Berbagai Komplikasi DBD yang Bisa Berujung Kematian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Indonesia adalah salah satu negara tropis yang menjadi habitat nyamuk demam berdarah. Oleh karena itu, demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama bagi masyarakat Indonesia. Dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, demam berdarah bisa berkembang menjadi kondisi yang membawa bahaya, bahkan menimbulkan kematian. Apa saja komplikasi dari penyakit DBD?

Berbagai bahaya dan komplikasi dari penyakit DBD

Sebelumnya, penting untuk Anda ketahui bahwa istilah demam berdarah (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) adalah dua kondisi yang berbeda.

Demam berdarah dan DBD sama-sama disebabkan oleh virus dengue. Namun, yang menjadi pembeda adalah tingkat keparahannya. Jika demam berdarah biasa hanya berlangsung selama 5-7 hari, DBD sudah memasuki fase yang parah dan jauh lebih berisiko menimbulkan komplikasi yang fatal.

Berikut adalah bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi ketika Anda sudah terkena demam berdarah dengue atau DBD:

1. Perdarahan akibat bocornya plasma darah

mimisan pada anak

Yang membedakan kedua jenis demam berdarah di atas adalah ada tidaknya kebocoran plasma darah. Pada DBD, pasien dapat mengalami kebocoran plasma yang mengakibatkan perdarahan serius dalam tubuhnya.

Bocornya plasma darah ini kemungkinan erat berkaitan dengan virus dengue yang menyerang pembuluh darah. Dinding pembuluh darah melemah akibat infeksi virus dengue, sehingga kebocoran plasma darah lebih mudah terjadi.

Hal ini tentu semakin diperparah dengan kadar trombosit yang rendah pada pasien DBD. Perdarahan lebih mudah terjadi jika trombosit menurun drastis. Ini yang menyebabkan pasien DBD mudah mengalami gejala-gejala seperti:

  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Memar berwarna keunguan yang muncul tiba-tiba

Lambat laun, perdarahan dalam ini dapat menyebabkan syok akibat tekanan darah yang menurun drastis dalam waktu singkat.

2. Sindrom syok dengue

sehabis operasi

Jika DBD sampai pada tahap syok, komplikasi ini disebut sebagai dengue shock syndrome (DSS) atau sindrom syok dengue.

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika atau CDC, gejala-gejala yang ditunjukkan pasien ketika mengalami syok dengue adalah:

  • Denyut nadi melemah
  • Tekanan darah turun
  • Pupil mata melebar
  • Napas tidak teratur
  • Kulit pucat dan muncul keringat dingin

Terlebih, pasien DBD juga mengalami kebocoran plasma seperti yang telah dijelaskan di atas. Artinya, Anda akan tetap kehilangan cairan meskipun sudah banyak minum atau mendapatkan cairan infus. Inilah yang paling sering mengakibatkan terjadinya syok.

Pasien DBD yang telah mengalami komplikasi syok dengue rentan mengalami kegagalan sistem organ tubuh, yang bisa berujung pada kematian.

Jangan sepelekan demam berdarah dengue

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus DBD di Indonesia mencapai 71.633 hingga Juli 2020. Selain itu, angka kematian akibat penyakit ini mencapai 459 jiwa.

Meski mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, adanya kasus DBD di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh mobilitas penduduk yang tinggi, perkembangan wilayah perkotaan, perubahan iklim, dan yang terpenting rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Ditambah lagi, jika seseorang sudah pernah terkena infeksi virus demam berdarah, dan di lain waktu ia terinfeksi lagi oleh jenis virus demam berdarah yang berbeda, kemungkinan orang tersebut untuk terkena demam berdarah dengue (DBD) jauh lebih besar.

Anda harus waspada terhadap bahaya perdarahan dan sindrom syok dengue sebagai dua komplikasi DBD yang mematikan. Kedua kondisi tersebut bisa dibilang jarang terjadi, namun jauh lebih berisiko pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu melawan infeksi. Selain itu, komplikasi tersebut juga lebih mungkin terjadi pada orang yang sebelumnya pernah terkena demam dengue dari tipe virus berbeda.

Itu sebabnya, penting untuk cepat-cepat mendapatkan pertolongan medis jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala penyakit DBD maupun demam berdarah biasa. Selain memberikan tambahan cairan lewat infus, dokter biasanya juga dapat melakukan transfusi darah untuk mengganti darah yang berkurang, serta memonitor tekanan darah pasien dalam proses pengobatan DBD.

Perhatikan pula kebersihan lingkungan Anda sebagai langkah terpenting untuk mencegah DBD. Anda bisa mengikuti pedoman dari Kemenkes Indonesia, yaitu 3M:

  • menguras penampungan air untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes
  • mengubur barang-barang bekas agar nyamuk tidak berkumpul
  • mendaur ulang barang-barang bekas

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Agar Tidak Lemas Akibat Muntah-muntah Saat DBD

Muntah termasuk gejala demam berdarah yang sering terjadi dan mengakibatkan tubuh cepat lemas. Lakukan hal ini agar rasa lemas hilang dan tubuh cepat pulih.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Penyakit Infeksi, Demam Berdarah 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Membuat Teh Daun Pepaya dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Teh daun pepaya menyimpan beragam manfaat untuk kesehatan, termasuk mencegah Anda dari infeksi bakteri penyakit. Berikut cara mudah membuatnya di rumah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 4 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Catat Baik-Baik, Begini Cara Membedakan Gejala DBD dan Chikungunya

DBD dan chikungunya memang sama-sama ditularkan dari gigitan nyamuk. Namun, keduanya adalah penyakit berbeda dengan gejala yang tidak sama. Apa saja, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Infeksi, Demam Berdarah 30 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Catat Baik-Baik, Ini Tanda dan Gejala DBD yang Perlu Anda Waspadai

Penyakit demam berdarah (DBD) yang tidak segera mendapat perawatan medis, bisa menyebabkan komplikasi dan kematian. Apa saja gejala DBD itu? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Infeksi, Demam Berdarah 24 Agustus 2018 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab dbd berulang

Beragam Hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Terkena DBD Lagi

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 7 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
pemulihan pasca demam berdarah

Beragam Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Masa Pemulihan DBD

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 6 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
cara menambah nafsu makan

Tips dan Trik Meningkatkan Nafsu Makan Saat Terkena DBD

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 6 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
manfaat makan buah

5 Buah Kaya Manfaat yang Perlu Anda Makan Saat DBD Agar Cepat Pulih

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 3 April 2020 . Waktu baca 7 menit