Yang disebut payudara bengkak adalah jika ada pembesaran di salah satu atau kedua payudara, dibandingkan dengan ukuran payudara biasanya. Pembengkakan payudara juga mungkin disertai gejala lain seperti nyeri, benjolan, perubahan puting susu, dan cairan yang keluar dari puting susu.

Payudara bengkak biasanya merupakan proses fisiologis normal seperti yang terlihat pada masa pubertas, menjelang menstruasi, atau saat kehamilan. Namun, kondisi ini mungkin juga merupakan gejala dari gangguan medis. 

Penyebab payudara bengkak yang sering terjadi

1. Pubertas

Masa pubertas adalah pertama kali Anda bermasalah dengan payudara Anda yang sedang tumbuh. Payudara membengkak merupakan salah satu tanda pubertas pada anak perempuan. Pubertas terjadi ketika tubuh perempuan mulai memproduksi hormon wanita dengan tinggi.

Anak perempuan biasanya mengalami pengembangan atau pembengkakan payudara antara usia 7 dan 13 tahun, walaupun beberapa anak perempuan dapat mengalaminya lebih awal atau lebih lambat. Saat anak perempuan memasuki pubertas, jaringan yang terbentuk di payudara mereka menyebabkan area datar di sekitar puting susu membesar, dan payudara terlihat membengkak.

2. Gejala akan menstruasi

Kebanyakan wanita mengalami perubahan pada payudara mereka sebelum atau selama siklus menstruasi. Payudara sering menjadi nyeri dan bengkak, terasa berat dan nyeri sebelum menstruasi dimulai. Hal ini disebabkan oleh kenaikan hormon estrogen dan progesteron selama sebulan. Peningkatan hormon progesteron inilah yang memicu pertumbuhan kelenjar susu.

3. Hamil

Payudara membengkak adalah salah satu tanda pertama yang diperhatikan wanita saat hamil. Perubahan pada payudara bisa dimulai sejak 1 sampai 2 minggu setelah pembuahan.

4. Menyusui

Jika Anda menyusui anak Anda, maka Anda juga akan mengalami payudara membengkak. Hal ini disebabkan oleh produksi susu di dalam payudara. Terkadang, bayi yang mengisap payudara bisa menyebabkan pembengkakan sementara, untuk itu Anda tidak perlu khawatir.

5. Benjolan payudara

Terkadang, nyeri di payudara disebabkan oleh benjolan yang jinak pada payudara. Benjolan ini bisa terbentuk selama proses menyusui. Benjolan tersebut mungkin juga kista dan bukan kondisi yang mengkhawatirkan. Benjolan di payudara harus selalu dievaluasi oleh dokter

6. Infeksi payudara

Infeksi payudara dapat terjadi karena cedera, menyusui dan kebiasaan yang tidak bersih. Tanda-tanda yang terlihat jika Anda mengalami infeksi payudara adalah kemerahan pada puting susu dan payudara terasa nyeri.

7. Infeksi limfatik

Sistem limfatik mengalirkan darah dari luar pembuluh darah ke seluruh jaringan di tubuh. Jika nodus payudara membengkak karena infeksi, area di sekitarnya menjadi merah dan nyeri juga. Anda harus menghubungi dokter sesegera mungkin jika terjadi infeksi limfatik karena bisa berakibat fatal jika tidak diobati.

8. Mastitis

Mastitis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan bisa menyebabkan radang di sekitar puting, bahkan hingga demam. Payudara Anda akan merasa sakit dan terasa panas saat disentuh. Jika ini terjadi, dokter perlu dihubungi dan sering akan meresepkan antibiotik.

9. Nekrosis lemak payudara

Setelah operasi atau luka, benjolan bisa terjadi di payudara. Benjolan ini disebabkan oleh jaringan yang memar dan disebut nekrosis lemak payudara. Benjolan ini jinak dan tidak menyebabkan kanker payudara. Namun, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan nyeri di payudara.

10. Kanker payudara

Jika seorang Anda mengalami sakit kronis dan parah di payudara, segera hubungi dokter. Payudara bengkak disertai rasa sakit yang parah, bisa jadi merupakan gejala kanker payudara. Tanda-tanda lainnya yaitu rasa sakit di lengan atas, rasa nyeri pada puting, dan benjolan di payudara.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca