Eksim merupakan kondisi yang membuat kulit menjadi merah, gatal, dan meradang. Biasanya, eksim banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Namun, tak menutup kemungkinan orang dewasa pun bisa mengalaminya. Eksim bisa mengarah pada komplikasi dan salah satunya terjadi ketika mengalami infeksi baik karena virus, jamur, atau bakteri. Lantas, mengapa infeksi pada eksim bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya? Berikut ulasannya.

Penyebab infeksi eksim pada kulit

bakteri dan virus manakah yang lebih berbahaya

Eksim bisa mengalami infeksi jika Anda mengalami luka terbuka di bagian tersebut. Luka biasanya berkembang ketika seseorang menggaruk kulitnya saat gatal menyerang. Akibatnya, luka yang terbuka ini kemudian dimasuki virus, bakteri, dan juga jamur.  Jika hal ini terjadi, infeksi tak lagi dapat terhindarkan. Beberapa mikroba yang membuat eksim menjadi terinfeksi, yaitu:

Staphylococcus aureus (Infeksi Staph)

Staphylococcus aureus adalah bakteri yang ditemukan pada kulit hampir semua orang dengan eksim. Bakteri ini juga hidup di sebagian orang yang sehat. Biasanya, bakteri akan tumbuh dengan subur pada kulit yang sedang luka. Eksim yang telah terinfeksi bakteri ini akan menyebar dengan sangat cepat. Akibatnya, eksim menjadi sulit untuk diobati.

Infeksi jamur

Kurap termasuk salah satu infeksi jamur yang paling sering menyerang eksim. Infeksi jamur ini sebenarnya bisa terjadi pada semua orang. Akan tetapi, orang yang memiliki eksim biasanya lebih rentan terkena kurap.

Virus herpes simplex

Herpes simplex adalah salah satu virus yang bisa menginfeksi orang yang memiliki eksim. Infeksi eksim yang disebabkan oleh virus herpes simplex disebut dengan eksim herpeticum. Jika tidak ditangani dengan perawatan yang tepat dan tidak diobati dengan antivirus, kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan hingga kematian.

Berbagai gejala yang menandai infeksi eksim

eksim kering dan eksim basah

Biasanya eksim yang telah mengalami infeksi cukup mudah dikenali dan dibedakan dengan eksim biasanya. Salah satu ciri utamanya adalah area kulit yang lebih meradang dibanding biasanya. Adapun ciri-ciri lainnya, yaitu:

  • Kulit melepuh
  • Kulit sangat gatal
  • Ada rasa seperti perih terbakar pada kulit yang mengalami infeksi
  • Infeksi yang parah bisa membuat seseorang mengalami demam dan menggigil
  • Keluarnya cairan dari kulit yang terkena eksim, bisa bening atau nanah yang berwarna putih dan kuning

Jika Anda mengalami berbagai gejala ini di area yang eksim, segera konsultasikan ke dokter agar infeksi bisa segera diobati dengan perawatan yang tepat.

Pengobatan untuk eksim yang sudah terinfeksi

efek samping salep obat kortikosteroid

Pengobatan dokter

Infeksi eksim akan diobati sesuai dengan penyebabnya. Jika penyebab infeksinya berasal dari virus, dokter akan meresepkan berbagai obat antivirus yang sesuai.

Sementara itu, untuk infeksi eksim yang diakibatkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan obat antibiotik minum atau oles. Biasanya krim atau salep oles akan diresepkan untuk infeksi yang tergolong ringan. Sementara antibiotik minum biasanya diresepkan untuk mengatasi infeksi yang cukup berat.

Kemudian, dokter akan meresepkan krim dan obat-obatan antijamur jika infeksinya disebabkan oleh jamur. Dokter juga akan meresepkan krim steroid untuk membantu mengurangi radang yang mengakibatkan pembengkakan dan kemerahan yang cukup parah pada berbagai jenis infeksi baik yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan juga jamur.

Pengobatan alami

Selain dengan pengobatan dari dokter, Anda juga bisa melakukan berbagai pengobatan alami seperti:

  • Mengoleskan dengan minyak esensial seperti tea tree.
  • Menggunakan sabun mandi dan krim yang mengandung emolien untuk mengurangi peradangan.
  • Probiotik, untuk mengimbangi efek samping antibiotik pada sistem pencernaan.

Komplikasi jika infeksi eksim tidak diobati

mengatasi eksim

Eksim yang telah terinfeksi tetapi tidak diobati atau tidak mendapatkan perawatan yang tepat bisa menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Eksim yang lama dan berkepanjangan sehingga sulit diobati.
  • Rasa gatal dan lepuhan yang semakin parah dari hari ke hari.
  • Resistan (kebal) terhadap krim steroid oles karena digunakan dalam jangka waktu lama.
  • Timbulnya jaringan parut/ keloid di kulit.
  • Adanya gangguan pertumbuhan pada anak akibat penggunaan steroid berkepanjangan.
  • Sepsis (keracunan darah).

Cara untuk mencegah agar eksim tidak terinfeksi

Untuk mencegah agar eksim tidak mengalami infeksi, hindari menggaruk kulit saat gatal. Jika rasa gatal tidak tertahankan, Anda dapat mengonsumsi obat antihistamin seperti cetirizine atau diphenhydramin. Selain itu, usahakan untuk menjaga kulit tetap sehat dan bersih. Tak lupa gunakan pelembap agar kulit tidak kering. Kulit yang kering akan sangat mudah pecah-pecah dan terluka hingga bisa meningkatkan risiko infeksi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca