Cara Merawat Tubuh yang Benar Saat Menjalani Pengobatan Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pengobatan untuk kanker seperti kemoterapi dan radiasi sering kali membuat pasien merasakan efek samping pengobatan. Misalnya, rambut yang rontok, kulit yang terasa kering, hingga kuku yang mudah patah. Tetapi, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi karena pasien masih bisa melakukan perawatan tubuh saat menjalani pengobatan kanker.

Tips merawat kuku untuk pasien kanker

Saat menjalani kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh, ada efek samping yang mungkin dialami oleh pasien. Pasalnya, obat-obatan kemoterapi yang digunakan untuk mengatasi kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker payudara memiliki kandungan taxanes.

Taxanes adalah bahan kimia yang dapat mempengaruhi kondisi kuku-kuku pasien. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kuku yang mudah patah, kering, hingga berubah warna. Bahkan, pada pasien tertentu, kuku bisa lepas. Padahal, kuku sangat penting untuk menghindari tubuh dari infeksi yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, pasien kanker harus melakukan merawat kuku dengan baik selama menjalani pengobatan kanker, khususnya kemoterapi.

Untuk mencegah hal tersebut, pasien sebaiknya hindari melakukan perawatan kuku seperti manikur dan pedikur selama menjalani pengobatan. Hal itu justru semakin memperparah keadaan kuku yang sedang rapuh saat itu.

Pasien juga dianjurkan untuk selalu menggunakan sarung tangan pelindung saat bebersih rumah untuk mencegah infeksi. Alih-alih melakukan manikur dan pedikur, Anda bisa merendam jari-jari tangan atau kaki dengan air yang sudah dicampur dengan cuka selama lima belas menit.

Perawatan ini bisa mengurangi area kuku yang mengering serta membunuh bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kuku. Namun jika tanda infeksi kuku terjadi seperti kemerahan, nyeri dan keluar nanah dari kulit sekitar kuku, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Tips merawat rambut untuk pasien kanker

Rambut penderita kanker biasanya rontok dan menipis saat menjalani pengobatan. Bahkan, bukan hanya rambut di kepala saja, tapi juga bulu mata, alis, dan rambut-rambut lain yang ada di sekujur tubuhnya pun ikut rontok.

Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi jika pasien mau melakukan perawatan tubuh khusus untuk rambut selama menjalani pengobatan kanker. Mulailah dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

Hati-hati memilih produk

Untuk merawat rambut, pasien harus berhati-hati memilih produk yang baik untuk kesehatan rambut. Misalnya, jangan mewarnai, menghilangkan warna, atau menggunakan produk-produk yang mengandung bahan kimia pada rambut.

Jangan pakai pewarna rambut dulu

Pasien baru boleh menggunakan pewarna rambut semi-permanen hanya jika rambut Anda sudah benar-benar tumbuh kembali dan tidak menunjukkan tanda-tanda rontok.

Pakai kondisioner

Gunakan kondisioner saat merawat rambut pasien untuk melembapkan kulit kepalanya. Meski pasien sedang tidak memiliki rambut, proses ini tetap harus dilakukan saat sedang mandi. Diamkan selama 30 detik dan bilas dengan air hangat.

Potong rambut

Pasien juga disarankan untuk memotong rambutnya hingga pendek saat menjalani pengobatan kanker. Hal ini disebabkan rambut yang pendek tidak terlalu mengganggu jika rontok, dibandingkan dengan rambut panjang. Apalagi, pasien juga bisa mengurangi dampak emosional yang mungkin dialaminya saat rambutnya rontok dalam jumlah yang cukup banyak.

Pakai pelindung kepala

Pasien lebih baik menggunakan pelindung kepala seperti topi, turban, atau wig saat sedang bepergian. Namun, jika pasien lebih memilih untuk tidak menggunakan penutup kepala saat keluar dari rumah, pastikan pasien selalu menggunakan tabir surya pada kulit kepalanya.

Tips perawatan kulit untuk pasien kanker saat menjalani pengobatan

Selain berdampak pada kuku dan rambut, pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi juga memengaruhi kondisi kulit pasien. Umumnya, pengobatan ini menyebabkan kulit kering dan mudah iritasi.

Namun, jika pasien sudah mengetahui hal ini, ada baiknya jika pasien melakukan perawatan kulit untuk mengurangi risiko efek samping pada tubuh, khususnya kulit saat menjalani pengobatan kanker.

Mencegah timbulnya masalah kulit saat kemoterapi

Masalah kulit saat kemoterapi bisa dicegah dengan melakukan perawatan tubuh yang fokus pada kulit pasien, seperti berikut.

  • Sebaiknya, pasien tidak mandi menggunakan air yang terlalu panas. Lebih baik pasien mandi dengan air dingin atau air dalam suhu ruangan.
  • Selain itu, gunakan produk detergen yang halus dan tidak mengandung pengharum.
  • Lalu, untuk perawatan tubuh pasien kanker, gunakan krim pelembap daripada hanya menggunakan losion saja. Pasalnya, krim ini lebih ampuh dalam mencegah dehidrasi kulit. Produk ini dapat diaplikasikan pada kulit 15 menit setelah mandi. Lalu, gunakan lagi pada malam hari.
  • Jika kulit pasien terasa kering dan pecah-pecah, pasien bisa menggunakan krim yang mengandung amonium laktat.
  • Untuk melindungi kulit pasien dari sengatan matahari, pasien kanker bisa melakukan perawatan kulit dengan menggunakan tabir surya dan dioleskan di beberapa bagian tubuh yang mungkin terkena sinar matahari.

Sementara itu, saat pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker juga bisa melakukan perawatan tubuh agar kulit tetap dalam kondisi yang baik.

Mengatasi masalah kulit yang timbul saat kemoterapi

Terkadang, masalah atau gejala efek samping pengobatan kanker memang tidak bisa dihindari. Tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Jika Anda mengalami berbagai masalah kulit sebagai bagian dari efek samping pengobatan, Anda bisa melakukan perawatan tubuh yang bisa mengurangi gejala.

  • Hindari penggunaan parfum, deodoran, atau produk-produk kecantikan yang mengandung alkohol.
  • Pasien lebih baik menggunakan air dingin atau air hangat untuk mandi daripada air yang terlalu panas. Lalu, setelah mandi, pasien harus mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang kering dan lembut.
  • Saat tubuh masih lembap, pasien kanker disarankan untuk menggunakan produk-produk seperti mineral oil, minyak bayi, dan losion pelembap sebagai bagian dari perawatan tubuh.
  • Gunakan pakaian yang longgar karena pakaian ini hanya memiliki kemungkinan yang amat kecil untuk bergesekan dengan kulit hingga menyebabkan iritasi.

Jadi, bukan berarti sebagai pasien kanker yang menjalani pengobatan, Anda tidak boleh tampil menarik. Hanya saja, Anda harus lebih ‘ketat’ dalam melakukan perawatan tubuh untuk pasien kanker.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Utama Kanker Mulut dan 7 Faktor Risiko yang Jarang Diketahui

Kanker mulut tidak boleh disepelekan. Mengetahui berbagai penyebab kanker mulut dapat mengurangi risiko Anda terkena penyakit ini di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 12/09/2019 . Waktu baca 6 menit

5 Daftar Makanan Sehat yang Baik untuk Pasien Kemoterapi

Untuk mencegah efek samping saat menjalani terapi kanker, Anda bisa menyiasatinya dengan mengonsumsi makanan sehat untuk pasien kemoterapi berikut!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Tips Sehat 06/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengobati Kanker dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis lainnya

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker 28/03/2019 . Waktu baca 12 menit

4 Tips Menjaga Tubuh Tetap Prima dan Sehat Sebelum Menjalani Kemoterapi Lanjutan

Sebelum kemoterapi lanjutan, tubuh harus dalam kondisi prima supaya proses kemoterapi berjalan sesuai jadwal. Yuk, pulihkan diri Anda dengan 4 cara ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/03/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
covid-19 bunuh diri

Begini Cara Mengatur Perawatan Kanker Selama Wabah COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020 . Waktu baca 6 menit
obat kemoterapi kanker tenggorokan

Daftar Obat Kemoterapi yang Umum Digunakan Dalam Pengobatan Kanker Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 09/10/2019 . Waktu baca 6 menit
diagnosis kanker payudara

Panduan untuk Anda yang Mendapat Diagnosis Positif Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/09/2019 . Waktu baca 10 menit