Masih Merasa Kehausan, Padahal Sudah Banyak Minum? Anda Mungkin Mengidap Polidipsia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/01/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Biasanya, haus adalah pertanda awal dari dehidrasi. Anda juga mungkin merasa lebih haus setelah berolahraga, makan makanan asin, atau ketika beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama. Untuk kasus-kasus yang seperti ini, rasa haus akan cepat hilang setelah Anda minum cairan. Namun, apa artinya jika Anda sering haus meski sudah banyak minum?

Sering haus padahal sudah banyak minum cairan, tanda polidipsia

Polidipsia adalah kondisi haus luar biasa yang mewalahkan. Anda akan terus minum, minum, dan minum, tapi tetap merasa sering haus. Kondisi ini bisa bertahan selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan lebih lama lagi tergantung apa penyebabnya.

Selain sering haus terus, seseorang yang mengalami polidipsia juga akan bolak-balik buang air kecil. Biasanya, jumlah volume urin normal yang dikeluarkan orang dewasa sehat berkisar sekitar 3 liter per hari. Namu karena polidipsia membuat Anda terus-terusan minum, volume urin yang dibuang bisa sebanyak 16 liter dalam satu hari.

Gejala polidipsia umum lainnya meliputi mulut terus menerus terasa kering, dan bisa juga diikuti oleh gejala penyakit/kondisi yang mendasarinya.

Apa penyebab polidipsia?

Polidipsia biasanya hadir sebagai gejala sebuah kondisi medis yang mendasarinya, seperti diabetes mellitus atau diabetes insipidus, atau masalah psikologis tertentu —  mulai dari stres harian, kebosanan dan kegelisahan biasa, hingga gangguan mental tertentu seperti skizofrenia, anoreksia, dan gangguan mood.

Kecenderungan sering haus terus juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon antidiuretik dalam tubuh yang menyebabkan Anda jadi buang air kecil berlebihan (poliuria). Kondisi tubuh yang terus mengeluarkan urin dalam jumlah yang tidak normal pada akhirnya juga bisa menyebabkan Anda dehidrasi dan terus minum banyak meski tidak perlu.

Polidipsia juga bisa muncul sebagai efek samping penggunaan obat-obatan tertentu, seperti pil air (diuretik), kortikosteroid, atau asupan cairan garam (oralit atau infus).

stres saat liburan

Apakah polidipsia berbahaya?

Dilansir dari WebMD, minum terlalu banyak akibat perasaan haus ekstrem bisa mengganggu keseimbangan kimia di tubuh. Walaupun akan dikeluarkan menjadi urine, tubuh tetap tidak bisa menyimpan cairan dalam jumlah yang sangat banyak. Asupan cairan berlebihan juga dapat membuat darah menjadi encer. Hal ini bisa menyebabkan sodium dalam darah berkurang. Kondisi ini disebut dengan hiponatremia.

Gejala yang muncul pada hiponatremia adalah:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Kram
  • Refleks menjadi lambat
  • Bicara menjadi tidak jelas
  • Kelelahan
  • Kebingungan
  • Kejang

Hiponatremia tidak boleh dibiarkan terus. Hiponatremia yang semakin memburuk dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian.

Pencegahan dan pengobatan polidipsia

Untuk tindakan pencegahan, jaga asupan cairan Anda untuk mencegah mulut kering dan dehidrasi karena kekurangan cairan. Anda bisa mendapatkan cairan tidak hanya dari air, tetapi juga dari buah atau sayur.

Untuk pengobatan polidipsia yang disebabkan oleh penyakit, maka pengobatannya harus mengikuti penyakit tersebut.

Yang terpenting adalah melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat seimbang, cukup olahraga dan istirahat, dan menjaga asupan cairan dalam tubuh. Selain itu, rutin melakukan konseling untuk memelihara kesehatan mental dan fisik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Kepala Anda Pusing Saat Puasa

Kepala pusing saat puasa pasti membuat Anda tidak nyaman. Tapi, apa penyebab kepala senut-senut saat sedang menjalani ibadah puasa? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 03/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Saja yang Menyebabkan Anak Sering Muntah?

Gumoh biasa terjadi pada anak dan berbeda dengan muntah-muntah. Penyebab anak sering muntah ini perlu Anda ketahui agar dapat tepat dan cepat mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
penyebab anak sering muntah
Gangguan Pencernaan, Health Centers 09/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Kurang Minum Air Putih Bisa Sebabkan Sakit Pinggang, Ini Alasannya

Kurang minum air putih tidak hanya menimbulkan gejala dehidrasi, tapi juga bisa menyebabkan sakit pinggang. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/02/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Terbebas dari Gangguan Kecemasan

Mengatasi gangguan kecemasan bisa menggunakan obat sampai meditasi, bahkan kelompok berbagi. Mana yang cocok dengan Anda? Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rachmadin Ismail
Hidup Sehat, Psikologi 10/12/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
Frekuensi sikat gigi saat puasa dan pemilihan pasta gigi yang tepat dapat menjaga kesegaran mulut dan meminimalisasi bau mulut saat puasa

Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
mulut segar saat puasa

5 Tips Menjaga Mulut Tetap Segar Saat Puasa di Bulan Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit