.
  • Tekanan darah tinggi. Tensi darah berkisar antara 120-129 sistolik dan diastolik kurang dari 80 mm Hg. Orang dengan tekanan darah ini, harus mengontrol gaya hidupnya agar tidak menjadi hipertensi (kondisi tekanan darah tinggi).
  • Hipertensi stadium 1. Pada kondisi ini, tensi darah berkisar antara 130-139 sistolik atau diastolik 80-89 mm Hg. Dokter biasanya akan merekomendasikan perubahan gaya hidup dan mungkin meresepkan obat penurun tekanan darah, untuk menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Hipertensi stadium 2. Tensi darah berkisar 140/90 mm Hg atau lebih tinggi. Pada kondisi ini, dokter akan meresepkan kombinasi obat penurun tekanan darah tinggi dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
  • Krisis hipertensi. Tensi darah ini tiba-tiba melebihi 180/120 mm Hg, setelah dilakukan dua kali pemeriksaan dengan jeda 5 menit. Biasanya, kondisi ini juga diikuti dengan gejala nyeri dada, sesak napas, sakit punggung, dan lemas sehingga membutuhkan perawatan dokter segera.

Hal/kondisi yang memengaruhi tekanan darah normal

penyakit jantung sakit jantung

Meningkat atau menurunnya tekanan darah kadang tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, kebanyakan orang mengalami perubahan tekanan darah dari angka normal disebabkan oleh pola makan, gaya hidup, dan kondisi medis yang dimiliki.

Perubahan tekanan darah karena gaya hidup dan pola makan

Meningkatnya tekanan darah bisa terjadi karena Anda minum alkohol terlalu banyak, punya kebiasaan merokok, atau terlalu berlebihan makan makanan tinggi garam tapi rendah kalium.

Selain itu, jarang olahraga dan memiliki kelebihan berat badan juga bisa meningkatkan tekanan darah normal. Sementara, turunnya tekanan darah biasanya dikarenakan tidak makan dalam waktu yang lama atau terlalu lama berbaring (tidak aktif bergerak).

Perlu diketahui bahwa normalnya, tekanan darah akan menurun dengan sendirinya di waktu malam dan melonjak naik di pagi hari.

Perubahan tekanan darah karena kondisi atau masalah kesehatan tertentu

Pada kasus yang jarang, beberapa kondisi atau penyakit tertentu bisa memengaruhi kadar gula darah normal, di antaranya:

  • Mengalami stres yang mungkin menyita pikiran Anda, terutama dalam jangka panjang.
  • Sudah berusia di atas 64-65 tahun, baik pada pria maupun wanita.
  • Memiliki penyakit jantung, seperti bradikardia (detak jantung yang sangat rendah), serangan jantung, penyakit katup jantung, atau gagal jantung bisa membuat tekanan darah rendah.
  • Penggunaan obat-obatan seperti pil KB, obat flu, dan obat pereda nyeri tanpa resep dokter bisa meningkatkan tekanan darah. Sementara, tekanan darah bisa menurun ketika Anda menggunakan antidepresan, obat untuk disfungsi ereksi, dan obat penyakit Parkinson.
  • Memiliki penyakit diabetes, sleep apnea (gangguan tidur), masalah ginjal dan kelenjar tiroid, kelainan pembuluh darah juga bisa menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi. Pada orang yang memiliki anemia, masalah endokrin, septikemia (keracunan bakteri dalam darah), reaksi alergi terhadap penicilin, serta kekurangan vitamin B12 dan asam folat cenderung mengalami tekanan darah rendah.
  • Ibu hamil yang sedang memasuki usia kehamilan di minggu ke-24 juga rentan mengalami tekanan darah rendah.

Tekanan darah normal (tensi) berdasarkan usia

hipertensi pada anak

Angka normal tensi pada setiap orang berbeda-beda. Salah faktornya adalah usia. Berikut ini adalah batas tekanan darah normal berdasarkan usia seseorang.

Tekanan darah normal pada orang dewasa

Untuk semua orang dewasa, tanpa memandang usia, tekanan darah berdasarkan usia dewasa yang dianggap normal berkisar 120/80 mm Hg. Jika tekanan darah tidak berada pada batas tersebut, kemungkinan ada aktivitas, gaya hidup, atau masalah kesehatan tertentu yang dimiliki.

Tekanan darah normal pada anak

Anak-anak cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah ketimbang orang dewasa. Jadi, ini menunjukkan semakin muda usia seseorang, tekanan darah yang dimilikinya juga semakin rendah. Pada anak, tekanan darah normalnya berkisar antara:

  • Pada bayi yang baru lahir, angka sistolik sekitar 60-90 dan angka diastoliknya 20-60 mm Hg.
  • Pada bayi, angka sistoliknya sekitar 87-105 dan angka diastoliknya 53-66 mm Hg.
  • Pada bayi usia 1 hingga 3 tahun, angka sistoliknya sekitar 95-105 dan angka diastoliknya 53-66 mm Hg.
  • Pada anak usia 3 sampai 7 tahun, angka sistoliknya sekitar 95-110 dan angka doastoliknya 56-70 mm Hg.
  • Pada anak usia sekolah, angka sistoliknya 97-112 dan angka diastoliknya 57-71 mm Hg.
  • Pada anak remaja, angka sistoliknya 112-128 dan angka diastoliknya 66-80 mm Hg.

Tekanan darah normal pada lansia

Pada 2017, pedoman terbaru dari American Heart Association dan organisasi kesehatan lainnya menurunkan angka untuk diagnosis tekanan darah tinggi menjadi 130/80 mm Hg untuk segala usia.

Semakin bertambahnya usia, tekanan darah cenderung menjadi naik. Itulah sebabnya, pada lansia mungkin tekanan darahnya melebihi batas angka tekanan darah normal orang dewasa. Dengan catatan, tekanan darahnya tidak melebihi batas 130/80 mm Hg dan perlu menerapkan gaya hidup yang sehat.

Tekanan darah normal pada ibu hamil

Pedoman tekanan darah normal untuk ibu hamil sama seperti orang lain pada umumnya, yakni di bawah  120/80 mm Hg. Jika angkanya melebihi batasan tersebut saat kehamilan belum memasuki 20 minggu, kemungkinan ibu hamil mengalami hipertensi.

Cara mengukur tekanan darah

alat pengukur tekanan darah digital

Pada lansia dan orang yang memiliki masalah kesehatan yang memengaruhi tekanan darah normal, cek tensi darah harus dilakukan secara rutin. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya hipertensi yang umumnya tidak menimbulkan gejala dan menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal agar tubuh selalu sehat.

Mengukur tekanan darah bisa dilakukan di klinik, puskesmas, rumah sakit, bahkan di rumah. Nah, langkah-langkah tes tekanan darah di rumah yang perlu Anda perhatikan meliputi:

  • Sebelum mengecek tekanan darah, hindari konsumsi minuman berkafein dan olahraga dalam 30 menit sebelumnya. Cobalah untuk merelaksasikan tubuh selama 5 menit dan tenangkan pikiran.
  • Duduklah di kursi dengan punggung tegak dengan telapak kaki lurus ke bawah, tidak boleh disilangkan. Tempatkan lengan Anda di atas permukaan yang datar setinggi jantung Anda. Gunakan manset pengukur dan pastikan dilekatkan di atas lekukan siku.
  • Lakukan pengecekan tekanan darah secara berulang, misalnya 2 kali dengan jeda waktu 1-5 menit. Anda bisa lakukan tes tekanan darah pada dua sisi lengan tangan. Pasalnya, tekanan darah lengan kanan dengan lengan kiri bisa berbeda dan ini menjadi tanda akan terjadi serangan jantung.
  • Anda bisa mengukur tekanan darah secara rutin dan mandri ini di waktu yang sama, seperti pagi dan sore hari. Biasanya, pengecekan tekanan darah rutin dilakukan 2 minggu setelah menjalani perubahan pengobatan atau selama seminggu sebelum cek kesehatan ke dokter terutama Anda yang punya kondisi kesehatan tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Setelah mengalami stroke, Anda mungkin akan menderita atrofi atau kelemahan otot wajah, lengan, atau kaki. Ketahui cara mengatasi atrofi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri atau sakit punggung

Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit