Central Serous Chorioretinopathy, Pandangan Buram Hanya di Satu Sisi Mata. Bahayakah?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/03/2018
Bagikan sekarang

Pada umumnya, mata buram menandakan Anda memiliki masalah ketajaman penglihatan umum — seperti mata minus, plus, atau silinder — yang bisa diperbaiki dengan pemakaian kacamata atau lensa kontak. Namun, Anda sebaiknya periksakan ke dokter apabila mata buram sebelah saja. Kondisi mata buram sebelah dikenal dengan nama central serous chorioretinopathy (CSCR). Mata buram sebelah akibat CSCR bisa menandakan masalah kesehatan serius yang mendasarinya.

Sekilas tentang central serous chorioretinopathy (CSCR)

Central serous chorioretinopathy (CSCR) adalah gangguan penglihatan akibat adanya kebocoran cairan dari lapisan jaringan di bawah retina, disebut koroid, yang kemudian merembes dan menumpuk di lapisan retina. Central serous chorioretinopathy juga biasa disebut sebagai central serous choroidopathy. Dalam bahasa Indonesia, CSCR disebut sebagai retinopati serosa sentral.

Penumpukan cairan menyebabkan timbulnya pembengkakan di lapisan retina. (sumber: sneretina.com)

Cairan yang menumpuk di lapisan retina menyebabkan gangguan penglihatan berupa perubahan bentuk benda dari bentuk asli benda yang seharusnya dilihat.

Apa gejalanya?

CSCR biasanya hanya membuat mata buram sebelah. Gejala lain yang dapat menyertai adalah:

  • Area berwarna hitam tepat di pusat penglihatan
  • Garis lurus yang menjadi terlihat bengkok, bergelombang
  • Benda menjadi terlihat lebih kecil dari ukuran asli
  • Benda menjadi terlihat lebih jauh dari jarak sebenarnya
  • Benda yang berwarna putih menjadi terlihat kekuningan

Ada dua jenis CSCR

Mata buram sebelah akibat CSCR terbagi dalam dua jenis, yaitu akut dan kronis.

CSCR akut lebih sering menyerang laki-laki usia pertengahan (20–50 tahun). Gangguan mata buram sebelah jenis ini bersifat sementara dan mendadak. CSCR akut biasanya dapat sembuh sendiri ketika cairan tersebut pada akhirnya terserap kembali dalam waktu 2–6 bulan. Apabila fase akut ini terjadi secara berulang kali, bisa berkembang menjadi CSCR kronis dengan gejala gangguan penglihatan yang lebih jelas terasa.

Pada fase kronis, penumpukan cairan bertahan lebih dari 6 bulan dan sudah tidak dapat diserap kembali tanpa diberikan pengobatan. Selain buram sebelah, sisi mata yang terpengaruh oleh CSCR juga dapat kehilangan penglihatan seluruhnya (buta sebelah) apabila penumpukan cairan terletak di daerah makula (struktur di mata yang mengandung banyak sel batang dan kerucut).

Apa penyebab mata buram sebelah khas CSCR?

Penyebab pasti dari CSCR belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang diduga ikut andil sebagai penyebabnya:

  • Genetik alias kelainan mata bawaan. Sedikitnya 50% penderita CSCR memiliki keluarga yang juga menderita hal serupa.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat meningkatkan risiko Anda mengalami mata buram sebelah akibat CSCR hingga 2,2 kali lipat.
  • Penggunaan kortikosteroid (dexamethasone, methylprednisolone, dll).
  • Karakterisik dan sikap yang kompetitif, agresif, serta temperamental
  • Gangguan tidur meningkatkan risiko CSCR hingga 22%.

Pemeriksaan apa saja yang dibutuhkan?

Pemeriksaan akan diawali dengan memberikan obat tetes mata yang berfungsi untuk membesarkan pupil sehingga retina dapat terlihat dengan jelas. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan oftalmoskop untuk melihat kondisi retina Anda. Pemeriksaan lainnya yang juga dapat dilakukan adalah pemeriksaan angiografi fluorosen dan pemeriksaan optical coherence tomography (OCT).

Pemeriksaan angiografi fluorosen dilakukan dengan menyuntikkan zat kontras ke pembuluh darah dan kemudian foto retina diambil disaat zat kontras tersebut melalui pembuluh darah retina. Sedangkan pemeriksaan OCT dilakukan dengan cara memindai ketebalan retina.

Adakah pengobatan yang dapat mengobati CSCR?

Pengobatan mata buram sebelah tergantung dari fase CSCR mana yang Anda derita.

Fase akut bisa sembuh sendiri seiring waktu hingga cairan diserap kembali oleh tubuh, sementara fase kronis dapat ditangani dengan fotokoagulasi laser, suntikan anti-VEGF (bevacizumab), hingga obat minum (acetazolamide, aspirin, spironolakton).

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

3 Manfaat Sawi Putih yang Sayang untuk Dilewatkan

Selain kaya nutrisi, masih ada beragam manfaat sawi putih lainnya yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut tiga di antaranya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 01/04/2019

5 Tips Jitu Cegah Mata Gatal di Malam Hari, Agar Tidur Lebih Nyenyak

Mata yang gatal di malam hari bisa menganggu kualitas tidur Anda. Agar tetap bisa tidur dengan nyenyak, yuk cegah rasa gatal dengan cara-cara berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Ini 4 Tanda Obat Tetes Tak Lagi Manjur Atasi Mata Kering

Sudah coba cara dan obat ini itu tapi mata tetap terasa kering? Pahami tanda-tanda jika obat yang Anda gunakan sudah tisak ampuh mengobati mata kering.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

ciri ciri bayi buta

Ciri-Ciri Kebutaan pada Bayi dan Anak yang Sebaiknya Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
jenis tipe stroke mata

4 Jenis Stroke yang Umum Menyerang Mata

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2019
implan glaukoma

Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2019
freckles di mata

Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2019