Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memasuki musim penghujan, sistem imun tubuh akan menurun dan membuat Anda rentan terhadap berbagai penyakit. Salah satu yang mesti diwaspadai di musim hujan seperti ini adalah penyakit leptospirosis.

Anda harus menyiapkan berbagai amunisi supaya kondisi tubuh tetap fit dan prima. Namun, bagaimana jika gejala leptospirosis telanjur muncul dan mengganggu aktivitas? Bagaimana cara mengobatinya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Apa saja gejala leptospirosis?

gejala leptospirosis

Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang sering muncul saat musim hujan. Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang menyerang hewan dan manusia.

Leptospirosis ditularkan ke manusia melalui kontak dengan air, tanah, atau lumpur yang terkontaminasi oleh urin tikus yang terinfeksi leptospira. Namun, infeksi ini tidak bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain, jadi hanya bisa ditularkan oleh hewan yang terinfeksi saja.

Gejala leptospirosis ini biasanya muncul secara tiba-tiba, sekitar 5 sampai 14 hari setelah tubuh terinfeksi. Ketika bakteri leptospira berhasil masuk ke dalam tubuh, Anda akan mengalami berbagai gejala leptospirosis yang meliputi:

  • Demam dan menggigil
  • Batuk
  • Diare, muntah, atau keduanya
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot, terutama di bagian punggung dan betis
  • Ruam pada kulit
  • Mata merah dan iritasi
  • Penyakit kuning

Pilihan obat untuk meringankan gejala leptospirosis

tubuh sudah kebal antibiotik

Kebanyakan kasus leptospirosis yang ada di Indonesia termasuk leptospirosis ringan. Gejala leptospirosis ringan biasanya dapat diobati dengan pemberian antibiotik, seperti doxycycline atau penicillin, untuk meredakan gejalanya.

Jika Anda mengalami nyeri otot dan demam terus-terusan, dokter mungkin juga akan memberikan ibuprofen yang harus diminum rutin. Dengan obat-obatan ini, gejala leptospirosis biasanya akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu kurang lebih satu minggu.

Akan tetapi, gejala leptospirosis yang tidak segera ditangani juga bisa berkembang menjadi parah, lho. Infeksi bakteri leptospira dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan memicu gagal ginjal, gagal hati, gangguan pernapasan, hingga meningitis.

Semua penanganan yang diberikan dokter tergantung dari organ mana yang terinfeksi. Jika bakteri leptospira sudah menginfeksi sistem pernapasan, pasien mungkin akan diberikan ventilator untuk membantu pernapasannya.

Sedangkan jika memengaruhi ginjal, pasien mungkin memerlukan dialisis alias cuci darah supaya fungsi ginjalnya tetap normal. Secara umum, pasien leptospirosis dianjurkan untuk rawat inap selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan, tergantung dari keparahan gejalanya.

Bisakah gejala leptospirosis diatasi secara alami?

sandal jepit

Tentu saja, ada beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala leptospirosis. Untuk mencegah infeksi leptospirosis semakin parah, lakukan cara-cara berikut ini:

1. Perhatikan air minum Anda

Pastikan air minum yang ada di rumah Anda benar-benar bersih dan tidak terkontaminasi. Atau, pilihlah air minum kemasan yang masih disegel dengan baik untuk menjamin kebersihannya.

Bukan hal yang tidak mungkin jika air putih yang Anda minum akan terkontaminasi oleh bakteri leptospira. Ada baiknya, rebus air terlebih dahulu dan taruhlah di teko atau wadah tertutup lainnya sebelum diminum.

2. Pakai alas kaki

Selalu gunakan alas kaki yang bersih, entah itu sandal atau sepatu, saat ke luar rumah. Terlebih saat musim hujan, Anda tentu akan menemukan banyak genangan air di sepanjang jalan.

Hati-hati, genangan air tersebut bisa jadi telah tercampur dengan urine tikus atau hewan lainnya yang terinfeksi bakteri leptospira. Setelah ke luar rumah, segera cuci kaki dengan bersih untuk mencegah infeksi leptospirosis.

3. Obati luka terbuka

Bakteri leptospira akan sangat mudah masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Jika Anda punya luka terbuka pada bagian tubuh tertentu, segera tutup dengan plester atau obati hingga benar-benar sembuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pentingnya Ventilasi Udara yang Baik di Dalam Rumah untuk Kesehatan

Setiap rumah dan gedung wajib punya sistem ventilasi yang baik. Sebab, ventilasi udara yang baik bermanfaat bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Berbeda dengan menstruasi, flek darah biasanya berwarna gelap dan hanya berupa sedikit noda. Apakah ini sesuatu yang berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Wanita, Menstruasi 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

Anemia umumnya bisa diatasi dengan mudah. Anda bisa mengonsumsi makanan penambah darah ataupun menjauhi pantangan untuk anemia. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis pijat

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
apa itu merkuri dan apa bahaya merkuri

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
leher sakit

Posisi Tidur yang Aman dan Nyaman Saat Sakit Leher

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
minuman untuk asam lambung

Jenis Minuman yang Baik dan yang Perlu Dibatasi untuk Asam Lambung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit