Masih Merasa Kehausan, Padahal Sudah Banyak Minum? Anda Mungkin Mengidap Polidipsia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Biasanya, haus adalah pertanda awal dari dehidrasi. Anda juga mungkin merasa lebih haus setelah berolahraga, makan makanan asin, atau ketika beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama. Untuk kasus-kasus yang seperti ini, rasa haus akan cepat hilang setelah Anda minum cairan. Namun, apa artinya jika Anda sering haus meski sudah banyak minum?

Sering haus padahal sudah banyak minum cairan, tanda polidipsia

Polidipsia adalah kondisi haus luar biasa yang mewalahkan. Anda akan terus minum, minum, dan minum, tapi tetap merasa sering haus. Kondisi ini bisa bertahan selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan lebih lama lagi tergantung apa penyebabnya.

Selain sering haus terus, seseorang yang mengalami polidipsia juga akan bolak-balik buang air kecil. Biasanya, jumlah volume urin normal yang dikeluarkan orang dewasa sehat berkisar sekitar 3 liter per hari. Namu karena polidipsia membuat Anda terus-terusan minum, volume urin yang dibuang bisa sebanyak 16 liter dalam satu hari.

Gejala polidipsia umum lainnya meliputi mulut terus menerus terasa kering, dan bisa juga diikuti oleh gejala penyakit/kondisi yang mendasarinya.

Apa penyebab polidipsia?

Polidipsia biasanya hadir sebagai gejala sebuah kondisi medis yang mendasarinya, seperti diabetes mellitus atau diabetes insipidus, atau masalah psikologis tertentu —  mulai dari stres harian, kebosanan dan kegelisahan biasa, hingga gangguan mental tertentu seperti skizofrenia, anoreksia, dan gangguan mood.

Kecenderungan sering haus terus juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon antidiuretik dalam tubuh yang menyebabkan Anda jadi buang air kecil berlebihan (poliuria). Kondisi tubuh yang terus mengeluarkan urin dalam jumlah yang tidak normal pada akhirnya juga bisa menyebabkan Anda dehidrasi dan terus minum banyak meski tidak perlu.

Polidipsia juga bisa muncul sebagai efek samping penggunaan obat-obatan tertentu, seperti pil air (diuretik), kortikosteroid, atau asupan cairan garam (oralit atau infus).

stres saat liburan

Apakah polidipsia berbahaya?

Dilansir dari WebMD, minum terlalu banyak akibat perasaan haus ekstrem bisa mengganggu keseimbangan kimia di tubuh. Walaupun akan dikeluarkan menjadi urine, tubuh tetap tidak bisa menyimpan cairan dalam jumlah yang sangat banyak. Asupan cairan berlebihan juga dapat membuat darah menjadi encer. Hal ini bisa menyebabkan sodium dalam darah berkurang. Kondisi ini disebut dengan hiponatremia.

Gejala yang muncul pada hiponatremia adalah:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Kram
  • Refleks menjadi lambat
  • Bicara menjadi tidak jelas
  • Kelelahan
  • Kebingungan
  • Kejang

Hiponatremia tidak boleh dibiarkan terus. Hiponatremia yang semakin memburuk dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian.

Pencegahan dan pengobatan polidipsia

Untuk tindakan pencegahan, jaga asupan cairan Anda untuk mencegah mulut kering dan dehidrasi karena kekurangan cairan. Anda bisa mendapatkan cairan tidak hanya dari air, tetapi juga dari buah atau sayur.

Untuk pengobatan polidipsia yang disebabkan oleh penyakit, maka pengobatannya harus mengikuti penyakit tersebut.

Yang terpenting adalah melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat seimbang, cukup olahraga dan istirahat, dan menjaga asupan cairan dalam tubuh. Selain itu, rutin melakukan konseling untuk memelihara kesehatan mental dan fisik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

Sering menyikat gigi tidak menjamin kesegaran atau terhindar dari bau mulut saat puasa. Baca rekomendasi frekuensi sikat gigi saat puasa di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Frekuensi sikat gigi saat puasa dan pemilihan pasta gigi yang tepat dapat menjaga kesegaran mulut dan meminimalisasi bau mulut saat puasa
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Menjaga Mulut Tetap Segar Saat Puasa di Bulan Ramadan

Kondisi mulut saat puasa mungkin terasa kurang segar. Untuk menghindari hal ini, berikut tips yang dapat Anda lakukan agar mulut tetap segar saat puasa!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mulut segar saat puasa
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda stress yang sering diabaikan

7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
gejala diabetes tipe 1 pada anak

Waspadai, Tanda dan Gejala Diabetes Tipe 1 yang Muncul pada Anak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit
gejala diabetes ciri-ciri diabetes

12 Gejala Umum Diabetes yang Bisa Dikenali Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 12 menit