4 Latihan Asah Otak Agar Tak Pikun Saat Tua Nanti

Oleh

Saat sedang membicarakan buku yang baru saja selesai Anda baca, tiba-tiba Anda tidak bisa mengingat judulnya. Atau mungkin, memasuki satu ruangan, tapi Anda tidak ingat untuk apa Anda ke sana.

Familiar dengan skenario di atas?

Pikun dan lupa memang menyebalkan, namun umumnya tidak menjadi prioritas yang harus dikhawatirkan. Otak kita mampu menghasilkan sel-sel baru pada usia berapapun. Tapi, sama halnya dengan kekuatan otot, ingatan yang kuat bergantung pada kesehatan dan vitalitas otak Anda. Pikun dan lupa kebanyakan disebabkan oleh pola makan yang buruk dan kurangnya latihan otak.

Asah otak Anda dengan sistem memori. Sistem memori melibatkan penggunaan visualisasi dan kata kunci, sebuah teknik mental yang Anda gunakan untuk membuat petunjuk visual demi mengingat.

Visualisasi mental yang Anda buat bertindak sebagai lambang yang mewakili fakta dalam ingatan Anda. Alasannya, mata bisa memproyeksikan suatu informasi menjadi sebuah gambar, lebih baik daripada informasi abstrak yang hanya Anda baca atau dengar.

Dipadankan dengan visualisasi, teknik sistem memori dapat menajamkan ingatan terhadap nama, tanggal, informasi acak, definisi, bahkan bahasa asing.

Empat trik asah otak untuk memperkuat daya ingat

1. Kata kunci

Metode kata kunci adalah teknik yang sangat ampuh untuk mengingat definisi dan kosa kata asing. Asosiasikan bunyi pelafalan suatu kata dengan visualisasi lucu atau aneh.

Misalnya, untuk mengingat kata “wiener” (sosis dalam bahasa Jerman), hubungkan dengan kata “winner” (pemenang dalam bahasa Inggris) dan imajinasikan visualisasi mental dari sebuah sosis sapi yang berdiri di atas podium setelah menang balap mobil.

Ketika sesuatu yang aneh, unik, atau luar biasa terjadi, Anda akan cenderung untuk lebih cepat mengingatnya. Itulah alasan mengapa mengimajinasikan sesuatu yang lucu, bahkan hampir tidak mungkin, merupakan kunci utama kesuksesan metode ini.

2. Peg

Anda tentu tidak akan lupa bagaimana menghitung 123 atau melafalkan abjad dari A-Z. Yang menjadi masalah adalah mengaitkan informasi yang ingin Anda ingat dengan sebuah angka atau huruf abstrak (yang sulit untuk divisualisasikan). Sistem peg solusinya.

Sistem peg adalah sebuah teknik patokan untuk Anda mengingat apa yang seharusnya Anda ingat, dengan membuat angka atau huruf abstrak tersebut menjadi nyata.

Misalnya, dengan teknik rima:

1 = Satu = Batu

2 = Dua = Gua

3 = Tiga = Iga, dan seterusnya.

3. Link

Jika Anda sudah menguasai dua metode “visualisasi + kata ganti” di atas, kini tingkatkan kemampuan mengingat Anda dengan metode Link.

Metode link paling baik digunakan untuk mengingat bahan bacaan, termasuk daftar, artikel, puisi, lirik, dan cerita.

Untuk membuat kaitan pertama, asosiasikan dua fakta pertama dengan satu sama lain menggunakan visualisasi mental. Untuk kaitan kedua, gunakan visualisasi mental sebelumnya dan tambahkan fakta ketiga. Begitu seterusnya.

Misalnya kita perlu menghafal tabel unsur kimia, buatlah singkatan-singkatan aneh seperti:

H = Haji

Li = Lina

Na = Naik

K = Kereta

Rb = Ribut

Cs = Calon Suami

Fr = Frustasi

Kemudian, gabungkan fakta-fakta tersebut secara berurutan dan buatlah cerita yang berkaitan. Jadinya: Haji Lina Naik Kereta Ribut, Calon Suaminya Frustasi.

4. Loci

Loci berasal dari bahasa latin yang berarti lokasi atau tempat. Metode loci memanfaatkan kemampuan otak, khususnya di bagian hippocampus, untuk menguatkan ingatan dengan konteks spasial. Metode loci menggabungkan sistem peg dengan visualisasi mental.

Misal Anda akan menghapal Pancasila. Anda tidak hanya diharuskan untuk menghapal semua poinnya, namun juga secara berurutan.

Beberapa orang mengaku tidak bisa membayangkan gambar dalam pikirannya. Tapi, Anda bisa membayangkan letak TV, meja, dan sofa di ruang keluarga Anda, kan?

Visualisasikan rute perjalanan yang familiar dengan Anda, dari kamar tidur ke ruang keluarga tersebut, misalnya. Fokuskan diri Anda untuk benar-benar memahami peta mental tersebut, bayangkan Anda sedang berjalan menyusurinya.

Menggunakan visualisasi mental tersebut, Anda bisa mematok salah satu fitur yang menonjol dari setiap ruangan tersebut dengan satu poin Pancasila. Tempat tidur sebagai sila pertama “Ketuhanan yang Maha Esa”, sofa ruang TV sebagai sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, dan seterusnya.

Yang penting adalah untuk memastikan setiap fitur penanda tersebut berada dalam urutan yang tepat yang biasa Anda lihat atau lewati setiap harinya. Rute tersebut adalah langkah yang akan memungkinkan Anda untuk mengingat urutan yang tepat dari daftar yang harus Anda ingat. Bahkan, jika Anda bisa memvisualisasikan jalan pulangnya, Anda pun akan bisa mengingat Pancasila dalam urutan terbalik!

Dua hal yang membantu mempertajam ingatan

Baik jika Anda seorang siswa yang sedang giat belajar menghadapi ujian akhir, atau Anda seseorang yang dituntut selalu mengeluarkan ide-ide kreatif di kantor, atau hanya ingin menjaga fungsi kognitif agar tetap tajam terpercaya, banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengasah performa ingatan dan mental Anda. Selalu ingat dua hal ini untuk melatih ingatan Anda semakin tajam:

  1. Fokus. Anda tidak akan bisa mengingat sesuatu dengan baik jika Anda tidak pernah mempelajarinya, dan Anda tidak akan bisa mempelajari sesuatu dengan baik jika Anda tidak fokus. Hanya 8 detik waktu yang diperlukan untuk memproses suatu informasi baru dan menancapkannya dalam memori Anda, jika Anda mampu untuk berkonsentrasi penuh. Tips: cari tempat sepi dan ucapkan kalimat yang perlu Anda hapalkan dalam ritme yang mudah diingat.
  2. Tulis. Akan lebih mudah untuk Anda mengingat sesuatu dalam jangka panjang jika Anda menulisnya. Menulis informasi baru dapat meningkatkan daya ingat dibanding dengan mendengarkan saja tanpa lakukan apapun. Pastikan Anda menulis janji temu/nama dan nomor telepon/daftar belanjaan dalam jurnal atau catatan kecil dan baca informasi tersebut keras-keras, dua kali.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca