6 Rekomendasi Obat Tukak Lambung dari Dokter (Plus 3 Pilihan Obat Alaminya)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tukak lambung adalah masalah pencernaan yang diakibatkan oleh luka atau borok pada dinding lambung. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari infeksi bakteri, konsumsi obat antinyeri berkepanjangan, dan hal-hal lainnya. Gejala tukak lambung juga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu, apa saja pilihan obat tukak lambung yang bisa cepat dibeli di apotek?

Obat tukak lambung yang bisa didapat di apotek

Hampir semua obat untuk mengatasi gejala tukak lambung bisa dibeli di apotek terdekat. Namun, beberapa jenis obatnya hanya mungkin didapat dengan menebus resep dokter.

Berikut adalah beberapa obat tukak lambung yang tersedia di apotek:

1. Obat antibiotik

Dokter akan meresepkan obat antibiotik yang dapat ditebus di apotek jika tukak lambung Anda disebabkan infeksi bakteri H. Pylori.

Obat antibiotik yang paling umum diresepkan untuk tukak lambung adalah amoxicillin, clarithromycin, dan metronidazole. Efek samping umum dari antibiotik meliputi diare ringan atau timbul rasa logam di mulut. Namun, efek samping ini hanya bertahan sementara. 

Antibiotik untuk tukak lambung biasanya dianjurkan diminum sekitar 4 minggu. Setelah dosis habis, Anda akan diwajibkan kembali ke dokter untuk mengecek kondisinya; apakah gejala membaik atau tidak ada perubahan. Selama pemeriksaan, dokter juga dapat memeriksa apakah masih ada bakteri H. pylori yang tersisa di perut Anda.

Jika ada, dokter akan meresepkan antibiotik yang berbeda.

2. Pompa penghambat proton (Proton Pump Inhibitor)

Pompa penghambat proton atau juga disebut PPI adalah obat untuk mengurangi produksi asam lambung. Secara tidak langsung, obat ini bekerja mencegah kondisi tukak (luka) di lambung semakin parah. 

Obat PPI yang sering diresepkan dokter untuk meredakan gejala tukak lambung adalah omeprazole, lansoprazol, dan pantoprazole, yang semuanya bisa ditebus di apotek.

Obat ini punya beberapa efek samping yang harus Anda tahu, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Diare atau sembelit
  • Merasa sakit
  • Sakit perut
  • Pusing 
  • Ruam 

PPI sering digunakan sebagai obat tukak lambung yang disebabkan oleh pemakaian obat antinyeri jangka panjang, atau karena infeksi H. pylori jika dikombinasikan dengan antibiotik.

3. H2 blockers 

Seperti PPI, H2 blockers bekerja mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung Anda.

Zat antagonis histamin (H2 blocker) dirancang untuk memblokir aksi histamin pada sel lambung untuk mengurangi produksi asam. Ranitidine adalah obat golongan H2 blockers yang paling sering digunakan untuk mengobati tukak lambung.

Efek samping pemakaian obat ini jarang terjadi, tetapi mungkin termasuk diare, sakit kepala, pusing, muncul ruam, kelelahan. 

4. Antasida dan alginat

Antasida adalah obat untuk menetralkan sifat cairan asam yang dihasilkan lambung. Antasida harus diminum di waktu tertentu, misalnya ketika makan atau sebelum tidur, untuk meredakan asam lambung yang naik.

Beberapa jenis antasida juga mengandung obat yang disebut alginat. Alginat bekerja menghasilkan lapisan pelindung pada dinding lambung sehingga meningkatkan ketahanannya terhadap efek cairan asam. Obat antasida yang mengandung alginat paling baik dikonsumsi setelah makan.

Dua jenis obat tukak lambung ini bisa dibeli di apotek tanpa harus menebus resep. Apoteker dapat memberi saran tentang mana yang paling cocok untuk Anda. 

Meski demikian, obat antasida tidak bisa terus-terusan dipakai untuk mengobati gejala tukak lambung. Efek samping dari kedua obat ini dapat berupa diare, kembung, dan kram perut, tapi umumnya bertaraf ringan.

5. Obat protektan lambung

Anda bisa diresepkan obat protectant yang fungsinya untuk melapisi serta melindungi borok dari asam dan enzim sehingga gejalanya mereda dan cepat sembuh.

Umumnya dokter hanya meresepkan satu jenis obat pelindung seperti sucralfate untuk meredakan tukak lambung. Namun apabila sulfracate membuat Anda diare atau pusing tanpa alasan, dokter dapat merepkan obat pelindung yang lain.

6. Bismuth subsalicylate 

Obat-obatan yang mengandung bismuth subsalicylate juga berguna untuk melapisi tukak lambung dan melindunginya dari asam.

Bismuth subsalisilat dapat membunuh H. pylori, namun dokter akan meresepkannya bersama obat antibiotik lain untuk mengobati tukak lambung Anda.

Bolehkah mengobati tukak lambung dengan cara alami?

Tidak ada salahnya mencoba cara-cara alami untuk mengobati tukak lambung. Namun, perlu dicatat bahwa masih sedikit bukti ilmiah yang bisa memastikan cara alami benar aman dan efektif untuk meredakan tukak lambung.

Berikut adalah beberapa pilihan obat alami yang dipercaya berpotensi meredakan masalah tukak lambung.

1. Kunyit

Kunyit mengandung curcumin, zat aktif yang dilaporkan dapat mengurangi efek peradangan di dalam tubuh.

Satu penelitian tahun 2013 dalam jurnal Pharmacognosy Reviews menemukan curcumin dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada dinding lambung yang diakibatkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Curcumin diketahui membantu meningkatkan sekresi lendir yang melindungi dinding lambung terhadap iritasi cairan asam. Penelitian ini dilakukan pada tikus lab.

Sementara studi terbitan jurnal Plant Sciences Research melaporkan, gejala tukak lambung terlihat membaik pada orang yang rutin minum 2 kapsul suplemen kunyit (masing-masing berdosis 250 mg) untuk 4 kali sehari dalam 4-8 minggu. Meski begitu, lingkup penelitian ini kecil karena hanya melibatkan 35 orang yang tukak lambungnya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain itu, keamanan konsumsi kunyit untuk mengobati tukak lambung masih diperdebatkan. Literatur medis yang ada sejauh ini justru menyarankan Anda tidak buru-buru mengonsumsi kunyit saat mengalami tukak lambung karena beberapa efek sampingnya belum dapat dipastikan

2. Bawang putih 

Bawang putih dikenal memiliki sifat antimikroba dan antibakteri yang dapat berpotensi menjadi obat untuk memulihkan tukak lambung. 

Hasil sebuah penelitian dari Avicenna Journal of Medicine tahun 2016 melaporkan, makan bawang putih mentah membantu mempercepat penyembuhan infeksi bakteri H. Pylori di pencernaan. Namun, partisipan yang terlibat hanya 15 orang sehingga manfaatnya belum dapat disimpulkan.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk bisa menggolongkan bawang putih sebagai obat tukak lambung alami yang manjur.

Meski demikian, para peneliti tetap yakin bahwa mengonsumsi bawang putih dapat membantu mengobati tukak lambung jika dibarengi dengan obat antibiotik dari dokter. 

3. Lidah buaya

Masih dari jurnal Avicenna Journal of Medicine, sebuah studi tahun 2014 melaporkan lidah buaya membantu menurunkan produksi asam di lambung yang terlalu tinggi dan menetralkan sifatnya. Efek inilah yang dipercaya dapat meringankan gejala nyeri akibat tukak lambung.

Namun, penelitian ini sebatas dilakukan pada tikus percobaan dan belum ditindaklanjuti pada manusia dalam skala besar. 

Mengonsumsi lidah buaya umumnya dianggap aman dan tidak menimbulkan masalah efek samping apa pun. Namun, tetap masih dibutuhkan bukti kemanjurannya sebagai obat tukak lambung alami untuk manusia.

Hati-hati menggunakan obat herbal

Maka, Anda harus tetap berhati-hati saat menggunakannya. Anda sebaiknya juga wajib konsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan obat herbal apa pun. Dokter nanti akan mempertimbangkan mana yang baik sesuai dengan kondisi Anda.

Apabila diperbolehkan, minta takaran dosis dan cara pakai yang benar dari dokter. Anda juga bisa memeriksa keamanan produk obat herbal yang ingin digunakan lewat situs Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) di https://cekbpom.pom.go.id/.

Di laman tersebut, Anda mengecek apakah obat herbal tersebut sudah lolos uji keamanan, efektivitas, khasiat, dan terdaftar di BPOM. Perhatikan juga tanggal kedaluwarsa, cara pakai, dan dosis yang harus dipatuhi pada kemasan obat. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca