Penyebab dan Cara Mengobati Esofagitis (Radang Kerongkongan)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Esofagitis adalah iritasi atau radang pada esofagus, atau yang lebih dikenal dengan nama kerongkongan. Esofagus atau kerongkongan adalah tabung yang membawa makanan dari tenggorokan ke perut Anda. Esofagitis bisa menyakitkan dan dapat membuat seseorang sulit untuk menelan. Esofagitis dapat menyebabkan nyeri saat menelan,  sulit menelan, nyeri dada (khususnya di belakang tulang dada, yang terjadi saat menelan makanan), makanan yang tertelan terjebak di dalam esofagus (impaksi makanan), mulas, dan regurgitasi asam.

Penyebab esofagitis

Penyebab yang paling umum adalah penyakit refluks asam lambung (GERD). Bila Anda memiliki GERD, asam lambung dan makanan kembali mundur ke kerongkongan Anda, sehingga dapat mengiritasi kerongkongan. Selain GERD, penyebab lainnya dapat berupa:

  • Hernia hiatal
  • Obat-obatan yang mengiritasi kerongkongan, seperti:
  • Suplemen mineral dan vitamin, seperti vitamin C, zat besi, dan pil potasium.
  • Infeksi. Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah lebih mungkin untuk mendapatkan esofagitis. Ini termasuk orang dengan HIV, diabetes, atau masalah ginjal, serta orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang yang mengambil obat steroid.
  • Terapi radiasi.
  • Penyakit tertentu yang membuat orang sulit untuk menelan, seperti skleroderma.
  • Alergi, seringnya alergi makanan, terutama makanan laut, susu, kacang-kacangan, kedelai, atau telur.

Faktor-faktor yang membuat Anda berisiko terkena esofagitis

Faktor risiko radang esofagus ini bervariasi, tergantung pada penyebabnya.

Esofagitis karena GERD

Jika radang esofagus ini disebabkan oleh GERD, maka faktor risikonya adalah sebagai berikut:

  • Langsung tidur setelah makan.
  • Makan makanan yang terlalu banyak lemak.
  • Makan makanan yang memperburuk GERD, seperti makanan berbasis tomat, buah jeruk, kafein, alkohol, makan pedas, bawang putih dan bawang bombay, dan makanan rasa mint.

Esofagitis karena alergi

Jika radang esofagus disebabkan oleh alergi, maka faktor risikonya adalah sebagai berikut:

  • Riwayat reaksi alergi tertentu, termasuk rhinitis alergi, asma, dan dermatitis atopik.
  • Riwayat keluarga untuk eosinophilic esophagitis.

Esofagitis karena obat

Jika radang esofagus disebabkan oleh obat, maka faktor risikonya adalah sebagai berikut:

  • Menelan pil dengan air yang hanya sedikit atau tidak sama sekali.
  • Menelan obat-obatan sambil berbaring.
  • Mengonsumsi obat tepat sebelum tidur.

Bagaimana cara mengobati esofagitis?

Pengobatan medis

Pengobatan untuk esofagitis dimaksudkan untuk mengurangi gejala, mengelola komplikasi, dan mengobati penyebab gangguan tersebut. Strategi pengobatan bervariasi, terutama didasarkan pada penyebab gangguan tersebut.

Untuk radang esofagus yang disebabkan oleh GERD, maka pengobatannya adalah:

  • Menggunakan obat bebas. Ini termasuk antasida; obat yang mengurangi produksi asam, yang disebut sebagai H-2-receptor blockers; dan obat yang dapat menghalangi produksi asam sekaligus menyembuhkan kerongkongan, yang disebut sebagai proton pump inhibitor.
  • Menggunakan obat resep. Ini termasuk H-2-receptor blockers dan  proton pump inhibitor.
  • Operasi. Fundoplication dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi kerongkongan jika intervensi lainnya tidak bekerja. Ini dapat memperkuat sfingter dan mencegah asam naik ke kerongkongan.

Untuk radang esofagus yang disebabkan oleh obat-obatan, maka pengobatannya adalah:

  • Mengambil obat alternatif yang tidak menyebabkan esofagitis.
  • Mengambil obat versi cair jika memungkinkan.
  • Minum pil dengan seluruh gelas air, kecuali jika dokter meminta Anda untuk membatasi asupan cairan karena kondisi lain, seperti ginjal.

Untuk radang esofagus yang disebabkan oleh infeksi, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengobati infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit yang menyebabkan esofagitis menular.

Yang bisa dilakukan untuk mencegah dan meringankan esofagitis

Tergantung pada penyebab esofagitis yang Anda miliki, Anda dapat mengurangi gejala atau menghindari masalah berulang dengan mengikuti langkah-langkah ini:

  • Mengubah kebiasaan makan:
    • Makanlah beberapa makanan ringan, dibandingkan dengan makan 2 atau 3 kali makanan berat.
    • Setelah Anda makan, tunggulah 2-3 jam sebelum Anda berbaring.
    • Hindari makan makanan ringan larut malam.
    • Hindari makanan yang menyebabkan GERD.
  • Mengubah kebiasaan mengonsumsi pil. Selalu minum cukup cairan ketika menenggak pil, dan jangan langsung berbaring, setidaknya tunggu hingga 30 menit setelah minum pil.
  • Menurunkan berat badan. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai diet dan olahraga yang tepat, untuk membantu Anda menurunkan berata badan dan menjaga berat badan yang sehat.
  • Berhenti merokok. Bicarakan ke dokter Anda jika Anda memerlukan bantuan untuk mengakhiri kebiasaan merokok.
  • Menghindari obat tertentu. Hindari beberapa penghilang rasa sakit dan antibiotik, serta beberapa obat-obatan lain.
  • Mengangkat bagian kepala tempat tidur. Tempatkan beberapa balok kayu di bawah tempat tidur Anda untuk meningkatkan kepala Anda. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketinggian 15-20 cm. Mengangkat kepala Anda hanya dengan menggunakan bantal tidak akan efektif menyelesaikan kondisi ini.

BACA JUGA: