Cacar api/dompo/cacar ular (herpes zoster) sering dianggap sebagai ruam kulit biasa, padahal dapat menimbulkan nyeri berat dan komplikasi yang membebani kualitas hidup.1
Sebanyak 9 dari 10* orang dewasa sudah membawa virus ini di dalam tubuh dan dapat terserang saat imun tubuh melemah.1
Risiko meningkat seiring bertambahnya usia atau penurunan daya tahan tubuh, terutama pada orang ≥50 tahun dan mereka dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular (jantung), penyakit ginjal kronis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, atau gangguan imun.1,2
Diskusikan dengan dokter mengenai pencegahan cacar api termasuk vaksinasi.
*Data di Amerika Serikat. Mungkin tidak mewakili data global.1

Cacar api identik dengan ruam melepuh yang menyakitkan yang berada pada satu sisi tubuh.1,3
Penyakit ini terjadi saat seseorang mengalami infeksi akibat reaktivasi virus varicella zoster. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tidak benar-benar hilang, melainkan menetap di dalam tubuh, tepatnya di ganglia saraf sensorik.1,3
Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, virus dapat aktif kembali dan menyebabkan cacar api. Penyakit ini umumnya ditandai dengan munculnya ruam lepuh yang terasa nyeri pada dada, perut, punggung, sekitar mata atau wajah.1,3
Rasa sakit cacar api seperti terbakar, gatal, kebas, atau nyeri seperti tertusuk. Pada sebagian orang, rasa nyeri dapat muncul sebelum ruam terlihat jelas.1,3
Mengapa pasien dengan penyakit kronis perlu lebih waspada?
Orang dengan penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal kronis) lebih rentan untuk terkena cacar api.2
Di antara kelompok tersebut, orang dengan diabetes berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi nyeri saraf jangka panjang (postherpetic neuralgia).
Oleh karena itu, cacar api dapat meningkatkan beban bagi pasien dengan penyakit kronis.1,2,4
Bahaya cacar api, bukan sekadar ruam
Cacar api bukan sekedar masalah kulit. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri yang tak tertahankan dan komplikasi jangka panjang pada saraf hingga memperberat aktivitas sehari- hari.1
Nyeri cacar api menimbulkan keluhan yang signifikan seperti berikut.1,5
- Nyeri hebat yang sering digambarkan seperti terbakar atau tersetrum.
- Sensasi kesemutan atau mati rasa.
- Rasa sakit yang bisa terasa lebih intens dibandingkan nyeri melahirkan.
Berikut adalah beberapa komplikasi cacar api yang dapat terjadi.1
- Postherpetic neuralgia (PHN): nyeri saraf jangka panjang yang dapat menetap berbulan-bulan.
- Gangguan penglihatan hingga kebutaan (herpes zoster ophtalmicus).
- Kelumpuhan wajah atau sindrom Ramsay Hunt.
Siapa yang lebih berisiko mengalami cacar api?
Setiap orang yang pernah terkena cacar air memiliki risiko mengalami cacar api di kemudian hari. Sebanyak 1 dari 3 orang* akan terkena cacar api di dalam masa hidupnya.6
Risiko untuk terkena cacar api meningkat pada orang-orang yang:1,2
- berusia di atas 50+,
- memiliki penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal kronis,
- mengalami stres, dan
- memiliki kondisi imun yang lemah.
Sebuah survei global menunjukkan sebanyak 78% responden* khawatir cacar api dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi sebanyak 54%* belum pernah membicarakannya dengan tenaga kesehatan.8
*Survei didanai oleh GSK, dilakukan secara online oleh Human8 pada rentang waktu 30 Sep – 30 Okt 2025, dan dilakukan di 10 negara: Jepang, Tiongkok, Australia, Jerman, Polandia, Prancis, Uni Emirat Arab, India, Kanada, dan Austria. Survei melibatkan 6.103 orang dewasa yang hidup dengan kondisi kesehatan kronis, termasuk penyakit kardiovaskular (CVD), penyakit ginjal kronis (CKD), diabetes (tipe 1 atau tipe 2), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, dan kondisi lain yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.8
Saya kira hipertensi hanya masalah tekanan darah saja. Gak nyangka bisa meningkatkan risiko saya terkena cacar api. Saya pikir ini hanya penyakit kulit biasa, gak nyangka rasa sakit paling buruk yang pernah saya alami. Harusnya saya gak meremehkan cacar api! – Ibu Lemesti, Penyintas Cacar Api
*Data di Amerika Serikat. Mungkin tidak mewakili data global.6
Dampak cacar api pada keseharian
Cacar api dapat berdampak buruk pada beberapa aspek keseharian, misalnya dengan cara:7
- mengganggu aktivitas harian dan kemampuan melakukan perawatan diri (self-care),
- menurunkan mobilitas dan kemandirian dalam beraktivitas,
- menyebabkan gangguan tidur akibat nyeri, dan
- menurunkan kebahagiaan dalam beraktivitas, termasuk membuat penderitanya melewatkan momen bersama keluarga dan lingkungan sosial.
Sebanyak 65% pasien harus cuti kerja karena nyeri cacar api dan 48% merasa sulit berkonsentrasi*.
*Survei luaran yang dilaporkan pasien (patient-reported outcomes) di Jerman mengidentifikasi pasien berusia ≥50 tahun dengan nyeri akibat herpes zoster yang didiagnosis dalam 5 tahun terakhir, dengan total 280 pasien. Di antara 39% responden yang bekerja saat terkena HZ/PHN, 65% melaporkan absen dari pekerjaan karena penyakit mereka, sementara 48% melaporkan tidak mampu berkonsentrasi.7
Bagaimana cara membantu mencegah cacar api?
Pencegahan cacar api dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu:9,10,11
- menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat,
- menghindari stres berlebihan, dan
- melakukan vaksinasi cacar api, terutama bagi kelompok berisiko seperti orang berusia di atas 50 tahun, penyandang diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal kronis.
Diskusikan dengan dokter Anda mengenai pencegahan cacar api, termasuk vaksinasi. Cegah cacar api tanpa tapi sebelum terlambat.
Mitos vs fakta mengenai cacar api
Mitos
| Fakta |
| Jika ruam cacar melingkar, pasien akan meninggal | Ruam cacar api hanya muncul pada satu sisi tubuh. Angka kematian karena cacar api rendah.1,6 |
| Jika sudah pernah terkena cacar api, tidak akan terkena lagi | Ya, seseorang dapat mengalami cacar api lebih dari satu kali. Hal ini lebih mungkin terjadi jika sistem kekebalan tubuh sedang melemah.12 |
| Cacar api sama dengan dompo, cacar ular, dan herpes zoster | Ya. Cacar api, dompo, cacar ular, dan herpes zoster adalah nama lain untuk penyakit yang sama.13 |
| Cacar api terjadi karena sering berganti pasangan. | Cacar api buka penyakit menular seksual, melainkan reaktivasi virus yang dulu pernah menyebabkan cacar air yang bangkit lagi saat imun tubuh melemah.1 |
Diskusikan dengan dokter Anda tentang pencegahan cacar api, termasuk vaksinasi.
Artikel ini merupakan bagian dari edukasi kesehatan #inPartnershipwithGSK.