4 Pilihan Pengobatan untuk Menyembuhkan Osteopenia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/10/2019 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Semakin bertambah tua, tulang akan semakin menurun kepadatannya. Jika kepadatan tulang menurun drastis, dokter mungkin mencurigai osteopenia sebagai penyebabnya. Lantas sebelum terlambat menjadi keropos, apa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan pasien untuk mengobati osteopenia? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Pilihan pengobatan untuk osteopenia

Osteopenia adalah penurunan kepadatan tulang secara tidak normal. Akibatnya, kekuatan tulang ikut menurun dan risiko patah tulang menjadi lebih besar. Kondisi ini bisa disebut sebagai peralihan tulang yang sehat menuju osteoporosis.

Kondisi ini tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga hanya bisa diketahui lewat tes kepadatan tulang, yakni dual-energy x-ray absorptiometry (DXA). Supaya osteopenia tidak semakin memburuk dan meningkatkan risiko osteoporosis, pasien perlu mendapatkan pengobatan, seperti:

1. Minum obat

aturan minum obat diare

Osteopenia dapat diobati dengan obat osteoporosis. Namun, harus diminum atas resep dokter. Pasalnya, tidak semua obat osteoporosis diperbolehkan untuk pasien osteopenia. Selain itu, pengawasan dokter juga membantu menghindari penggunaan obat yang berlebihan.

Nah, beberapa obat yang biasanya digunakan untuk menyehatkan tulang kembali, antara lain:

  • Bifosfonat. Obat ini bekerja dengan memperlambat laju penurunan kepadatan tulang sehingga risiko patah tulang juga menurun. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet maupun suntikan.
  • Teriparatide. Obat ini bekerja seperti hormon yang dibuat oleh kelenjar paratiroid untuk membantu pertumbuhan tulang.
  • Raloxifene. Obat ini digunakan untuk dapat mencegah dan mengobati osteoporosis. Pengobatan osteopenia ini hanya tersedia dalam bentuk pil dan pasien perlu meminumnya setiap hari.

2. Diet dan suplemen

kurang vitamin D pici skizofrenia

Menyembuhkan osteopenia tidak hanya bergantung pada obat-obatan saja. Pasien juga bisa meningkatkan kesehatan tulang dengan memenuhi asupan vitamin D dan kalsium.

Keduanya bekerja sama untuk menjaga tulang tetap sehat. Tanpa vitamin D, kalsium tidak akan diserap secara maksimal oleh tubuh. Jika pasien kekurangan asupan keduanya, osteopenia akan semakin memburuk.

Selain dari matahari, vitamin D juga ada pada makanan. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D dan kalsium, antara lain susu, produk susu, jamur, ikan, dan telur.

Jika tidak cukup dipenuhi dari makanan, dokter akan merekomendasikan suplemen vitamin D dan kalsium sebagai pengobatan osteopenia.

3. Olahraga

Sumber: Arthritis Health

Walaupun tulang berkurang kepadatannya, Anda tetap bisa berolahraga. Olahraga dapat menjaga berat badan tetap terkendali dan ini penting untuk pasien osteopenia. Pasalnya, berat badan yang berlebihan membuat tulang bekerja lebih keras.

Selain itu, tubuh yang kegemukan juga bisa menurunkan keseimbangan tubuh membuat seseorang jadi mudah terjatuh. Tentunya hal ini sangat berisiko dengan pasien osteopenia yang risiko patah tulangnya lebih besar.

Untuk pengobatan osteopenia, tai chi adalah satu jenis olahraga yang direkomendasikan. Menurut sebuah studi pada jurnal Osteopros International, pasien osteopenia yang mengikuti latihan tai chi dan minum teh hijau secara rutin mengalami peningkatan pada kesehatan tulangnya.

4. Berhenti merokok dan kurangi alkohol

tes alkohol

Pengobatan akan berjalan efektif jika pasien turut menjaga gaya hidupnya. Pasien perlu mengurangi kebiasaan minum alkohol yang berlebihan dan berhenti merokok.

Terlalu banyak minum alkohol bisa menyebabkan kadar kalsium tidak seimbang. Akibatnya, kesehatan tulang akan terganggu. Begitu juga dengan rokok yang bisa menghambat proses penyembuhan tulang yang cedera.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Gejala yang Menandakan Osteoporosis Dini

Osteoporosis dikenal sebagai penyakit tanpa gejala. Namun jika Anda bisa lebih peka, ada berbagai gejala osteoporosis dini yang cenderung sering muncul.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Yuk, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menurunkan Risiko Osteopenia

Menjaga kesehatan tulang dapat mencegah terjadinya osteopenia sekaligus osteoporosis. Jangan bingung, simak beberapa tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Osteoporosis, Health Centers 08/11/2019 . 4 mins read

Sama-sama Menyerang Tulang, Kenali 5 Perbedaan Osteoporosis dengan Osteopenia

Osteopenia dan osteoporosis sama-sama menyerang tulang, tpi keduanya adalah kondisi yang berbeda. Apa saja perbedaan osteopenia dan osteoporosis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Osteoporosis, Health Centers 05/11/2019 . 4 mins read

3 Pengobatan Alternatif untuk Osteopenia (Penurunan Kepadatan Tulang)

Orang yang mengalami ostopenia berisiko osteoporosis. Agar kondisinya tak memburuk, pasien bisa melakukan pengobatan alternatif untuk osteopenia. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

osteoporosis pada lansia

Penyebab Utama Osteoporosis Pada Lansia, dan Cara Mengendalikannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020 . 6 mins read
olahraga untuk osteoporosis

Pilihan Olahraga untuk Pengidap Osteoporosis yang Dianjurkan Ahli

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020 . 6 mins read
makanan pencegah osteoporosis

Daftar Makanan Pencegah Osteoporosis yang Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 12/01/2020 . 4 mins read
cara mencegah osteoporosis

8 Cara Mencegah Osteoporosis yang Mudah dan Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/12/2019 . 6 mins read