Mengulik Agranulositosis, Defisiensi Sel Darah Putih yang Bisa Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sel darah putih adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang dibutuhkan untuk melawan infeksi penyebab penyakit. Ketika kita tidak memiliki cukup sel darah putih, infeksi akan semakin merajalela dalam tubuh. Kekurangan sel darah putih alias agranulositosis adalah sebuah kondisi yang langka. Akan tetapi, efeknya bisa sangat fatal apabila terlambat diobati. Agranulositosis dapat menyebabkan kematian akibat komplikasi infeksi darah yang disebut septikemia. Berikut semua informasi penting seputar agranulositosis yang perlu Anda ketahui.

Apa itu agranulositosis?

Agranulositosis adalah kondisi langka yang membuat sumsum tulang tidak bisa memproduksi granulosit dalam jumlah cukup. Granulosit adalah bagian dari sel darah putih yang membangun sistem kekebalan tubuh. Sel-sel ini mengandung enzim yang dapat membunuh bakteri dan organisme lain, serta memecah zat asing yang dapat membahayakan tubuh. Tanpa granulosit, Anda berisiko lebih tinggi untuk bolak-balik terkena infeksi atau mengalami infeksi kronis (jangka panjang).

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan sumsum tulang Anda tidak menghasilkan neutrofil atau menghasilkan neutrofil yang gagal bertumbuh menjadi sel matang dan berfungsi normal. Mungkin juga, beberapa fator ini menyebabkan neutrofil mati terlalu cepat.

Normalnya, jumlah sel darah putih dalam tubuh berkisar sekitar 1500-8000 granulosit (neutrofil) per mikroliter darah. Anda dikatakan mengalami agranulositosis ketika jumlah sel darah putih Anda kurang dari 100 neutrofil per mikroliter darah. Semakin rendah jumlah neutrofil dan apabila semakin lama semakin menurun jumlahnya, semakin besar risiko Anda terkena infeksi berbahaya.

Agranulositosis lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria, dan di usia berapa pun. Untuk agranulositosis bawaan lebih sering ditemukan pada anak-anak, yang biasanya tidak memiliki angka harapan hidup yang panjang.

Tanda dan gejala agranulositosis adalah

Gejala-gejala umum agranulositosis adalah:

  • Demam mendadak
  • Panas dingin
  • Penurunan tekanan darah yang menyebabkan kelemahan anggota badan
  • Luka di mulut atau tenggorokan
  • Sakit tenggorokan
  • Gusi berdarah
  • Kelelahan
  • Gejala seperti flu
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Pembengkakan kelenjar

Jika gejala-gejala ini terus dibiarkan tanpa pengobatan, infeksi bisa menyerang hingga ke dalam darah dan menyebabkan kondisi keracunan yang dikenal sebagai sepsis. Sepsis dapat mengancam nyawa jika tidak cepat ditangani. Gejala sepsis yang harus Anda waspadai adalah detak jantung cepat, napas cepat, dan penurunan kesadaran.

Apakah penyebab agranulositosis?

Beberapa kasus agranulositosis merupakan kondisi kelainan genetik bawaan sejak lahir, sementara yang lainnya merupakan efek samping dari konsumsi obat atau prosedur medis tertentu — seperti kemoterapi.

Obat-obatan yang dapat menyebabkan agranulositosis termasuk:

  • Obat antitiroid, seperti carbimazole dan methimazole (Tapazole).
  • Obat antiradang, seperti sulfasalazine (Azulfidine), dipyrone (Metamizole), dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Antipsikotik, seperti clozapine (Clozaril).
  • Antimalaria, seperti quinine.

Sejumlah masalah atau kondisi kesehatan tertentu juga dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan sel darah putih. Misalnya, paparan bahan kimia dari insektisida DDT, kanker yang menyerang sumsum tulang, infeksi serius, paparan radiasi, penyakit autoimun (seperti lupus eritematosus sistemik), transplantasi sumsum tulang, hingga kekurangan gizi.

Agranulositosis lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria, dan di usia berapa pun. Untuk agranulositosis bawaan lebih sering ditemukan pada anak-anak, yang biasanya tidak memiliki angka harapan hidup panjang.

Apa saja perawatan untuk agranulositosis?

Pengobatan agranulositosis akan berdasarkan penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, obat antibiotik dapat diresepkan dokter untuk mengobati gejalanya. Jika disebabkan oleh efek samping obat tertentu, bicarakan lebih lanjut dengan dokter yang menangani Anda untuk kemungkinan menurunkan dosis atau mengganti jenis obatnya. Dokter bahkan mungkin juga menyarankan Anda untuk menghentikan dosis obat tersebut untuk sementara waktu.

Pada pasien kemoterapi, dokter mungkin merekomendasikan mereka untuk menjalani terapi granulocyte colony-stimulating factor untuk mendorong sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak neutrofil.

Transfusi neutrofil bisa menjadi alternatif pengobatan sementara yang bisa dipilih bagi sebagian orang.

Dengan pengobatan tepat waktu, agranulositosis dapat dikendalikan dan membaik seiring waktu. prospek agranulositosis lebih baik. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut dapat dikelola.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Selain mendeteksi keberadaan COVID-19 di tubuh, antibodi dapat digunakan untuk melawan virus terutama pasien yang pulih dari SARS. Apa hubungan keduanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 28 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Jadi Penyebab Sistem Imun Anak Menurun

Agar bisa tetap bekerja melindunginya dari serangan penyakit, ketahui dan hindari beberapa penyebab sistem imun anak menurun berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
penyebab sistem imun menurun
Kesehatan Anak, Parenting 14 April 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Kandungan Jambu Biji yang Ampuh Menjaga Imun Tubuh

Entah itu dibuat jus atau dimakan secara langung, kandungan pada jambu biji ternyata memberi manfaat untuk menjaga dan meningkatkan sistem imun Anda.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
manfaat jus jambu biji
Nutrisi, Hidup Sehat 7 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Leukopenia, Kondisi Ketika Kadar Leukosit Rendah

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan jumlah sel darah putih pada bayi Anda di bawah angka normal? Ini dia beberapa penyebab leukosit bayi menjadi rendah.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Anak, Parenting 1 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

imunisasi yang harus diulang

Daftar Imunisasi Anak yang Harus Diulang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
probiotik meningkatkan daya tahan tubuh

Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Coba Konsumsi Makanan Probiotik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
kekebalan tubuh saat hamil

Kekebalan Tubuh Berubah saat Hamil? Ini Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
jamur cordyceps untuk kesehatan paru

Berkenalan dengan Cordyceps Millitaris, Jamur yang Baik untuk Kesehatan Paru

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit