Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pandemi coronavirus (COVID-19) berdampak cukup besar pada setiap aspek di fasilitas kesehatan secaraglobal. Salah satunya adalah pasokan darah yang berkurang drastis. Banyak dari Anda yang mungkin bertanya, apakah aman melakukan donor darah saat wabah COVID-19?

Pentingnya donor darah saat wabah COVID-19

hepatitis boleh donor darah

Menurut laporan dari sejumlah media, stok darah saat pandemi COVID-19 berkurang drastis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami kekurangan pasokan darah, seperti Surabaya, Bandung, hingga Yogyakarta.

Hal ini dikarenakan imbauan dari pemerintah untuk mengurangi aktivitas berkumpul ramai-ramai yang menyebabkan kegiatan donor darah mulai berkurang. Akibatnya, pasokan darah yang terus dipakai pun berkurang banyak dan dianggap tidak cukup karena terlalu banyak pengeluaran ketimbang pemasukan donor darah.

Beberapa orang mungkin menganggap kegiatan donor darah saat pandemi coronavirus terasa tidak aman karena harus berbagi ruangan dengan orang lain. Faktanya, donor darah ternyata aman dilakukan.

Sebenarnya, donor darah sangat dibutuhkan terutama ketika wabah seperti COVID-19 ini. Walaupun mungkin pasien yang terinfeksi tidak terlalu membutuhkannya, masih ada kebutuhan lain yang membuat donor darah cukup penting.

Operasi jantung, transplantasi organ, dan kebutuhan trombosit pada pasien kanker tidak akan berhenti meskipun pandemi terjadi.

Menurut Pampee Young, kepala petugas medis Palang Merah Amerika (American Red Cross), donor darah merupakan hal yang akan terus dibutuhkan. Terlebih lagi jika wabah semakin memburuk, tentu para pasien lebih membutuhkan transfusi darah dan pasokan semakin berkurang.

Maka dari itu, organisasi Palang Merah di berbagai negara meminta orang untuk menyumbangkan darah mereka mengingat stok darah yang semakin berkurang di tengah wabah ini.

Aturan donor darah saat pandemi coronavirus

manfaat donor darah

Baik donor darah saat pandemi coronavirus maupun ketika tidak terjadi, kegiatan ini tidak dilakukan sembarangan.

Dilansir dari American Red Cross, prioritas utama Palang Merah adalah keselamatan pendonor, karyawan, pekerja sukarela, dan penerima darah. Satu hal yang perlu diingat bahwa sampai saat ini belum ada bukti bahwa SARS-CoV-2 dapat ditularkan melalui transfusi darah.

Walaupun demikian, ada beberapa aturan yang dijalankan oleh organisasi ini ketika melakukan kegiatan donor darah yang dilakukan oleh setiap karyawan, seperti:

  • mengenakan sarung tangan dan rutin menggantinya
  • membersihkan area yang disentuh pendonor
  • memakai tempat penyimpanan yang sudah disterilisasi setiap donasi
  • menyiapkan lengan yang akan disuntikkan steril dari bakteri dan virus
  • menyebarkan kuesioner untuk memastikan pendonor sehat

Selain itu, mereka juga berusaha meningkatkan kewaspadaan dengan mengubah beberapa hal ketika kegiatan donor darah berlangsung saat coronavirus, yaitu:

  • lebih sering membersihkan peralatan dengan desinfektan
  • memberikan hand sanitizer untuk digunakan sebelum masuk dan ketika kegiatan donor
  • memberikan jarak antar tempat tidur untuk mengikuti anjuran physical distancing
  • selimut yang digunakan pendonor akan dicuci setelah setiap penggunaan
  • mengimbau pendonor untuk membawa selimut sendiri karena keterbatasan jumlah

Beberapa aturan di atas diusahakan untuk tetap dilakukan selama kegiatan donor darah saat pandemi coronavirus. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan virus selama kegiatan donor berlangsung dan pendonor merasa aman untuk memberikan darah mereka.

Tidak perlu donor darah jika memiliki gejala terkait

donor darah saat flu

Sementara itu, ada sebuah dilema terkait orang lansia berumur di atas 65 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi yang cukup serius ketika terinfeksi COVID-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) pun merekomendasikan agar orang-orang yang berisiko terkena penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini menghindari tempat umum dan lebih banyak tinggal di rumah.

Apabila Anda mengembangkan gejala terkait coronavirus seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, dan sesak napas, sangatlah tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah.

Walaupun tempat penyimpanan darah akan sering diberikan desinfektan, Palang Merah berusaha mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk mengurangi risiko penularan. Maka itu, donor darah tidak dapat dilakukan, terutama saat pandemi COVID-19 sedang terjadi.

Kesimpulannya, melakukan donor darah saat pandemi COVID-19 cukup aman dan membutuhkan waktu yang tidak lama. Banyak pusat donor darah yang dapat membuat janji di awal agar Anda tidak terlalu lama menunggu, seperti memanggil pendonor lewat telepon ketika semuanya sudah siap.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Crescione, M. (2020). The need is great, but is it safe to donate blood during the COVID-19 outbreak? Healthline. Retrieved 24 March 2020, from https://www.healthline.com/health-news/is-now-a-good-time-to-donate-blood

Marks, P. M.D., PhD. (2020). Coronavirus (COVID-19) update: blood donations. U.S Food & Drug Administration. Retrieved 24 March 2020, from https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-blood-donations

What to know about coronavirus and blood donation. (2020). American Red Cross. Retrieved 24 March 2020, from https://www.redcrossblood.org/donate-blood/dlp/coronavirus–covid-19–and-blood-donation.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 30/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x