3 Terapi untuk Membantu Anda Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagian orang mungkin merasa kesulitan ketika ingin berhenti merokok, alasannya karena nikotin merupakan zat adiktif yang akan membuat Anda menginginkan tembakau lebih  lagi. Perlu Anda tahu bahwa nikotin dapat mengatur tingkat ketergantungan dalam tubuh. Jadi, tubuh dengan sendirinya telah membentuk kebebutuhan akan nikotin itu sendiri. Tanpa Anda sadari, tubuh Anda sudah ‘tahu’ berapa banyak nikotin yang diperlukan setiap harinya. Hal inilah yang membuat para perokok yang ingin memutuskan berhenti merokok menjadi goyah, sebab keinginan untuk kembali merokok dipicu oleh gejala fisiknya. Ia akan merasa mual, kesemutan, berkeringat, sakit kepala, batuk, dan sakit tenggorokan. Ketika rokok kembali ia hirup, ketenangan pun ia dapatkan.

BACA JUGA: 6 Perubahan Fisik yang Terjadi Saat Anda Berhenti Merokok

Ya, memang sudah menjadi tugas nikotin memberikan efek menenangkan. Mungkin Anda pun mulai putus asa, segala cara sudah dilakukan. Mulai dari menggunakan bahan-bahan alami – seperti jahe – hingga menguyah permen karet. Tentu saja berbagai inovasi ditemukan untuk membantu masyarakat yang ketergantungan rokok dapat berhenti. Anda tentu ingin tahu bukan, terapi untuk berhenti merokok? Ampuh tidak ya? Sebelum mencoba, berikut ini yang ulasannya.

Apa saja terapi untuk membantu Anda berhenti merokok?

Berikut ini beberapa terapi yang dapat direkomendasikan untuk membantu Anda mengatasi masalah ketergantungan pada rokok:

BACA JUGA: Apakah Rokok Elektrik (Vaping) Efektif Membantu Berhenti Merokok?

1. Hipnosis

Anda mungkin pernah mendengar tentang hipnoterapi. Hipnosis merupakan salah satu tahapan dari hipnoterapi. Pada tahapan hipnosis, pasien akan diberikan sugesti-sugesti untuk mengubah alam bawah sadarnya. Tentu saja tingkat keberhasilan hipnosis ini tergantung pada motivasi pasien. Jika pasien memang berniat untuk berhenti merokok, dan bersedia untuk terbuka dan diberikan hipnosis, maka tingkat keberhasilan pun tinggi. Tetapi saat pasien merasa ragu, kemungkinan hipnosis tersebut akan gagal.

Hipnosis akan menenangkan pikiran Anda, terapis akan masuk ke alam bawah sadar Anda untuk menemukan pemicu Anda merokok – yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya. Gaya hidup Anda (dalam kasus ini, merokok) akan diubah dengan cara mengganti konsep baru di alam bawah sadar Anda.

Sesi hipnoterapi dapat diawali dengan diskusi bersama terapis tentang awal kisah Anda mulai merokok sampai saat ini. Lalu, terapis akan melakukan induksi relaksasi, agar pikiran Anda tenang, tapi tidak tertidur. Pikiran yang sadar akan susah diberi sugesti. Terapi mungkin akan menemukan kebiasaan apa yang memicu Anda merokok, misalnya kebiasaan baca koran sambil merokok. Maka, terapi akan mencoba mematahkan koneksi kebiasaan tersebut, menggantinya dengan kebiasaan yang lebih sehat.

Sebuah penelitian tahun 2007 yang dikuti oleh situs Health, menyebutkan perokok yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit kardiopulmoner menunjukkan bahwa pasien yang berpartisipasi hipnoterapi tidak merokok selama enam bulan kemudian.

BACA JUGA: Memanfaatkan Jahe untuk Berhenti Merokok, Efektifkah?

2. Akupuntur

Teknik akupuntur ini berasal dari pengobatan tradisional Cina. Anda akan ditusuk dengan jarum kecil untuk menstimulasi sesuatu dalam tubuh Anda. Pada kasus ini, perokok akan distimulasi dengan cara mengurangi gejala yang memicu Anda ingin merokok. Jarum ditusukkan pada beberapa titik di tubuh Anda, seperti di telinga, kaki, dan bagian atas kepala. Ahli akupuntur akan mengevaluasi keadaan pasien, seperti denyut jantungnya dan warna lidahnya. Selain itu ahli akupuntur juga akan mencari kelemahan fisik pasien dan menyebarkan jarum untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Peneliti menyarankan akupuntur harus dibarengi dengan edukasi agar lebih efektif. Contohnya, pasien sebaiknya diberi edukasi tentang keseimbangan tubuh dan panduan untuk berhenti perlahan.  Terapi akupuntur juga dikaitkan dengan terapi laser. Fungsinya adalah mencari titik tertentu pada tubuh untuk mengubah metabolisme dan stres.

BACA JUGA: Berbagai Manfaat dan Risiko Melakukan Akupuntur

3. Meditasi

Mungkin Anda merasa pesimis ketika mendengar kata meditasi. Ya, meditasi memang terapi membosankan, tapi faktanya meditasi memeliki segudang manfaat. Tubuh dan pikiran Anda akan diajak untuk tenang, serta fokus pada keadaan saat itu saja. Meditasi diduga melepaskan dopamin di otak, sama halnya dengan nikotin yang memberikan efek menenangkan. Manfaat yang didapat dari meditasi adalah berkurangnya stres, sehingga Anda tidak perlu lagi rokok untuk mengurangi stres. Tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?

Pilihlah posisi yang nyaman, lalu duduk, latihan menghirup dan mengeluarkan udara dari hidung. Ketika pikiran Anda berkelana, cobalah untuk fokus kembali. Fokus saja pada pernapasan Anda. Coab selama 5 menit dalam sehari.

Apakah terapi tersebut akan berhasil?

Perjalanan untuk berhenti merokok bisa jadi panjang, tapi katanya banyak orang yang berhasil berhenti merokok dengan beberapa teknik seperti hipnosis, akupuntur, atau meditasi. Kok bisa, ya? Alternatif ini menawarkan keseimbangan antara pikiran dan tubuh, mengurangi stres. Tujuan pertama adalah mengubah gaya hidup, tanpa menggunakan obat-obatan konvensional. Jadi, di sini pikiran Anda pun akan dibentuk ulang, sehingga bisa ada yang berhasil berhenti merokok.

Dikutip dari situs Health, dokter merekomendasikan pendekatan alternatif ini pada pasiennya.  Menurut Amit Sood, MD, pimpinan riset untuk program pengobatan komplementer dan integratif Mayo Clinic, yang dikutip oleh situs Health, merokok merupakan masalah serius yang harus diperlakukan seperti menangani penyakit kronis, sehingga pengobatan alternatif tidak bisa dipakai sendirian saja, harus dibarengi juga dengan pengobatan lainnya.

BACA JUGA: 7 Manfaat Berhenti Merokok yang Bisa Langsung Dirasakan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Sudah Benarkah Cara Anda Keramas Selama Ini? Cek di Sini!

    Walaupun Anda rajin keramas, belum tentu rambut Anda bersih. Berikut ulasan mengenai langkah mencuci rambut dengan benar.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 9 menit

    Kadar Hb Terlalu Tinggi, Apakah Berbahaya dan Perlu Diturunkan?

    Mudah merasa lelah dan pusing? Bisa jadi gejala kadar hemoglobin atau Hb tinggi. Apa risikonya bagi tubuh? Cari tahu info lengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Anemia, Penyakit Kelainan Darah 22 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

    Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit

    8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

    Terkadang kita terbangun di tengah malam meski tak ada bunyi alarm atau hal lainnya. Kondisi itu ternyata dipengaruhi kesehatan fisik atau mental. Apa saja?

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    gingsul, salah satu jenis maloklusi

    Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
    manfaat bengkoang

    Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    cara mengatasi rambut kering

    Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit