home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Buah Kaya Manfaat yang Perlu Anda Makan Saat DBD Agar Cepat Pulih

5 Buah Kaya Manfaat yang Perlu Anda Makan Saat DBD Agar Cepat Pulih

Mengonsumsi makanan sehat merupakan modal utama dalam pemulihan berbagai jenis penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD). Satu dari berbagai kondisi yang diderita para pasien DBD adalah menurunnya jumlah trombosit dalam darah sehingga memerlukan asupan nutrisi tertentu dari sumber makanan. Asupan tinggi nutrisi bisa didapatkan dari beragam jenis makanan. Lantas apa saja makanan yang baik untuk pasien demam berdarah?

Makanan dan minuman terbaik untuk penderita demam berdarah (DBD)

Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Penyakit ini dapat memicu penurunan kadar trombosit dalam darah. Jika jumlah trombosit terlalu sedikit, penderita dapat mengalami risiko perdarahan berlebih.

Hingga saat ini, belum ada satu jenis pengobatan DBD yang dijamin ampuh memberantas virus dengue dari tubuh. Namun, mengonsumsi makanan yang tinggi akan vitamin dan mineral dapat membantu tubuh memproduksi dan menjaga trombosit dalam darah.

Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi untuk menghindari memburuknya gejala DBD yang dialami. Berikut adalah sederet makanan dan minuman yang dianjurkan untuk penderita demam berdarah atau DBD:

1. Pepaya

Manfaat dari makan buah pepaya yang penting untuk pasien DBD yaitu membantu menambah asupan asam folat yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi trombosit darah. Tak hanya asam folat, berbagai kandungan dalam pepaya sangat baik untuk Anda.

Sebuah penelitian dari Annals of Medical and Health Sciences Research membuktikan bahwa ekstrak daun pepaya memiliki sifat menstabilkan membran dan melindungi sel darah dari kerusakan akibat stres yang dialami oleh pasien demam dengue.

Oleh karena itu, ekstrak daun pepaya ini mungkin saja dapat bermanfaat bagi pasien DBD dalam mencegah kekurangan atau kehabisan trombosit.

2. Jeruk

Buah jeruk memang dikenal kaya akan vitamin C, maka itu buah ini sangat dianjurkan untuk pasien demam berdarah. Selain membantu menyerap tubuh untuk menyerap zat besi, manfaat dari makan buah jeruk dibutuhkan pasien demam berdarah untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun sehingga membantu proses pemulihan jadi lebih cepat.

Jeruk juga mengandung folat yang memiliki peran vital bagi pasien DBD. Jadi, jangan ragu untuk mengonsumsi buah jeruk ketika DBD.

3. Jambu biji

Jambu biji atau jambu merah adalah makanan yang paling direkomendasikan untuk penderita demam berdarah atau DBD. Menurut sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Natural Medicines, jambu biji mampu merangsang pembentukan platelet atau trombosit darah baru.

Jambu biji juga kaya akan quercetin, yaitu senyawa kimia alami yang bisa ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayur. Quercetin dapat menekan pembentukan mRNA virus yang merupakan materi genetik penting untuk kelangsungan hidup virus.

Jika virus tidak memiliki cukup mRNA, virus tidak dapat berfungsi dengan baik. Ini akan mengakibatkan virus sulit untuk berkembang dan selanjutnya pertambahan jumlah virus di dalam tubuh dapat ditekan. Jadi, tidak mengherankan jika mengonsumsi jambu biji dalam bentuk buah utuh atau jus bisa mempercepat penyembuhan demam dengue.

4. Pisang

Siapa yang tak kenal buah satu ini? Masyarakat Indonesia bahkan makan buah pisang sebagai makanan penutup. Nah, ternyata pisang juga merupakan makanan yang direkomendasikan untuk penderita demam berdarah.

Dalam beberapa kasus, DBD menyebabkan penderitanya mengalami diare. Hal ini yang berisiko memicu dehidrasi. Menurut studi dari StatPearls, mengonsumsi pisang dapat membantu menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat diare.

5. Kurma

Makanan lain yang wajib dikonsumsi untuk penderita demam berdarah adalah buah kurma. Buah yang identik dengan takjil berbuka puasa ini diyakini dapat membantu meningkatkan kadar trombosit dalam darah.

Selain itu, kurma mengandung quercetin yang telah terbukti dapat menangkal aktivitas virus dalam tubuh, termasuk virus dengue. Maka dari itu, kurma sangat disarankan untuk Anda konsumsi agar gejala-gejala DBD lekas mereda.

6. Minuman isotonik

Selain makanan, minuman yang disarankan oleh WHO untuk penderita demam berdarah dengue (DD) atau DBD adalah cairan isotonik. Minuman isotonik pada umumnya mengandung natrium atau sodium kurang lebih sebesar 200 mg/250 ml air.

Cairan isotonik merupakan cairan yang baik dikonsumsi oleh orang yang dehidrasi. Namun demikian, cairan isotonik ini kurang baik jika terlalu banyak dikonsumsi oleh orang yang tidak dalam keadaan dehidrasi oleh karena kadar gulanya yang tinggi.

7. Cairan oralit

Ada 2 macam cairan oralit dengan komposisi yang berbeda menurut WHO dan UNICEF. Oralit lama mengandung osmolaritas yang lebih tinggi yakni 331 mmol/L, jika dibandingkan dengan oralit baru dengan osmolaritas 245 mmol/L.

Untuk perbedaan kandungan elektrolit antara oralit lama dan baru adalah natrium oralit baru lebih rendah yakni 75 mEq/L, dibandingkan oralit lama 90 mEq/L. Untuk kandungan kalium masih sama antara oralit lama dan baru.

Susunan oralit yang baru memiliki efek untuk mengurangi mual muntah hingga 30% jika dibandingkan oralit baru. Oleh karena itu, pasien demam berdarah lebih disarankan untuk diberi oralit yang baru dibandingkan dengan oralit yang lama.

8. Susu

Selain minuman berelektrolit pada umumnya, WHO juga menyatakan bahwa susu bisa diminum untuk meringankan gejala demam berdarah dengue (DBD), daripada pemberian air putih biasa.

Susu mengandung elektrolit natrium 42 mg/100 gram, kalium 156 mg/100 gram, dan juga mengandung elektrolit lain seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc yang juga dibutuhkan untuk menjalankan semua fungsi tubuh.

Makanan dan minuman yang pantang dikonsumsi penderita demam berdarah (DBD)

Selain rekomendasi makanan dan minuman sehat di atas, tentunya ada pula beberapa yang sebaiknya tidak boleh dimakan dalam jumlah banyak oleh penderita DBD. Sama halnya seperti penyakit lain, terdapat beberapa pantangan makanan untuk pasien penderita demam berdarah.

Akan lebih baik lagi jika penderita DBD menghindari makanan dan minuman di bawah ini sama sekali untuk mempercepat proses penyembuhan:

1. Makanan dan minuman manis

Makanan dan minuman mengandung tinggi gula adalah pantangan untuk penderita demam berdarah DBD. Ini disebabkan gula dalam makanan manis membatasi peran sistem kekebalan tubuh untuk melindungi tubuh dari bakteri. Ketika sistem kekebalan tubuh terganggu, maka pemulihan DBD juga berangsur lama.

Misalnya, minuman bersoda, minuman kaleng, kue manis, biskuit, cake, dan lainnya. Konsumsi asupan manis bisa meningkatkan peradangan dan membuat tubuh lebih lesu karena sistem imunitas yang tidak bereaksi optimal.

2. Minuman beralkohol

Alkohol memberi efek penurunan trombosit di dalam darah dengan menghambat produksinya pada sumsum tulang belakang.

Diketahui sebelumnya trombosit bekerja dengan menggumpalkan darah dengan memberikan sumbatan saat adanya pembuluh darah yang cedera. Namun, alkohol bisa membuat fungsi trombosit terganggu, sehingga gagal melakukan tugasnya dalam membekukan darah.

Ditambah lagi, alkohol tidak hanya memberikan dampak penurunan trombosit, tetapi juga memicu dehidrasi. Pasien DBD sangat rentan mengalami dehidrasi, jadi mengonsumsi alkohol justru akan memperburuk kondisi Anda.

3. Makanan berlemak

Makanan yang berlemak, termasuk berminyak, merupakan hal yang harus dihindari untuk penderita demam berdarah. Makanan yang berlemak dan berminyak dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Tingginya kolesterol memengaruhi kelancaran trombosit dalam darah untuk menjalankan fungsinya melindungi tubuh. Maka dari itu, hindari makanan yang digoreng dan daging berlemak. Konsumsilah protein yang lebih sehat, misalnya ayam atau daging sapi tanpa lemak untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Itulah tadi daftar makanan dan minuman yang dianjurkan untuk pasien demam berdarah, serta pantangan yang sebaiknya dihindari. Dengan mengatur pola makan yang sesuai, dijamin proses penyembuhan demam berdarah akan dilalui dengan lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Comprehensive Guideline for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever – WHO. (2011). Retrieved November 20, 2020, from https://apps.who.int/iris/handle/10665/204894 

Williams, MS. (n.d.). What are Platelets and Why are They Important? – Johns Hopkins Medicine. Retrieved November 20, 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/what-are-platelets-and-why-are-they-important 

Knapton, M. (n.d.). Can I drink alcohol while I’m on warfarin? – British Heart Foundation. Retrieved November 20, 2020, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/ask-the-experts/wine-and-warfarin 

Paramita, S., Kosala, K., & Sari, I. (2017). Penggunaan Suplemen Bahan Alam oleh Pasien Demam Berdarah di Kalimantan Timur. Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 10(1), 25-36. https://doi.org/10.22435/jtoi.v10i1.7081.25-36 

Villamor, E., Villar, L. A., Lozano-Parra, A., Herrera, V. M., & Herrán, O. F. (2018). Serum fatty acids and progression from dengue fever to dengue haemorrhagic fever/dengue shock syndrome. The British journal of nutrition, 120(7), 787–796. https://doi.org/10.1017/S0007114518002039 

Mukamal, K. J., Massaro, J. M., Ault, K. A., Mittleman, M. A., Sutherland, P. A., Lipinska, I., Levy, D., D’Agostino, R. B., & Tofler, G. H. (2005). Alcohol consumption and platelet activation and aggregation among women and men: the Framingham Offspring Study. Alcoholism, clinical and experimental research, 29(10), 1906–1912. https://doi.org/10.1097/01.alc.0000183011.86768.61 

Irwin, C., Leveritt, M., Shum, D., & Desbrow, B. (2013). The effects of dehydration, moderate alcohol consumption, and rehydration on cognitive functions. Alcohol (Fayetteville, N.Y.), 47(3), 203–213. https://doi.org/10.1016/j.alcohol.2012.12.016 

Sarala, N., & Paknikar, S. (2014). Papaya extract to treat dengue: a novel therapeutic option?. Annals of medical and health sciences research, 4(3), 320–324. https://doi.org/10.4103/2141-9248.133452 

Harris, E., Pérez, L., Phares, C. R., Pérez, M., Idiaquez, W., Rocha, J., Cuadra, R., Hernandez, E., Campos, L. A., Gonzales, A., Amador, J. J., & Balmaseda, A. (2003). Fluid intake and decreased risk for hospitalization for dengue fever, Nicaragua. Emerging infectious diseases, 9(8), 1003–1006. https://doi.org/10.3201/eid0908.020456 

Abd Kadir, S. L., Yaakob, H., & Mohamed Zulkifli, R. (2013). Potential anti-dengue medicinal plants: a review. Journal of natural medicines, 67(4), 677–689. https://doi.org/10.1007/s11418-013-0767-y 

Weir, SS., Akhondi, H. (2020). Bland Diet. StatPearls.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 20/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto