5 Tanda Utama Tubuh Anda Kekurangan Sinar Matahari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/11/2017 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang memilih menghindari sengatan matahari karena takut kulitnya hitam, gosong, atau karena kanker kulit. Padahal, tubuh tetap perlu bermandikan sinar matahari barang 5-15 menit saja setiap hari. Vitamin D dari sinar matahari membantu menguatkan tulang serta mengurangi risiko Anda terkena penyakit kardiovaskular dan nyeri sendi (arthritis). Nah, jika Anda jarang terkena paparan sinar matahari langsung dan lebih banyak bekerja di dalam ruangan, Anda harus waspada gejala kekurangan sinar matahari yang berdampak buruk bagi kesehatan. Lantas, apa saja tanda-tandanya jika tubuh Anda kurang sinar matahari?

Tanda tubuh Anda kurang sinar matahari

Tubuh Anda akan otomatis memproduksi vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari langsung. Itu sebabnya, jika Anda kekurangan sinar matahari, berarti Anda rentan kekurangan vitamin D. Padahal, vitamin D penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, juga menjaga daya tahan tubuh secara keseluruhan.

Berikut ini beberapa tanda-tanda tubuh Anda kurang sinar matahari yang harus diwaspadai.

Gampang sakit

Sumber vitamin D yang berasal dari matahari akan menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat sehingga Anda bisa melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Bahkan beberapa penelitian besar telah menunjukkan hubungan yang kuat antara kekurangan asupan vitamin D dengan infeksi saluran pernapasan seperti pilek, bronkitis, dan pneumonia. Itu sebabnya, seseorang yang kekurangan sinar matahari umumnya memiliki sistem imun yang lemah dan cenderung lebih gampang sakit.

Sering merasa kelelahan

Kelelahan bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun, kekurangan sinar matahari juga bisa jadi salah satu penyebabnya. Sayangnya, banyak orang sering mengabaikan tanda yang satu ini. Orang yang bekerja di kantor dari pagi sampai sore atau menghabiskan waktu hanya duduk berjam-berjam di dalam ruangan, kemungkinan tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Hal ini tentunya membuat mereka tidak mendapatkan asupan vitamin D yang memadai dari sinar matahari.

Nyeri tulang, sendi, dan otot

Jika Anda mengalami nyeri tulang, sendi, dan otot yang terjadi secara misterius, terutama saat cuaca dingin, Anda mungkin kekurangan vitamin D. Pasalnya, vitamin D memainkan peranan penting dalam penyerapan kalisum dan metabolisme tulang.

Secara umum gejala kurang vitamin D dikaitkan dengan rakhitis, yaitu penyakit di mana jaringan tulang tidak secara sempurna dimineralisasikan, sehingga menyebabkan pelunakan dan pelemahan tulang.

Tidak bisa tidur nyenyak

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Sleep Medicine menyatakan bahwa terdapat kaitan yang erat antara rasa kantuk di siang hari dengan kadar vitamin D tubuh yang rendah. Penelitian ini dilakukan pada 81 pasien yang mengeluhkan masalah tidur dan nyeri yang tidak spesifik. Kemudian kadar vitamin D mereka diukur. Para peneliti menduga bahwa kadar vitamin D yang rendah dapat mengakibatkan rasa kantuk yang berlebihan baik secara langsung atau melalui adanya nyeri kronik.

Keringat berlebih

Sering berkeringat padahal suhu sedang tidak terlalu panas dan tidak berolahraga? Anda harus waspada, karena sering keringatan tanpa ada sebab yang jelas bisa jadi tanda bahwa Anda tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup. Jika suhu dan tingkat aktivitas normal namun Anda sering keringatan, mungkin sudah saat Anda berkonsultasi ke dokter untuk cek darah.

Ini dilakukan untuk memastikan apakah tubuh Anda kurang vitamin D atau tidak. Pasalnya, asupan vitamin D yang rendah mungkin berkaitan dengan sejumlah kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, osteoarthritis, dan bahkan kanker.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rambut Rontok Terus? Jangan-jangan Anda Kekurangan Vitamin D!

Kekurangan vitamin D atau defisiensi vitamin D dapat menyebabkan banyak masalah, termasuk kerontokan rambu hingga kebotakan. Bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Tips Sehat 17/09/2018 . 4 menit baca

Hati-hati, Kekurangan Vitamin D Ternyata Bisa Memicu Penyakit Tiroid

Vitamin D adalah satu gizi penting yang harus dipenuhi. Tak cuma berdampak pada tulang, kekurangan vitamin D ternyata juga memengaruhi kondisi tiroid.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Tiroid, Health Centers 07/08/2018 . 4 menit baca

5 Kebaikan yang Anda Dapatkan Jika Beraktivitas di Luar Ruangan

Jangan takut panas atau kulit menggelap jika berada di luar ruangan. Kegiatan ini justru bisa memberi segudang manfaat baik bagi kesehatan tubuh, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/05/2018 . 4 menit baca

Perlukah Minum Suplemen Vitamin D Setiap Hari?

Agar asupan vitamin D tetap terpenuhi, beberapa orang memilih untuk minum suplemen vitamin D tambahan. Namun, apa perlu minum suplemen vitamin D?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2018 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin D kematian covid-19

Kekurangan Vitamin D Pengaruhi Tingkat Kematian COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . 6 menit baca
berjemur di pagi hari

Kapan Sebaiknya Kita Berjemur di Pagi Hari?

Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . 5 menit baca
mitos tanning dan paparan sinar matahari

4 Mitos Populer Seputar Tanning Kulit yang Perlu Diluruskan Kebenarannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2019 . 6 menit baca
kurang vitamin D pici skizofrenia

Katanya, Kurang Vitamin D Bisa Menyebabkan Skizofrenia. Apa Benar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2019 . 4 menit baca