Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pilihan Obat Dokter, Herbal, dan Cara Alami untuk Mengobati Demam Berdarah

Pilihan Obat Dokter, Herbal, dan Cara Alami untuk Mengobati Demam Berdarah

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada sekitar 50-100 juta kasus DBD setiap tahunnya di seluruh dunia. Apabila Anda kena demam berdarah (DBD), Anda harus segera diperiksa dan diberikan obat agar tidak sampai mengalami komplikasi juga menularkannya ke orang lain.

Obat demam berdarah (DBD) selama diopname di rumah sakit

Sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang khusus dan pasti ampuh untuk mengobati demam berdarah.

Jika Anda diopname di rumah sakit, dokter biasanya akan memberikan variasi lebih dari satu jenis obat untuk meredakan gejala sekaligus mencegah kondisi Anda semakin parah.

Umumnya, metode pengobatan utama dari DBD di rumah sakit adalah dengan infus untuk menormalkan tekanan serta aliran darah.

Infus juga berfungsi untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang guna mencegah risiko dehidrasi dan syok.

Berikut adalah obat lain yang juga biasa diberikan dokter untuk menangani DBD, terlepas apakah Anda diopname atau dirawat di rumah:

1. Paracetamol

Acetaminophen (parasetamol) biasa digunakan untuk mengurangi demam serta meredakan nyeri sendi dan otot, lesu, juga tidak enak badan akibat penyakit ini.

Namun, jenis obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen, salisilat, serta golongan NSAID lainnya tidak boleh dipakai untuk mengobati demam berdarah.

Obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko perdarahan.

2. Transfusi trombosit

DBD yang dibiarkan terus dapat membuat jumlah trombosit darah semakin sedikit. Nah, untuk itu kadang diperlukan transfusi trombosit pada kasus tertentu.

Transfusi trombosit bukanlah obat, melainkan metode perawatan untuk menambah jumlah keping darah selama kena demam berdarah.

Menurut dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI yang ditemui oleh HelloSehat (29/11), tidak semua pengidap DBD perlu mendapat transfusi.

Transfusi trombosit hanya dilakukan pada pasien yang jumlah trombositnya jauh di bawah 100.000 /µl.

Selain itu, transfusi trombosit hanya dilakukan pada pasien yang mengalami gejala perdarahan berat, seperti mimisan yang tidak bisa berhenti dan buang air besar berdarah.

Bila tidak terjadi perdarahan maka transfusi trombosit tidak dibutuhkan.

Perawatan tambahan untuk membantu obat demam berdarah lebih efektif

Baik itu diopname di rumah sakit atau dirawat di rumah sendiri, biasanya dokter juga akan menyarankan Anda empat hal di bawah ini agar kerja obat DBD-nya makin efektif:

1. Minum banyak cairan

Setiap orang yang sakit DBD perlu mendapatkan banyak asupan cairan.

Tidak hanya lewat infus, tapi juga dengan banyak-banyak minum air putih, makan sayur dan buah yang banyak airnya (seperti semangka, tomat, timun, dan jeruk), hingga makan makanan yang berkuah seperti sup ayam.

Bagi orang sehat, minimal porsi air putih dalam sehari adalah delapan gelas. Namun, pasien DBD tentu saja butuh lebih banyak lagi.

Apalagi kalau sampai mengalami perdarahan atau muntah-muntah. Maka, pastikan pasien mendapatkan asupan cairan putih yang mencukupi setiap beberapa menit. Jangan tunggu sampai haus.

Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI menambahkan, obat yang paling dibutuhkan pasien DBD sebetulnya adalah cairan isotonik karena berfungsi lebih baik daripada air putih biasa.

Cairan isotonik yang mengandung elektrolit dapat mencegah kebocoran plasma darah pada pasien DBD.

Cairan wajib menjadi obat demam berdarah untuk menurunkan demam serta mencegah risiko dehidrasi dan syok.

Selain itu, nyeri otot dan sakit kepala karena dehidrasi saat DBD juga bisa diobati dengan mengonsumsi cairan yang banyak.

2. Istirahat yang cukup

Selama diresepkan obat demam berdarah, orang yang sakit wajib hukumnya untuk istirahat total alias bed rest.

Istirahat dapat membantu pemulihan jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi demam berdarah.

Jika diopname di rumah sakit, dokter dapat memberikan pasien DBD obat tertentu agar cepat mengantuk sehingga bisa istirahat sepenuhnya.

3. Makan makanan penambah trombosit

Selama masih minum obat, pengidap demam berdah tetap harus menomorsatukan kebiasaan makan sehat dan bergizi.

Khususnya dianjurkan makan makanan tertentu yang dapat membantu tubuh menormalkan atau menambah kadar trombosit darahnya. Apa saja?

Vitamin B-12

Vitamin B12 membantu menjaga sel-sel darah tetap sehat dan menyeimbangkan kadar trombosit. Maka itu kekurangan vitamin B12 dihubungkan erat dengan gejala anemia.

Anda bisa mendapatkan sumber vitamin B12 dari ati sapi dan telur. Hindari susu sapi dan produk olahannya seperti keju atau mentega.

Meski tinggi vitamin B12, susu sapi dan produk olahannya justru dapat mengganggu produksi trombosit.

Asam folat

Asam folat membantu menambah produksi sel darah saat DBD menyerang, dan bisa diperoleh dari:

  • kacang-kacangan,
  • kacang polong,
  • kacang merah, dan
  • buah jeruk.

Zat besi

Zat besi membantu tubuh Anda menghasilkan sel darah yang sehat. Anda bisa mendapatkan sumber zat besi tinggi dari makanan sehat berikut ini:

  • makanan laut seperti kerang,
  • buah labu,
  • kacang-kacangan, dan
  • daging sapi.

Vitamin C

Vitamin C bisa meningkatkan jumlah trombosit dan bisa membantunya bekerja secara maksimal saat Anda terserang demam berdarah.

Vitamin yang satu ini juga dapat dikatakan sebagai obat DBD alami karena membantu Anda melawan infeksi dan menyerap zat besi yang sama-sama dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit.

Asupan tinggi vitamin C bisa Anda peroleh dari:

  • buah mangga,
  • buah nanas,
  • brokoli,
  • paprika hijau atau merah,
  • tomat, dan
  • kembang kol.

Tidak hanya dari makanan. Anda juga bisa menambah asupan vitamin C harian lewat suplemen vitamin.

Saat terserang DBD, konsumsilah suplemen vitamin C sebanyak 500 mg selama 6-9 hari. Tanyakan lebih lanut ke dokter mengenai aturan pakainya yang lebih jelas.

4. Suplemen seng

Seng adalah mineral penting yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan merangsang pertumbuhan sel sehat.

Selain itu, seng berperan penting untuk meningkatkan jumlah interferon dalam sel darah putih untuk melawan virus penyebab DBD.

Dosis yang disarankan untuk suplemen zinc sebagai obat tambahan saat kena DBD adalah 25 mg satu kali setiap hari.

Pilihan obat demam berdarah herbal

Selain dua cara di atas, sudah menjadi hal yang lumrah bagi orang Indonesia untuk juga mencoba macam-macam obat herbal guna mengobati suatu penyakit.

Berikut adalah beberapa pilihan obat herbal yang paling populer di Indonesia untuk membantu mempercepat penyembuhan DBD:

1. Daun pepaya

Menurut kumpulan penelitian yang dirangkum dalam jurnal BMJ, ekstrak daun pepaya dapat menjadi obat demam berdarah herbal untuk meningkatkan jumlah trombosit darah.

Daun pepaya dipercaya dapat membantu menstabilkan dinding sel darah merah sehingga tidak gampang hancur saat diserang virus dengue.

Berikut adalah cara meracik daun pepaya sebagai obat DBD alami.

  • Cuci bersih 50 gram daun pepaya, kemudian keringkan.
  • Tumbuk kasar daun pepaya, kemudian larutkan dalam segelas air matang.
  • Minum air daun pepaya sebanyak 3 kali sehari.

2. Jus jambu biji

Jambu biji sudah tidak diragukan lagi pamornya sebagai obat demam berdarah alami.

Caranya potong-potong buah jambu biji segar dan buang bijinya, kemudian blender sampai halus.

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2016, jambu biji mengandung trombinol yang mampu merangsang trombopoietin di dalam tubuh.

Trombopoietin adalah zat yang dapat memicu pembentukan keping darah baru sehingga menaikkan jumlah trombosit.

Jambu biji juga mengandung berbagai jenis mineral seperti magnesium, zat besi, fosfor, dan kalsium yang membantu meningkatkan jumlah keping darah.

Fosfor juga membantu memperbaiki jaringan-jaringan di sekitar pembuluh darah yang rusak dan mengalami kebocoran.

Dalam versi jus, jambu biji akan lebih mudah dicerna. Kandungan airnya yang tinggi juga membantu mencukupi kebutuhan cairan agar Anda tidak sampai kena dehidrasi.

Selain itu, kandungan quercetin dari jambu biji dapat membantu menghentikan penyebaran virus dengue di dalam tubuh.

3. Angkak

Angkak, beras merah asal Tiongkok, bisa menjadi obat alami untuk meringankan gejala demam berdarah.

Seiring waktu, infeksi DBD dapat semakin menurunkan kadar trombosit darah sehingga kondisi tubuh mungkin memburuk.

Minum angkak sebagai obat alami untuk demam berdarah berpotensi mempercepat masa penyembuhan DBD.

Potensi manfaatnya pernah dibuktikan oleh sebuah penelitian tahun 2012 yang melaporkan suplemen ekstrak angkak meningkatkan jumlah trombosit pada tikus putih pengidap trombositopenia (kadar trombosit dalam darah rendah).

4. Daun echinacea

Menurut studi terbitan Pakistan Journal of Clinical and Biomedical Research, daun echinacea dapat membantu tubuh menghasilkan lebih banyak protein khusus dan interferon.

Kedua zat tersebut memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan serangan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Selain itu, echinacea sering dijadikan ramuan herbal untuk mengobati flu dan demam.

5. Patikan Kebo (Gulma)

Patikan kebo adalah rumput liar yang punya nama latin Euphorbia hirta dan berpotensi sebagai obat untuk demam berdarah.

Berdasarkan penelitian di Filipina, air rebusan patikan kebo bisa mengurangi pembentukan plak virus dengue stereotip 1 dan 2.

6. Daun sambiloto

Sambiloto adalah daun herbal yang jika dikonsumsi rasanya pahit, tapi sering dijadikan sebagai obat demam berdarah.

Tanaman yang punya nama latin Andrographis Paniculata ini dilaporkan dapat membasmi virus demam berdarah, menurut sebuah penelitian tahun 2016.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menguji efektivitas sambiloto sebagai obat demam berdarah alami yang ampuh tanpa efek samping.

7. Kurma

Tidak banyak yang tahu kalau kurma juga bisa dijadikan obat alami buat mengobati gejala DBD.

Kurma mengandung gula alami, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, yang terbukti mampu mengembalikan energi tubuh Anda selama masih demam.

Tidak hanya itu. Zat besi dalam kurma juga dapat menambah jumlah trombosit dalam tubuh secara alami

Kandungan asam amino dan serat pada kurma ikut membantu melancarkan pencernaan.

Jangan sembarangan menggunakan herbal sebagai obat DBD

Sebelum menggunakan obat herbal apa pun untuk mengobati demam berdarah, sebaiknya Anda konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Penggunaan obat alami dari bahan herbal bukanlah prioritas dan pengobatan satu-satunya yang ampuh menangani demam berdarah.

Beberapa herbal di atas sifatnya kebanyakan hanya membantu penyembuhan, bukan untuk mengobati.

Pemeriksaan medis dan pengobatan dokter harus dipertimbangkan untuk diutamakan.

Dokter dapat memberikan rencana pengobatan dan perawatan yang tepat sesuai dengan keparahan penyakit dan kondisi tubuh Anda saat ini.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dengue https://www.who.int/denguecontrol/faq/en/index3.html diakses pada 10 Juni 2019.

Kularatne, S. (2015). Dengue fever. BMJ, p.h4661. diakses pada 10 Juni 2019.

Berlian, G., Tandrasasmita, O. and Tjandrawinata, R. (2017). Trombinol, a bioactive fraction of Psidium guajava , stimulates thrombopoietin expression in HepG2 cells. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 7(5), pp.437-442. Diakses pada 10 Juni 2019.

Nainggolan, L., Bardosono, S. and Ibrahim Ilyas, E. (2018). The tolerability and efficacy of oral isotonic solution versus plain water in dengue patients: A randomized clinical trial. Indian Journal of Community Medicine, 43(1), p.29. Diakses pada 10 Juni 2019.

Dengue fever https://www.webmd.com/a-to-z-guides/dengue-fever-reference#2 diakses pada 10 Juni 2019.

Dengue fever symptomps and causes https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dengue-fever/symptoms-causes/syc-20353078 diakses pada 10 Juni 2019.

Dengue https://www.cdc.gov/dengue/symptoms/index.html diakses pada 10 Juni 2019.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3411372/

Nouroz, f. (2015). [online] Available at: https://www.researchgate.net/publication/288324252_Natural_and_Herbal_Remedies_for_Dengue_Prevention [Accessed 10 Jun. 2019].

Peningkatan Kadar Trombosit oleh Kapsul Monascus Powder (MP) pada Hewan Uji Tikus Putih Sprague dawley. Increase by Monascus Powder (MP) Capsule in White Mouse Sprague dawley https://repository.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/54726 diakses pada 10 Juni 2019.

TAYONE, W. (2013). Isolation and Structure Elucidation of Potential Anti-Dengue Metabolites from Tawa-tawa (Euphorbia hirta Linn.).diakses pada 12 Juni 2019

Edwin, E., Vasantha-Srinivasan, P., Senthil-Nathan, S., Thanigaivel, A., Ponsankar, A., Pradeepa, V., Selin-Rani, S., Kalaivani, K., Hunter, W., Abdel-Megeed, A., Duraipandiyan, V. and Al-Dhabi, N. (2016). Anti-dengue efficacy of bioactive andrographolide from Andrographis paniculata (Lamiales: Acanthaceae) against the primary dengue vector Aedes aegypti (Diptera: Culicidae). Acta Tropica, 163, pp.167-178. Diakses pada 12 Juni 2019.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x