Apa Itu Perawatan Paliatif? Siapa yang Memerlukannya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/04/2020
Bagikan sekarang

Meski pengobatan biasanya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit, perawatan paliatif memiliki tujuan yang sedikit berbeda. Biasanya perawatan ini ditujukan bagi pasien yang menderita penyakit kronis stadium lanjut. Apa itu perawatan paliatif, siapa saja yang membutuhkannya, dan seperti apa prosedurnya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Kematian akibat penyakit kronis terus meningkat

Seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dan pola makan, semakin banyak orang yang mengalami penyakit kronis bahkan di usia yang masih muda. Dari data yang dimiliki oleh WHO, diketahui ada 38 juta orang yang meninggal dunia setiap tahunnya karena mengidap penyakit tidak menular. Bahkan penyakit-penyakit ini telah dialami oleh 16 juta jiwa orang, sebelum mereka berusia 70 tahun dan menyebabkan kematian dini sebanyak 82%.

Penyakit kardiovaskular – penyakit yang mengganggu kesehatan jantung serta pembuluh darah – adalah penyebab utama yang menyebabkan tingkat kematian dini di dunia. Kemudian disusul dengan penyakit kanker yang telah meningkat kejadiannya hingga 70% selama 2 dekade terakhir, lalu diabetes dan penyakit pernapasan.

Tingginya tingkat kematian akibat penyakit serius membuat WHO menyarankan untuk melakukan perawatan paliatif yang dianggap dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. WHO menyatakan bahwa setiap orang di dunia berhak untuk mendapatkan perawatan yang paling baik walaupun di masa-masa akhir hidupnya. Saking banyaknya orang yang mengalami penyakit serius, maka diperkirakan setiap tahunnya terdapat 19 juta pasien yang membutuhkan perawatan paliatif.

Tapi apa itu perawatan paliatif? Apa bedanya dengan pengobatan yang biasa?

BACA JUGA: 3 Tanda Penyakit Jantung di Usia Muda

Apa itu perawatan paliatif?

Perawatan paliatif adalah perawatan yang bisa didapatkan para pasien yang menderita penyakit kronis dengan stadium lanjut, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peningkatan hidup dilakukan dengan cara pendekatan dari sisi psikologis, psikososial, mental serta spiritual pasien, sehingga membuat pasien lebih tenang, bahagia, serta nyaman ketika menjalani pengobatan.

Di Indonesia sendiri sebenarnya telah ada ketentuan dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa harus ada penerapan perawatan paliatif untuk beberapa jenis penyakit serius. Namun sampai saat ini memang pelaksanaannya masih terhambat dengan berbagai hal sehingga belum ada perawatan paliatif yang maksimal yang bisa diterima pasien di rumah sakit.

Walaupun sampai saat ini perawatan paliatif seringnya dilakukan pada pasien kanker, namun sebenarnya ada beberapa penyakit yang juga membutuhkan perawatan ini, seperti:

  • Penyakit yang diderita oleh orang dewasa, adalah Alzheimer, demensia, kanker, penyakit kardiovaskuler (termasuk dengan serangan jantung), sirosis, penyakit paru obstruktif kronis, diabetes, HIV/AIDS, gagal ginjal, Multiple Sclerosis, Parkinson, dan TBC.
  • Penyakit yang dialami oleh anak-anak, yaitu kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, sirosis, ganggguan pada sistem imunitas, HIV/AIDS, meningitis, penyakit ginjal, dan masalah pada sistem saraf.

BACA JUGA: 9 Penyakit yang Membuat Anda Cepat Lelah

Bagaimana prosedur perawatan paliatif?

Penyakit kronis yang dialami pasien telah menyebabkan berbagai hal. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan saja, namun mempengaruhi semua aspek kehidupan pasien. Oleh karena itu, perawatan paliatif dilakukan untuk mengurangi dampak lain yang mungkin timbul karena penyakit yang diserita pasien.

Gangguan fisik, seperti nyeri, susah tidur, napas menjadi pendek, tidak nafsu makan, dan merasa sakit pada perut. Berbagai hal tersebut sering kali dirasakan oleh pasien penyakit kronis yang sudah berada di stadium akhir. Lalu, yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah melakukan konseling gizi, melakukan terapi fisik, serta memberikan teknik bagaimana mengambil napas dalam-dalam agar tubuh menjadi lebih rileks

Gangguan emosi dan sosial. Tentunya menderita suatu penyakit serius akan membuat pasien merasa takut, marah, sedih, emosi tidak terkontrol, dan depresi. Begitupun dengan keluarga pasien yang juga merasakan hal yang sama. Dalam perawatan paliatif, hal ini dapat dikurangi dengan cara melakukan konseling, membuat diskusi antar-sesama pasien yang memiliki riwayat penyakit yang sama, dan pertemuan keluarga.

Masalah finansial. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika menderita sakit, Anda dan keluarga tidak hanya harus siap mental dan fisik saja, namun dari segi keuangan juga harus diperhatikan. Penyakit serius tentunya menyebabkan pengeluaran untuk biaya pengobatan yang cukup besar. Oleh karena itu dalam perawatan paliatif ini, tim perawat harus menjelaskan seberapa besar biaya yang diperlukan untuk pengobatan, sebelum pengobatan tersebut dilakukan. Tidak hanya itu, tim perawat paliatif juga harus memberikan konseling terkait keuangan.  

Masalah spiritual. Ketika seseorang mengalami penyakit yang serius maka mereka akan mencari kedamaian serta ketenangan. Tim perawat akan menolong pasien untuk menemukan kedamaiannya, dan biasanya melibatkan tokoh masing-masing agama yang dipercayainya.

BACA JUGA: 10 Gejala Kanker Payudara Stadium 4

Apa manfaat perawatan paliatif?

Sudah ada berbagai penelitian yang melihat apakah perawatan paliatif berhasil dan memberikan manfaat pada pasien dengan penyakit serius. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut sebagian besar menyatakan hal yang sama, yaitu pasien yang bisa mengatasi gejala dan tanda yang muncul dari penyakit yang sedang dideritanya, bisa mengontrol emosi, serta berkomunikasi dengan baik ternyata cenderung memiliki pengalaman pengobatan yang lebih baik dibandingkan sebaliknya.

Siapa yang memberikan perawatan paliatif pada pasien?

Tim perawatan paliatif terdiri dari berbagai ilmu dan profesi, tergantung dengan kebutuhan pasien. Untuk mengatasi gangguan fisik pada pasien, biasanya tetap dilakukan oleh para tenaga medis, seperti ahli gizi, perawat, dokter, apoteker. Sedangkan untuk masalah psikosial, spritual, serta finansial dapat dilakukan dengan profesi yang bersangkutan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    minum madu saat sahur

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    buah untuk berbuka puasa

    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    fit saat puasa

    7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020