Kriptokokosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi kriptokokosis

Kriptokokosis atau cryptococcosis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans. Infeksi dapat menyebar ke manusia melalui kontak dengan kotoran hewan atau buah mentah yang tidak dicuci.

Selain itu, infeksi ini juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Orang yang memiliki sistem imun lemah, seperti pengidap HIV, berisiko tinggi untuk tertular infeksi ini.

Kriptokokosis adalah infeksi yang dapat muncul dalam berbagai bentuk, tergantung pada bagaimana infeksi diperoleh. Dalam kebanyakan kasus, infeksi dimulai di paru-paru dan kemudian menyebar ke otak, saluran kemih, kulit, atau tulang.

Seberapa umumkah kriptokokosis?

Kriptokokosis adalah salah satu infeksi yang sangat jarang terjadi pada orang yang sehat.

Sebagian besar kasus infeksi ini terjadi pada orang yang memiliki sistem imun lemah, terutama mereka yang sudah terkena HIV/AIDS lanjutan.

Menurut situs pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat atau CDC, diperkirakan terdapat 220.000 kasus kriptokokosis pada pasien dengan HIV/AIDS di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai sekitar 181.000.

Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena kondisi ini apabila menghindari faktor berisiko. Mohon diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala kriptokokosis

Orang yang sehat biasanya tidak akan mengalami gejala apapun ketika terinfeksi penyakit ini. Infeksi dapat menyebar ke otak pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala neurologis (saraf) akan mulai timbul secara perlahan-lahan. Kebanyakan orang dengan infeksi ini mengalami pembengkakan dan iritasi pada otak dan sumsum tulang belakang ketika didiagnosis.

Gejala lain dari infeksi kriptokokosis adalah:

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tingkat keparahan dan gejala-gejala dapat berbeda pada setiap orang, maka selalu diskusikan dengan dokter tentang metode diagnosis, pengobatan, dan perawatan terbaik bagi Anda.

Penyebab kriptokokosis

Cryptococcus neoformans adalah jamur yang menyebabkan penyakit ini. Jamur ini biasanya banyak ditemukan di dalam tanah.

Jika Anda secara tidak sengaja menghirup jamur tersebut, paru-paru Anda akan terinfeksi. Infeksi dapat hilang dengan sendirinya, berdiam pada paru-paru, atau menyebar ke seluruh tubuh.

Namun, umumnya jamur Cryptococcus neoformans tidak akan berbahaya jika terhirup oleh orang dengan kondisi kesehatan yang sehat secara keseluruhan. Menghirup jamu C. neoformans bisa berisiko mengancam nyawa pada orang dengan sistem imun lemah, misalnya orang dengan HIV/AIDS.

Faktor-faktor risiko kriptokokosis

Hampir semua orang bisa terserang penyakit kriptokokosis. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terinfeksi jamur C. neoformans.

Infeksi ini paling sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti:

  • Terinfeksi HIV
  • Mengonsumsi dosis tinggi pengobatan kortikosteroid
  • Menjalani pengobatan kemoterapi untuk kanker
  • Mengidap penyakit Hodgkin

Tidak adanya risiko tidak berarti Anda bebas dari kemungkinan terpapar gangguan. Ciri dan gejala yang dituliskan hanya untuk referensi. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi kriptokokosis

Pada beberapa kasus, kriptokokosis berpotensi menimbulkan komplikasi kesehatan, terutama jika yang terinfeksi adalah orang-orang dengan sistem imun tubuh yang buruk.

Salah satu komplikasi yang umum ditemukan adalah meningitis, atau peradangan pada selaput yang melapisi otak dan saraf tulang belakang.

Apabila terlambat ditangani, meningitis kriptokokosis berisiko menyebabkan gejala-gejala yang lebih serius, seperti:

  • Penumpukan cairan di dalam otak
  • Koma
  • Kehilangan pendengaran
  • Kejang

Selain itu, pengobatan kriptokokosis jangka panjang dengan obat amphotericin B  juga berpotensi membawa komplikasi serius, yang meliputi:

  • Kerusakan ginjal
  • Nyeri otot dan sendi
  • Demam
  • Mual dan muntah

Diagnosis dan pengobatan kriptokokosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Dalam proses diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan gejala-gejala yang Anda alami, serta riwayat perjalanan Anda. Berikut adalah tanda-tanda yang akan dijadikan acuan dokter untuk mendiagnosis penyakit:

  • Suara napas yang tidak normal
  • Detak jantung yang cepat
  • Demam
  • Kondisi mental berubah
  • Leher kaku

Ketika dokter mulai mencurigai adanya kriptokokosis, Anda akan diminta untuk menjalani pemeriksaan medis tambahan yang biasanya meliputi:

  • Pemeriksaan darah
  • CT scan kepala
  • Pemeriksaan dan pembiakan dahak
  • Biopsi paru
  • Bronkoskopi
  • Pungsi lumbal untuk mendapatkan sampel cairan cerebrospinal (CSF)
  • Pemeriksaan kondisi cairan serebrospinal (CSF) dan tes lainnya untuk memeriksa tanda-tanda infeksi
  • X-ray dada
  • Tes antigen kriptokokus (mencari molekul tertentu yang menyebabkan jamur Cryptococcus neoformans dapat masuk ke dalam darah)

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kriptokokosis?

Beberapa infeksi tidak memerlukan pengobatan. Meski begitu, Anda perlu melakukan pemeriksaan rutin selama setahun penuh untuk memastikan infeksi belum menyebar.

Jika ada luka pada paru-paru atau tersebarnya penyakit, biasanya obat antijamur akan diresepkan. Obat ini mungkin perlu dikonsumsi untuk waktu yang lama.

Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi kriptokokosis adalah:

Pencegahan kriptokokosis

Beberapa perubahan gaya hidup sehat yang mungkin dapat membantu Anda mencegah infeksi kriptokokosis adalah:

  • Hindari kontak dengan area yang tercemar jamur terutama jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh lemah
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh sebaik mungkin, misalnya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi.
  • Bila Anda pernah terkena kriptokokosis sebelumnya, selalu ikuti jadwal konsultasi dengan dokter agar penyakit tak kambuh lagi di lain waktu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Tak hanya memicu batuk-batuk, menghirup debu saat Anda bernapas juga bisa menimbulkan dua kondisi kesehatan berikut ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Asma, Kesehatan Pernapasan 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Gastritis (Radang Lambung)

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 13 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Meningioma

Meningioma adalah tumor otak. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahpenyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Pes

Penyakit pes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Y. pestis. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berakibat pada kematian.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 6 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
cantengan (ingrown toenail, onychocryptosis)

Cantengan (Ingrown Toenail, Onychocryptosis)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
jamur kuku tinea unguium

Jamur Kuku (Tinea Unguium)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
penyebab jamur kuku

Berbagai Penyebab Jamur pada Kuku yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit