Bagaimana Sabun Membunuh COVID-19 dan Kuman-Kuman Jahat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Virus dapat aktif di luar tubuh selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. Disinfektan, hand sanitizer, gel, dan tisu yang mengandung alkohol semuanya berguna untuk menghilangkannya. Tetapi sabun dan air adalah cara yang sangat efisien untuk membunuh COVID-19 yang ada di kulit Anda.

Kenapa sabun dan air adalah kunci penting dalam mencuci tangan, membasmi kuman dan virus yang menempel di kulit? Simak ulasan berikut.

Bagaimana sabun membunuh COVID-19 dan kuman-kuman jahat

Sabun membunuh COVID-19

Cara utama yang disarankan para ahli untuk mencegah terinfeksi COVID-19 adalah dengan mencuci tangan pakai sabun. 

Kenapa? Kuncinya ada pada keampuhan sabun. Baik itu sabun cair biasa, sabun dengan wangi mewah, maupun sabun batang yang dibentuk jadi bebek-bebekan akan membunuh virus termasuk COVID-19.

Virus adalah material kecil yang terbalut oleh protein dan lemak. Virus menempel dengan mudah; melekat pada permukaan-permukaan seperti tangan.

Saat orang yang terinfeksi COVID-19 ini batuk atau bersin, tetesannya bisa mengenai tangan. Tetesan kecil ini bisa cepat mengering, tetapi virus akan tetap aktif. Kulit manusia adalah permukaan yang ideal untuk virus ini hidup.

Ketika membilasnya hanya dengan air, virus itu tidak ikut terbasuh, ia tetap melekat di kulit. Itu dikarenakan lapisan yang membalut virus bersifat seperti minyak. 

Bila mengibaratkan virus adalah minyak, jika Anda mencampur minyak dengan air, maka mereka tidak akan bercampur. Minyak akan berada di atas dan air di bawah. Betapa pun lamanya dan betapa pun cepatnya Anda mengaduk, minyak dan air tersebut akan tetap terpisah.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Ketika Anda memasukan sabun pada campuran minyak dan air tersebut lalu mengaduknya, maka minyak akan larut dengan air. Itu dikarenakan sabun memiliki dua sisi molekul. Satu sisi adalah molekul yang tertarik dengan air dan sisi lainnya tertarik dengan lemak.

Jadi ketika molekul sabun bersentuhan dengan air dan lemak, atraksi ganda ini memecah balutan lemak. Partikel lemak buyar dan menyatu dengan air.

Molekul COVID-19 juga dibalut oleh partikel protein dan lemak yang melindunginya dari air. Saat bersentuhan dengan sabun, balutan lemak tersebut akan terpecah dan virusnya akan ikut tandas. Air mengalir kemudian akan membunuh dan membilas sisa-sisa COVID-19 yang sudah berhasil terpecah belah oleh sabun.

Hanya saja, proses pemecahan partikel lemak pada virus butuh waktu yakni 20 detik. Durasi tersebut juga dilakukan agar air mampu membilasnya.

Kenapa hand sanitizer bukan pilihan utama? 

cara membuat hand sanitizer

Hand sanitizer bekerja hampir sama seperti sabun karena kandungan terbesarnya adalah alkohol. Tapi membutuhkan alkohol dengan konsentrasi tinggi untuk bisa berfungsi sama seperti sabun. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan setidaknya 60 persen alkohol dalam hand sanitizer. Alkohol merupakan kandungan penting yang akan membunuh berbagai kuman pada tangan Anda.

Sebagai catatan, di pasaran banyak jenis hand sanitizer tanpa alkohol yang dibuat karena alkohol menimbulkan efek samping menjadikan kulit kering. Kandungan pembersih tanpa alkohol ini biasanya diganti dengan bahan benzalkonium klorida. 

Benzalkonium klorida memang dapat membersihkan tangan dari kuman, tapi CDC menyebut senyawa tersebut tidak bekerja untuk semua jenis kuman.

Yang perlu dicatat adalah walaupun hand sanitizer memiliki 60 persen kandungan alkohol, CDC tetap merekomendasikan mencuci tangan dengan sabun.

gejala dan komplikasi coronavirus

Mencuci tangan dengan sabun untuk membunuh COVID-19

Cuci tangan untuk mencegah virus penyebab hepatitis A

Mencuci tangan dengan sabun adalah pilihan terbaik membunuh COVID-19 dan kuman-kuman lainnya. Sabun, air, dan durasi 20 detik adalah kunci. Anda juga tidak perlu sabun dengan tanda anti-bacterial.

Food and Drug Administration (FDA) mengatakan semua sabun berfungsi menghilangkan bakteri walaupun tanpa tanda “anti-bacterial”. Sampai saat ini, manfaat penggunaan sabun berlabel “anti-bacterial” belum terbukti lebih ampuh daripada sabun lainnya.

“Mengikuti praktik cuci tangan sederhana adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran berbagai jenis infeksi dan penyakit, di rumah, di sekolah, dan di tempat lain,” kata Theresa M. Michele, MD, dari Division of Nonprescription Drug Products FDA.

“Sederhana dan berhasil,” lanjutnya.

William Osler, salah satu pendiri Rumah Sakit Johns Hopkins di Amerika Serikat, mengatakan, “Sabun dan air dan akal sehat adalah desinfektan terbaik.”

Jadi dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, mari cuci tangan dengan sabun untuk membunuh COVID-19. Jangan lupa juga untuk menjaga akal sehat untuk tetap waspada dan tidak panik.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 2 pada kelompok lansia dan petugas layanan publik. Bagaimana pelaksanaannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kopi untuk diabetes

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit