6 Cara Efektif Mengatasi Masalah Sulit Tidur Pada Penderita Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/05/2018 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Selain berdampak pada kesehatan tubuh dan mental, kanker beserta pengobatannya dapat mengganggu tidur. National Cancer Institute melaporkan bahwa lebih dari 50 persen pasien kanker sulit tidur nyenyak. Padahal, pengidap kanker butuh banyak beristirahat supaya tubuhnya tetap fit. Hal ini diperkuat oleh pernyataan dr. Altshuler dari Cancer Treatment Centers of America yang mengatakan bahwa kurang tidur dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker yang sedang berkembang.

Lantas, adakah cara untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien kanker? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Kenapa pasien kanker sulit tidur nyenyak?

Gangguan tidur pada pasien kanker umumnya disebabkan oleh efek samping kemoterapi dan obat-obatannya, hingga pengaruh stres karena memikirkan kondisi kesehatannya. Pasien kanker juga mungkin mengalami stres berat karena merasa jenuh, terasingkan, atau terjebak setelah terlalu lama di rumah sakit. Stres bahkan menjadi sumber masalah tidur yang utama pada sekitar 70 persen pasien kanker.

Sebanyak 80 persen pasien kanker sulit tidur nyenyak akibat insomnia. Dilansir dari Cancer Treatment Centers of America, pasien kanker dua kali lipat lebih berisiko mengalami insomnia daripada orang sehat. Insomnia ditandai dengan keluhan sulit untuk mulai tidur, sering terbangun sepanjang malam, atau tidak bisa kembali tidur. Tingkat keparahannya pun berbeda-beda, tergantung pada jenis dan stadium kanker, serta keparahan rasa nyeri kankernya dan efek samping pengobatan.

Selain itu, sekiranya 30 persen pasien kanker sulit tidur karena obstructive sleep apnea.

Apa akibatnya jika pasien kanker sulit tidur?

Ketika Anda kurang tidur, tubuh menganggapnya sebagai suatu ancaman bahaya. Sebagai respon pertahanan diri, otak akan mengerem produksi hormon melatonin untuk menggantinya dengan lebih banyak hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

Melatonin dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Ketika tubuh tidak memproduksi cukup melatonin, sistem imun akan kesulitan untuk mencegah kerusakan sel dan jaringan yang diakibatkan oleh kanker.

Sebuah studi terbitan jurnal Elsevier yang dimuat di laman Science Daily melaporkan bahwa sleep apnea dapat meningkatkan risiko kematian pada penderita kanker. Pasalnya, sleep apnea menyebabkan napas terhenti sesaat (10-60 detik; atau berulang setiap 30 detik sekali) selama tidur yang bisa memotong suplai oksigen ke paru-paru. Ketika tubuh tidak mendapat cukup oksigen, tumor kanker akan lebih mudah membesar dan menyebar.

tubuh pendek akibat kurang tidur

Tips supaya pasien kanker bisa tidur nyenyak

Tidur nyenyak adalah kunci penting untuk menjaga kesehatan tubuh dari dalam. Untuk mulai mengatasi masalah sulit tidur selama Anda menjalani pengobatan kanker, coba ikuti panduan berikut:

1. Tidur dan bangun selalu di waktu yang sama

Tidur dan bangun selalu tepat waktu setiap hari adalah salah satu langkah yang paling penting untuk mengatasi masalah tidur akibat kanker. Sebisa mungkin jadwalkan waktu tidur dan bangun pagi pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan dan hari libur sekalipun. Misalnya, jika Anda butuh bangun tidur jam 6 pagi maka Anda seharusnya sudah harus tidur kurang lebih pukul 11 malam.

Dengan mematuhi jadwal tidur yang teratur setiap harinya, tubuh Anda menjadi lebih ringan, hangat, dan hormon kortisol yang dilepaskan juga lebih terkendali sehingga memberi Anda pasokan energi untuk beraktivitas.

Selain itu, batasi waktu tidur siang hingga 30 menit dan tidak lebih dari jam 3 sore. Hal ini akan mencegah Anda merasa sulit tidur saat di malam hari.

2. Olahraga teratur

Anda disarankan untuk tetap berolahraga meski sedang dalam pengobatan kanker. Olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kekebalan tubuh, membantu mengurangi berbagai efek samping pengobatannya, mencegah penurunan berat badan drastis, serta mencegah stres dan depresi akibat kanker. Semua manfaat olahraga ini pada akhirnya dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak setiap malam.

Pilihan olahraga yang aman untuk pengidap kanker adalah yoga, tai chi, jalan santai, berenang, dan bersepeda santai. Cobalah untuk berolahraga secara rutin minimal 20 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu. Jangan lupa untuk melakukan peregangan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga.

Jika ingin tetap berolahraga, Anda perlu mengetahui batas kemampuan tubuh. Bila Anda sudah mulai merasa kelelahan, sebaiknya segera hentikan olahraga. Berikan tubuh waktu untuk beristirahat. Bila sudah merasa baikan, Anda bisa memulai kembali secara perlahan.

Namun ingat, hindari berolahraga 3 sampai 4 jam sebelum waktu tidur agar tubuh tidak kelelahan dan malah membuat Anda susah tidur. Sebaiknya juga diskusikan dulu dengan dokter anda mengenai keputusan untuk berolahraga sementara sedang berobat. Dokter dapat menyarankan panduan berolahraga yang aman untuk Anda.

3. Pijat dan meditasi

yoga menurunkan tekanan darah tinggi

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pijat dapat mencegah pengidap kanker sulit tidur. Pijat dapat membantu mengurangi rasa nyeri, kecemasan, dan gejala lainnya yang dialami oleh pengidap kanker.

Selain dengan terapi fisik, Anda mungkin juga membutuhkan terapi yang menenangkan pikiran, seperti meditasi, relaksasi, serta terapi perilaku dan kognitif.

4. Hindari kafein dan alkohol

Efek stimulan kafein bisa berlangsung hingga tengah malam ketika dikonsumsi 3 jam sebelum tidur. Maka tak heran tidur Anda jadi terganggu. Banyak orang yang mungkin menyadari bahwa hanya minuman seperti soda, teh, dan kopi yang mengandung kafein, padahal makanan seperti coklat batangan juga mengandung kafein.

Sama halnya dengan alkohol. Meski pada awalnya bisa membuat ngantuk, minuman beralkohol bisa membuat Anda sulit tidur nyenyak atau bahkan terbangun di tengah malam.

5. Buatlah kamar tidur Anda senyaman mungkin

Agar bisa tidur nyenyak, cobalah untuk membuat kamar tidur Anda senyaman mungkin. Pastikan kamar tidur Anda adalah tempat yang gelap, sejuk, dan tenang. Suhu kamar yang ideal untuk tidur nyenyak adalah 20-23°C. Gunakan penyumbat telinga dan masker mata jika Anda tidak bisa tidur dalam lingkungan yang terang dan berisik.

Cobalah untuk tidak menggunakan kamar tidur Anda untuk hal lain selain tidur, sehingga tubuh Anda menjadi terbiasa untuk menghubungan kamar tidur dengan waktu istirahat. Hindari hal-hal yang bisa mengacaukan waktu tidur Anda, misalnya kebiasaan mengecek HP atau menonton TV sebelum tidur.

Pancaran sinar terang dari perangkat elektronik bekerja meniru sifat cahaya alami matahari. Akibatnya, jam biologis tubuh menganggap cahaya ini sebagai sinyal bahwa hari masih pagi, dan karena itu produksi melatonin (hormon pemicu ngantuk) jadi terganggu.

Bila Anda masih tidak bisa tidur setelah mencobanya selama 15 sampai 20 menit, coba lakukan hal-hal yang monoton, seperti membaca buku, atau minum susu hangat untuk memancing rasa kantuk. Tapi ingat, tetaplah rileks dan tenang. Stres dan khawatir karena tidak bisa tidur hanya akan semakin mempersulit usaha Anda untuk tidur.

6. Perhatikan obat-obatan yang Anda konsumsi

Kalau Anda masih mengalami gangguan tidur, coba periksa lagi kandungan obat yang Anda konsumsi. Pasalnya, beberapa obat kanker menimbulkan efek samping yang membuat Anda sulit tidur terjaga. Misalnya obat golongan steroid, seperti prednison. Sebaiknya minum obat tersebut jauh sebelum waktu tidur Anda.

Apabila memungkinkan, bicarakan pada dokter untuk menurunkan dosis atau mengganti jenis obatnya untuk menghidari efek samping insomnia tersebut.

Konsultasikan juga ke dokter jika Anda masih tetap sulit tidur setelah empat minggu mencoba berbagai cara ini untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit