Memahami Tahapan Stadium Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda didiagnosis dengan kanker kelenjar getah bening atau limfoma, dokter akan memberitahu stadium kanker Anda. Stadium adalah cara untuk mengetahui penyebaran sel kanker serta seberapa parah kondisi yang Anda derita. Mengetahui stadium kanker dapat membantu dokter untuk merencanakan pengobatan limfoma yang tepat untuk Anda. Lalu, apa penjelasan tentang masing-masing stadium kanker kelenjar getah bening atau limfoma dari yang awal atau 1 sampai yang akhir atau 4?

Menentukan stadium kanker getah bening atau limfoma

Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah jenis kanker darah yang  bermula di sistem limfatik. Adapun sistem limfatik tersebar di seluruh tubuh yang meliputi kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan lainnya, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Dari satu jaringan sistem limfatik, sel kanker limfoma bisa menyebar ke area lain atau bahkan organ lain dari tubuh. Seberapa parah penyebaran tersebut digambarkan melalui stadium.

Dilansir dari Lymphoma Action, sistem penentuan stadium kanker kelenjar getah bening untuk semua jenisnya, baik limfoma Hodgkin maupun limfoma non-Hodgkin, umumnya sama, kecuali pada jenis tertentu, seperti limfoma non-Hodgkin pada anak.

Penentuan stadium ini menggunakan klasifikasi Lugano, yang didasarkan pada sistem Ann Arbor yang lama. Berdasarkan sistem tersebut, stadium kanker kelenjar getah bening atau limfoma terbagi ke dalam empat tahapan, yaitu 1, 2, 3, dan 4, yang umumnya ditulis dengan angka romawi, dari I hingga IV. Semakin tinggi angkanya, semakin parah pula kondisi limfoma yang Anda derita.

Limfoma Ekstranodal

Beberapa stadium kanker limfoma mungkin ada yang didampingi dengan huruf E, yang merupakan singkatan dari ekstranodal. Bila angka stadium didampingi dengan huruf E, artinya sel kanker limfoma bermula di organ tubuh yang bukan bagian dari sistem limfatik, seperti di sistem pencernaan atau di kelenjar ludah.

Berdasarkan gejala

Selain penyebaran sel kanker, stadium limfoma juga ditentukan berdasarkan gejala kanker kelenjar getah bening yang muncul. Kondisi ini digambarkan melalui tambahan huruf A dan B setelah angka stadium kanker.

Huruf B ditambahkan (misalnya tahap IIIB) jika seseorang memiliki gejala berikut ini:

  • Kehilangan lebih dari 10 persen berat badan selama 6 bulan sebelumnya (tanpa diet).
  • Demam yang menetap, sekitar 38 derajat celcius atau lebih, yang datang dan pergi, terutama pada malam hari.
  • Berkeringat pada malam hari.

Jika tidak ada gejala B yang muncul, huruf A ditambahkan di belakang stadium, seperti IIIA. seseorang dengan kanker limfoma stadium B biasanya membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Bulky disease

Selain huruf E, A, dan B, angka stadium juga mungkin didampingi oleh huruf X. Ini artinya, satu atau lebih kelenjar getah bening yang terkena mengalami pembengkakan atau tumor yang berukuran besar, yang mencapai sekitar 10 cm.

Kondisi ini juga bisa terjadi di area dada dengan ukuran tumor mencapai 1/3 lebar dada. Pada kondisi ini, biasanya pasien memerlukan perawatan yang lebih intensif.

Memahami tahapan stadium kanker kelenjar getah bening

Berdasarkan ketentuan tersebut, berikut penjelasan mengenai stadium kanker kelenjar getah yang bening, dari 1 hingga 4, yang perlu Anda ketahui:

Stadium I

Kanker kelenjar getah bening stadium 1 (I) merupakan tahapan awal pada penyakit limfoma. Baik pada limfoma Hodgkin maupun non-Hodgkin, tahapan 1 ini menggambarkan sel kanker yang hanya ditemukan di satu kelenjar getah bening atau organ limfoid, seperti timus.

Sel kanker bisa bermula di kelenjar getah bening area leher atau di area manapun, baik di atas atau di bawah diafragma (lembaran otot yang memisahkan dada dan perut).

Stadium IE

Bila Anda memiliki stadium IE, berarti sel kanker limfoma dimulai di satu organ yang berada di luar sistem limfatik, dan hanya berada di organ tersebut.

Pada kanker limfoma stadium 1, pengobatan yang diberikan umumnya berupa kemoterapi, yang bisa terdiri dari 2 hingga 4 siklus. Anda pun mungkin juga perlu menjalani radioterapi. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk jenis pengobatan yang tepat.

Stadium II

Pada kanker kelenjar getah bening stadium 2 (II), sel kanker menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening. Sel kanker ini bisa dimulai di area manapun, tetapi terjadi di sisi diafragma yang sama.

Misalnya, sama-sama di bagian atas diafragma (ketiak dan leher) atau sama-sama di bagian bawah diafragma (pangkal paha), serta bukan kombinasi antara keduanya, seperti kelenjar getah bening di ketiak dan pangkal paha. 

Stadium IIE

Bila Anda memiliki tahapan IIE, berarti sel kanker limfoma yang Anda miliki dimulai di satu organ tubuh (bukan di sistem limfatik) dan juga berada di satu atau lebih kelompok kelenjar getah bening terdekat. Hal ini pun terjadi di satu sisi diafragma yang sama. 

Pada kanker kelenjar getah bening tahap 2, pengobatan yang diberikan umumnya berupa kemoterapi yang terdiri dari 2 hingga 4 siklus. Anda pun mungkin juga perlu menjalani radioterapi, sesuai dengan kondisi Anda.

Stadium III

Kanker kelenjar getah bening stadium 3 (III) merupakan tahapan lanjut dari penyakit limfoma. Stadium ini berarti sel kanker telah memengaruhi kelenjar getah bening di kedua sisi diafragma, baik di atas dan bawah, termasuk limpa. 

Pada stadium ini, pengobatan yang diberikan umumnya berupa kemoterapi, yang terdiri dari 6 hingga 8 siklus. Radioterapi pun mungkin diberikan pada beberapa pasien.

Stadium IV

Kanker kelenjar getah bening atau limfoma stadium 4 merupakan tahap akhir dari penyakit ini. Pada tahap ini, sel kanker dimulai di kelenjar getah bening dan telah menyebar ke satu atau lebih organ tubuh di luar sistem limfatik, seperti paru-paru, tulang, hati, dan sumsum tulang.

Perlu digarisbawahi, limpa dan timus adalah organ yang merupakan bagian dari sistem limfatik. Oleh karena itu, sel kanker yang baru menyebar ke organ tersebut tidak termasuk sebagai kanker limfoma stadium 4.

Kanker yang telah mencapai stadium lanjut memang sudah bisa dikategorikan parah. Meski demikian, tidak seperti jenis kanker lain, kanker kelenjar getah bening stadium lanjut, yaitu 3 dan 4, dapat berhasil diobati dan dikendalikan, bahkan pasiennya mungkin bisa sembuh. Namun, hal ini tergantung pada jenis limfoma yang Anda alami.

Adapun pengobatan yang umumnya diberikan pada limfoma stadium 4, yaitu kemoterapi sebanyak 6 hingga 8 siklus. Anda pun mungkin perlu menjalani radioterapi, sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Penegakkan diagnosis kanker ovarium harus melalui tes kesehatan yang sesuai. Lantas, tes apa saja yang digunakan sebagai cara mendeteksi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Kenali Perbedaan Kista Ovarium dan Kanker Ovarium

Kanker dan kista ovarium itu berbeda. Lantas, apa perbedaan kista ovarium dengan kanker ovarium? Apakah kista bisa menjadi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker 26/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit dan Pengobatan Kanker Ovarium

Komplikasi kanker ovarium bisa terjadi akibat penyakit maupun pengobatan yang dilakukan. Apa saja komplikasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Daftar Obat Herbal yang Berpotensi Mengobati Kanker Ovarium

Selain pengobatan dokter, periset terus meneliti berbagai obat herbal kanker ovarium. Apa saja obat tradisional untuk kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit