home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bisakah Pakai Sabun Cuci Tangan Antibakteri untuk Mengobati Jerawat?

Bisakah Pakai Sabun Cuci Tangan Antibakteri untuk Mengobati Jerawat?

Bakteri adalah biang dari kemunculan jerawat. Maka dari itu, menggunakan produk perawatan kulit antibakteri bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasi jerawat. Nah jika sabun cuci muka biasa Anda sedang habis, bisakah pakai sabun cuci tangan antibakteri untuk mengobati jerawat?

Bolehkah pakai sabun cuci tangan antibakteri untuk mengobati jerawat?

cara cuci tangan

Meski sama-sama bersifat antibakteri, sabun cuci tangan tidak bisa dipakai untuk mengobati jerawat Anda. Sabun cuci tangan hanya ditujukan untuk membersihkan bagian tangan saja, bukan untuk wajah atau kulit berjerawat lainnya.

Sebab jenis agen antibakteri di dalam sabun cuci tangan dan sabun cuci muka untuk jerawat berbeda. Agen antibakteri dalam sabun cuci tangan biasanya adalah triclosan, sementara antibakteri dalam sabun cuci muka adalah benzoil peroksida, asam salisilat, atau sulfur.

Beda kandungan agen antibakterinya, beda pula bakteri yang ditargetkan untuk dimusnahkan. Triclosan bekerja menyerang jenis bakteri yang lebih umum bersarang di kulit tangan agar tidak masuk dan menginfeksi. Benzoil peroksida, asam salisilat, dan sulfur bekerja secara khusus menyerang bakteri penyebab jerawat, yaitu Propioni acnes.

Perlu dipahami juga bahwa bakteri hanya satu dari sekian banyak penyebab jerawat. Faktor hormon, produksi minyak berlebih, hingga penumpukan sel kulit mati juga menyumbang perannya masing-masing untuk menimbulkan jerawat.

Selain itu, sabun cuci tangan antibakteri terbilang tidak cocok untuk mengobati jerawat karena formulasinya cenderung keras. Tekstur kulit tangan lebih tebal dari wajah sehingga memang perlu sabun yang formulanya lebih keras agar efektif membersihkan. Jika digunakan di wajah yang lebih tipis, sabun cuci tangan antibakteri bisa membuat kulit jadi sensitif, juga kering dan mengelupas.

Oleh sebab itu, Anda tidak bisa sembarangan menggunakan sabun cuci tangan antibakteri untuk mengobati jerawat membandel.

Gunakan sabun cuci muka yang antibakteri

mencuci muka saat berjerawat

Untuk mengatasi jerawat, jangan pakai sabun cuci tangan antibakteri. Anda perlu menggunakan sabun pembersih wajah yang bisa mengendalikan semua faktor penyebabnya. Bukan hanya menghilangkan bakteri.

Gunakanlah sabun pembersih khusus untuk kulit berjerawat yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida. Sabun cuci muka antijerawat dibuat juga untuk mengatasi berbagai penyebab lain selain bakteri.

Dilansir dari penelitian dalam The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, selain membunuh bakteri Propionibacterium acnes, benzoil peroksida juga membantu mencegah pori tersumbat yang bisa menyebabkan kemunculan jerawat.

Sementara asam salisilat membantu mempercepat pergantian sel kulit dan menjaga pori agar tidak tersumbat. Tak hanya itu, bahan aktif yang satu ini juga membantu mengeringkan minyak berlebih di pori-pori.

Selain pembersih, gunakan juga obat jerawat dengan kandungan bahan aktif yang sama. Menggunakan kombinasi pembersih dan obat jerawat yang sesuai membantu meringankan keparahan jerawat.

Cara cuci muka yang tepat untuk kulit berjerawat

Jangan sekali-kali menggunakan sabun cuci tangan antibakteri untuk mengobati jerawat Anda.

Pilihlah produk yang sesuai dengan jenis kulit, jenis jerawat yang dimiliki, dan tingkat keparahan jerawatnya. Jangan lupa juga untuk membersihkan wajah sambil memijatnya dengan lembut. Gunakan tangan untuk mencuci wajah dan jangan gunakan alat penggosok lainnya agar jerawat tidak pecah.

Jika jerawat sudah mulai parah dan tak kunjung berkurang meski sudah diobati, konsultasikan ke dokter kulit. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) agar mendapat diagnosis serta penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

(2008). What is the Role of Benzoyl Peroxide Cleansers in Acne Management?: Do they Decrease Propionibacterium acnes Counts? Do they Reduce Acne Lesions?. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 1(4), 48–51 accessed on May 22nd 2019

Salicylic Acid vs. Benzoyl Peroxide: Which Is Better for Acne? https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/salicylic-acid-vs-benzoyl-peroxide#side-effects accessed on May 22nd 2019

Skin Care Tips for Your Acne https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/skin-care-acne-prone-skin accessed on May 22nd 2019

Is Antibacterial Soap Good for Acne https://www.verywellhealth.com/using-antibacterial-hand-soap-for-acne-q-15735 accessed on May 22nd 2019

 


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 03/06/2019
x