home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Beragam Obat untuk Redakan Nyeri dan Demam Akibat Chikungunya

Beragam Obat untuk Redakan Nyeri dan Demam Akibat Chikungunya

Penyakit chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya. Infeksi virus ini dapat membuat penderitanya mengalami demam dan nyeri sendi hebat. Bahkan, beberapa orang sampai harus meringkuk atau membungkuk demi menahan sakit. Lantas, adakah obat chikungunya yang ampuh meredakan gejalanya? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Kenali gejala-gejala penyakit chikungunya

Chikungunya adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk berjenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Sejak tahun 2004, penyakit ini telah tersebar luas di lebih dari 60 negara, termasuk negara-negara di Asia.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan bahwa gejala chikungunya yang paling khas adalah demam dan nyeri sendi, terutama pada lutut, pergelangan tangan, jari kaki, hingga tulang belakang. Nyeri sendi yang teramat parah ini sering kali membuat penderitanya sampai kesulitan bergerak, sehingga penyakit ini juga memiliki sebutan “flu tulang”.

Kulit penderita juga akan terlihat kemerahan atau ruam, lalu muncul sakit kepala, mual, muntah, dan diare dalam beberapa kasus.

Meski gejalanya mirip seperti gejala demam berdarah, penyakit chikungunya cenderung tidak berbahaya atau mengancam jiwa. Demam akibat chikungunya biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu minggu, namun penyembuhan nyeri sendi berlangsung cukup lama hingga berbulan-bulan.

Pilihan obat untuk mengatasi chikungunya

minum antibiotik

Chikungunya biasanya akan didiagnosis oleh dokter berdasarkan gejala-gejala yang Anda alami, serta apakah Anda baru saja pulang dari tempat dengan angka kejadian penyakit yang tinggi. Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes tambahan untuk memastikan diagnosis, seperti tes darah.

Namun, sebenarnya tidak ada obat chikungunya khusus yang bisa mengobati penyakit ini hingga tuntas. Obat-obatan yang biasa diberikan untuk pasien chikungunya hanya berfungsi untuk meredakan gejalanya dan mempercepat proses pemulihan.

Untuk meringankan nyeri sendi dan demam chikungunya pada pasien, dokter biasanya akan memberikan obat:

1. Naproxen

Begitu gejala demam chikungunya mulai terasa menghambat hari-hari Anda, segera minum obat naproxen. Naproxen bekerja dengan menghalangi produksi prostaglandin, yaitu zat dalam tubuh yang memicu rasa sakit dan peradangan.

Setelah minum obat naproxen, gejala nyeri sendi dan demam chikungunya akan berkurang dalam beberapa hari. Pastikan Anda mengonsumsi obat chikungunya ini sesuai dosis yang dianjurkan, ya.

2. Ibuprofen

Ibuprofen sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit, bengkak, atau peradangan akibat berbagai penyakit. Salah satunya karena penyakit chikungunya.

Sama seperti naproxen, minum ibuprofen dapat menurunkan demam serta menghilangkan nyeri sendi akibat chikungunya. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, maupun cairan infus yang khusus diberikan untuk kondisi tertentu.

3. Paracetamol

Sama seperti ibuprofen, paracetamol juga dapat meringankan demam akibat chikungunya. Cara kerjanya pun sama, yaitu menghambat produksi prostaglandin yang memicu rasa sakit dan peradangan dalam tubuh. Namun bedanya, efek samping paracetamol cenderung lebih ringan karena tidak menyebabkan asam lambung naik maupun sakit perut.

Perlu dicatat bahwa Anda wajib menghindari minum aspirin atau obat antiradang non-steroid (NSAID) lainnya untuk mengobati demam chikungunya. Pasalnya, dua jenis obat tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan, apalagi jika diminum tanpa pengawasan dokter.

Obat-obatan untuk chikungunya di atas memang bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotik. Namun, sebaiknya konsumsi obat-obatan di atas sesuai dengan resep dokter. Terlebih lagi jika Anda memiliki kondisi medis lain yang sudah ada selain chikungunya.

Bisakah chikungunya diatasi dengan vaksin?

Lantas, mungkinkah penyakit chikungunya diobati dengan vaksin? Sayangnya, saat ini belum ada vaksin yang terbukti 100% ampuh melindungi tubuh dari infeksi virus chikungunya.

Namun, sebuah penelitian dari The Journal of the American Medical Association tengah melakukan uji coba efek vaksin chikungunya. Hasil penelitian tersebut memang cukup menjanjikan dan membawa risiko efek samping yang minim. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan tingkat keberhasilannya.

Maka itu, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala chikungunya. Terlebih bila Anda baru saja bepergian ke daerah yang terdapat wabah chikungunya, maka risiko Anda terkena penyakit ini akan semakin besar.

Cara mengatasi gejala chikungunya selain dengan obat

memilih obat nyamuk yang aman dan efektif

Obat-obatan chikungunya tentunya tidak akan bekerja secara maksimal mengatasi gejala-gejala jika tidak dibarengi dengan perubahan gaya hidup Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda beristirahat total supaya demam cepat mereda dan nyeri sendi tidak semakin parah.

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti tips-tips di bawah ini untuk membantu meringankan gejala chikungunya:

1. Mencoba pengobatan alami dari rempah-rempah

Selain dengan obat medis, Anda bisa menjajal pengobatan tradisional untuk mengatasi gejala chikungunya. Bahan herbal yang dapat Anda manfaatkan untuk obat chikungunya adalah bumbu dapur seperti kunyit dan jahe.

Sebuah artikel dari jurnal Frontiers in Nutrition menujukkan bahwa kunyit dan jahe dapat membantu mengurangi gejala rheumatoid arthritis, suatu penyakit autoimun yang menyerang sendi.

Memang belum ada penelitian yang membuktikan efek rempah-rempah tersebut pada chikungunya. Namun, tidak ada salahnya mencoba kunyit dan jahe untuk meredakan rasa nyeri di sendi akibat chikungunya.

Anda bisa minum rebusan jahe dan kunyit, atau mencampurkannya dengan makanan dan minuman lain.

2. Menghindari gigitan nyamuk

Untuk sementara waktu, hindari pergi ke luar rumah untuk mencegah gigitan nyamuk. Lindungi diri Anda dari gigitan nyamuk dengan memasang kelambu, menanam tanaman pengusir nyamuk, atau mengoleskan obat antinyamuk secara rutin.

Yang tak kalah penting, lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan tindakan 3M plus, yaitu:

  • Menutup bak penampungan air
  • Menguras tempat penampungan air
  • Mengubur barang bekas
  • “plus” memakai obat oles anti nyamuk dan pasang kelambu, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is Chikungunya Fever, and Should I Be Worried? – Mayo Clinic. (2018). Retrieved December 3, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/what-is-chikungunya-fever/faq-20109686

Chikungunya Virus: Symptoms & Treatment – CDC. (2019). Retrieved December 3, 2020, from https://www.cdc.gov/chikungunya/symptoms/index.html

Chikungunya – WHO. (2020). Retrieved December 3, 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chikungunya

Upaya Pencegahan DBD dengan 3M Plus – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Retrieved December 3, 2020, from https://promkes.kemkes.go.id/upaya-pencegahan-dbd-dengan-3m-plus

Naproxen – MedlinePlus. (2020). Retrieved December 3, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681029.html

Acetaminophen – MedlinePlus. (2020). Retrieved December 3, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html

Ibuprofen – MedlinePlus. (2020). Retrieved December 3, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html

Experimental Chikungunya Vaccine is Safe and Well-Tolerated in Early Trial – National Institute of Allergy and Infectious Diseases. (2020). Retrieved December 3, 2020, from https://www.niaid.nih.gov/news-events/experimental-chikungunya-vaccine-safe-and-well-tolerated-early-trial

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 10/02/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x