Cara Merawat Tubuh yang Benar Saat Menjalani Pengobatan Kanker

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pengobatan untuk kanker seperti kemoterapi dan radiasi sering kali membuat pasien merasakan efek samping pengobatan. Misalnya, rambut yang rontok, kulit yang terasa kering, hingga kuku yang mudah patah. Tetapi, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi karena pasien masih bisa melakukan perawatan tubuh saat menjalani pengobatan kanker.

Tips merawat kuku untuk pasien kanker

Saat menjalani kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh, ada efek samping yang mungkin dialami oleh pasien. Pasalnya, obat-obatan kemoterapi yang digunakan untuk mengatasi kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker payudara memiliki kandungan taxanes.

Taxanes adalah bahan kimia yang dapat mempengaruhi kondisi kuku-kuku pasien. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kuku yang mudah patah, kering, hingga berubah warna. Bahkan, pada pasien tertentu, kuku bisa lepas. Padahal, kuku sangat penting untuk menghindari tubuh dari infeksi yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, pasien kanker harus melakukan merawat kuku dengan baik selama menjalani pengobatan kanker, khususnya kemoterapi.

Untuk mencegah hal tersebut, pasien sebaiknya hindari melakukan perawatan kuku seperti manikur dan pedikur selama menjalani pengobatan. Hal itu justru semakin memperparah keadaan kuku yang sedang rapuh saat itu.

Pasien juga dianjurkan untuk selalu menggunakan sarung tangan pelindung saat bebersih rumah untuk mencegah infeksi. Alih-alih melakukan manikur dan pedikur, Anda bisa merendam jari-jari tangan atau kaki dengan air yang sudah dicampur dengan cuka selama lima belas menit.

Perawatan ini bisa mengurangi area kuku yang mengering serta membunuh bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kuku. Namun jika tanda infeksi kuku terjadi seperti kemerahan, nyeri dan keluar nanah dari kulit sekitar kuku, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Tips merawat rambut untuk pasien kanker

Rambut penderita kanker biasanya rontok dan menipis saat menjalani pengobatan. Bahkan, bukan hanya rambut di kepala saja, tapi juga bulu mata, alis, dan rambut-rambut lain yang ada di sekujur tubuhnya pun ikut rontok.

Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi jika pasien mau melakukan perawatan tubuh khusus untuk rambut selama menjalani pengobatan kanker. Mulailah dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

Hati-hati memilih produk

Untuk merawat rambut, pasien harus berhati-hati memilih produk yang baik untuk kesehatan rambut. Misalnya, jangan mewarnai, menghilangkan warna, atau menggunakan produk-produk yang mengandung bahan kimia pada rambut.

Jangan pakai pewarna rambut dulu

Pasien baru boleh menggunakan pewarna rambut semi-permanen hanya jika rambut Anda sudah benar-benar tumbuh kembali dan tidak menunjukkan tanda-tanda rontok.

Pakai kondisioner

Gunakan kondisioner saat merawat rambut pasien untuk melembapkan kulit kepalanya. Meski pasien sedang tidak memiliki rambut, proses ini tetap harus dilakukan saat sedang mandi. Diamkan selama 30 detik dan bilas dengan air hangat.

Potong rambut

Pasien juga disarankan untuk memotong rambutnya hingga pendek saat menjalani pengobatan kanker. Hal ini disebabkan rambut yang pendek tidak terlalu mengganggu jika rontok, dibandingkan dengan rambut panjang. Apalagi, pasien juga bisa mengurangi dampak emosional yang mungkin dialaminya saat rambutnya rontok dalam jumlah yang cukup banyak.

Pakai pelindung kepala

Pasien lebih baik menggunakan pelindung kepala seperti topi, turban, atau wig saat sedang bepergian. Namun, jika pasien lebih memilih untuk tidak menggunakan penutup kepala saat keluar dari rumah, pastikan pasien selalu menggunakan tabir surya pada kulit kepalanya.

Tips perawatan kulit untuk pasien kanker saat menjalani pengobatan

Selain berdampak pada kuku dan rambut, pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi juga memengaruhi kondisi kulit pasien. Umumnya, pengobatan ini menyebabkan kulit kering dan mudah iritasi.

Namun, jika pasien sudah mengetahui hal ini, ada baiknya jika pasien melakukan perawatan kulit untuk mengurangi risiko efek samping pada tubuh, khususnya kulit saat menjalani pengobatan kanker.

Mencegah timbulnya masalah kulit saat kemoterapi

Masalah kulit saat kemoterapi bisa dicegah dengan melakukan perawatan tubuh yang fokus pada kulit pasien, seperti berikut.

  • Sebaiknya, pasien tidak mandi menggunakan air yang terlalu panas. Lebih baik pasien mandi dengan air dingin atau air dalam suhu ruangan.
  • Selain itu, gunakan produk detergen yang halus dan tidak mengandung pengharum.
  • Lalu, untuk perawatan tubuh pasien kanker, gunakan krim pelembap daripada hanya menggunakan losion saja. Pasalnya, krim ini lebih ampuh dalam mencegah dehidrasi kulit. Produk ini dapat diaplikasikan pada kulit 15 menit setelah mandi. Lalu, gunakan lagi pada malam hari.
  • Jika kulit pasien terasa kering dan pecah-pecah, pasien bisa menggunakan krim yang mengandung amonium laktat.
  • Untuk melindungi kulit pasien dari sengatan matahari, pasien kanker bisa melakukan perawatan kulit dengan menggunakan tabir surya dan dioleskan di beberapa bagian tubuh yang mungkin terkena sinar matahari.

Sementara itu, saat pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker juga bisa melakukan perawatan tubuh agar kulit tetap dalam kondisi yang baik.

Mengatasi masalah kulit yang timbul saat kemoterapi

Terkadang, masalah atau gejala efek samping pengobatan kanker memang tidak bisa dihindari. Tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Jika Anda mengalami berbagai masalah kulit sebagai bagian dari efek samping pengobatan, Anda bisa melakukan perawatan tubuh yang bisa mengurangi gejala.

  • Hindari penggunaan parfum, deodoran, atau produk-produk kecantikan yang mengandung alkohol.
  • Pasien lebih baik menggunakan air dingin atau air hangat untuk mandi daripada air yang terlalu panas. Lalu, setelah mandi, pasien harus mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang kering dan lembut.
  • Saat tubuh masih lembap, pasien kanker disarankan untuk menggunakan produk-produk seperti mineral oil, minyak bayi, dan losion pelembap sebagai bagian dari perawatan tubuh.
  • Gunakan pakaian yang longgar karena pakaian ini hanya memiliki kemungkinan yang amat kecil untuk bergesekan dengan kulit hingga menyebabkan iritasi.

Jadi, bukan berarti sebagai pasien kanker yang menjalani pengobatan, Anda tidak boleh tampil menarik. Hanya saja, Anda harus lebih ‘ketat’ dalam melakukan perawatan tubuh untuk pasien kanker.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca