Batuk kering dan gatal di tenggorokan memang sangat menyebalkan. Lalu, bagaimana mengobatinya kalau tidak sembuh-sembuh? Jangan khawatir! Anda bisa coba beberapa pilihan obat batuk kering tradisional di bawah ini. Mungkin bahan-bahannya sudah Anda punya di rumah.

Pilihan obat batuk kering tradisional

Batuk kering yang terus-terusan muncul tak hanya mengganggu, tapi juga bisa membuat tubuh Anda jadi lemah. Pasalnya, batuk kering bisa membuat dada terasa nyeri dan tenggorokan sakit.

Nah, berikut berbagai pilihan obat tradisional yang bisa Anda coba untuk meredakan batuk kering.

1. Madu

manfaat madu

Anda bisa menggunakan madu sebagai obat batuk kering tradisional di rumah.

Menurut beberapa penelitian, madu efektif untuk meredakan batuk. Bahkan, khasiatnya ini bahkan mirip dengan obat batuk yang mengandung dextromethorphan dan diphenhydramine (antihistamin). Selain itu, madu juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga kondisi Anda jadi lebih cepat membaik.

Untuk menggunakan madu sebagai obat batuk kering, Anda cukup mencampurkan 2 sendok makan madu ke dalam teh tawar hangat. Di akhir racikan, berikan sedikit perasan lemon. Minumlah ramuan ini sehari atau dua kali sehari hingga kondisi Anda agak membaik.

Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, pastikan Anda tidak memberikan madu untuk anak di bawah 1 tahun. Madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan penyakit jika bayi menelannya.

2. Daun mint

manfaat peppermint

Kandungan menthol daun mint dipercaya dapat membantu melegakan tenggorokan yang sakit akibat teriritasi. Agar batuk kering yang Anda alami cepat mereda, Anda bisa  menghirup uap hangat dari campuran 4 tetes minyak atsiri daun mint dalam secangkir air panas.

Namun, pilihlah daun yang berkualitas agar manfaatnya terasa maksimal. Daun mint yang bagus dan layak dikonsumsi biasanya yang permukaannya berwarna hijau cerah dan tidak bernoda.

3. Jahe

manfaat jahe

Dari segudang manfaat yang tawarkan jahe, rempah satu ini ternyata juga efektif untuk meredakan batuk kering bahkan asma. Jahe mengandung senyawa antiradang yang dapat membantu melemaskan membran di saluran udara, sehingga intensitas batuk Anda jadi lebih berkurang.

Meski bermanfaat, pastikan Anda menggunakan jahe untuk obat batuk kering tradisional dalam porsi yang secukupnya. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi jahe bisa menyebabkan sakit perut dan mulas. Anda bisa membuat wedang jahe atau mengunyahnya secara mentah.

Namun, ketimbang beli wedang jahe di sembarang tempat, lebih baik Anda membuatnya sendiri di rumah. Selain lebih hemat, Anda juga bisa memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk membuat wedang jahe terjamin kualitasnya.

Berikut panduan membuat wedang jahe yang mudah dan menyehatkan:

  • Siapkan 1 ruas jahe segar ukuran sedang.
  • Kupas jahe hingga bersih kemudian parut atau tumbuh halus.
  • Rebus jahe yang sudah halus tadi ke dalam 4 gelas air.
  • Tunggu hingga mendidih, saring dan sajikan.

Air jahe ini dapat diminum baik panas maupun dingin. Bila rasa jahe terlalu kuat, Anda boleh tambahkan gula aren atau air perasan air lemon.

4. Nanas

buah nanas untuk pencernaan

Anda mungkin tak pernah mengira kalau nanas termasuk salah satu obat batuk kering tradisional. Manfaat ini didapatkan dari bromelanin, yaitu enzim yang terkandung dalam nanas.

Bromelanin bertindak sebagai agen antiradang yang efektif untuk meredakan peradangan dalam saluran napas, sehingga mengurangi frekuensi batuk dan melegakan tenggorokan. Tak hanya itu, bromelanin juga bersifat mukolitik sehingga dapat membantu mengencerkan dahak berlebih dan menghilangkannya dari tubuh Anda.

Sebagai obat batuk kering tradisional, Anda bisa mengonsumsi buah nanas segar atau mengolahnya menjadi jus. Anda bisa mengonsumsi buah ini setidaknya 2-3 kali sehari untuk meredakan batuk kering.

Namun, sebelum mencoba menggunakan nanas untuk obat batuk kering alami, pastikan kalau Anda tidak memiliki alergi terhadap buah ini. Bagi orang yang memiliki riwayat alergi dan tetap nekat mengonsumsi nanas, mereka mungkin akan berisiko tinggi mengalami efek samping berbahaya.

5. Bawang putih

khasiat bawang putih

Bagi sejumlah orang, mengunyah bawang putih mentah digadang-gadang sebagai obat batuk kering  tradisional yang ampuh. Namun, tahukah Anda bahwa anggapan ini sebenarnya salah kaprah?

Ya, bawang putih sebenarnya tidak memiliki manfaat khusus untuk batuk. Meski begitu, herbal satu ini bisa mencegah Anda terkena infeksi lanjutan yang bisa menyebabkan batuk, misalnya penumonia atau bronkitis. Hal ini karena bawang putih memiliki sifat antivirus, antibakteri, dan antimikroba yang dinilai efektif untuk membunuh berbagai organisme penyebab penyakit.

Sebuah studi dalam jurnal Advances in Therapy juga menemukan hal serupa. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa bawang putih yang dikonsumsi secara teratur  dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mencegah dan/atau meredakan gejala flu, yang salah satunya dapat menyebabkan batuk.

Jadi, perlu ditekankan bahwa mengonsumsi bawang putih secara teratur hanya sebagai upaya mencegah berbagai jenis penyakit, bukan menyebuhkannya.

6. Thyme

Thyme adalah tanaman herba asal Mesir yang termasuk dalam keluarga mint. Daun thyme punya banyak manfaat kesehatan, salah satunya sebagai obat batuk kering tradisional.

Daun thyme mengandung senyawa antioksidan flavonoid yang bisa mengendurkan otot tenggorokan dan mengurangi peradangan.

Anda bisa menyeduh 2 sendok teh daun thyme kering dalam 1 cangkir air panas. Kemudian, aduk rata dan tunggu beberapa menit sebelum disaring. Minum teh thyme selagi hangat.

7. Air garam

manfaat air garam untuk kesehatan mulut

Berkumur air garam dapat membuat rasa tak nyaman di tenggorokan mereda, meski pun hanya untuk sementara waktu. Pasalnya, air asin dari bumbu dapur ini bekerja berdasarkan prinsip osmosis dan homestasis, yaitu mengatasi masalah pada jaringan yang meradang dengan menyerap semua kadar air dan membantu meredakan rasa sakit.

Anda bisa mencampurkan setengah sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat. Lalu, kumur-kumur ke kanan, ke kiri, dan sambil mendongak ke atas (tapi jangan ditelan). Kemudian buang buang air. Lakukan cara ini beberapa kali atau sampai kondisi Anda mulai  membaik.

Namun, hindari memberikan obat batuk kering tradisional ini pada bayi dan anak-anak karena mereka mungkin belum bisa berkumur dengan baik. Idealnya, obat batuk kering tradisional ini digunakan untuk anak di atas usia 6 tahun dan dewasa.

8. Sup kaldu hangat

Jika batuk kering dan gatal Anda tidak sembuh-sembuh, coba racik sup ayam hangat dengan camuran bawang putih, perasan lemon, dan sedikit kunyit.

Senyawa aktif allicin dalam bawang putih memiliki fungsi antivirus, antimikroba, dan antijamur yang ampuh membunuh berbagai organisme penyebab batuk. Sementara itu, kunyit bekerja melawan peradangan yang bikin batuk tak tuntas dan tenggorokan gatal.

Jangan lupa juga isi sup Anda dengan sayuran dan daging yang kaya protein, vitamin, dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat mempercepat proses penyembuhan penyakit yang Anda alami.

9. Teh lada hitam

manfaat teh guayusa

Ramuan teh lada hitam terkenal sebagai obat batuk tradisional dari Cina. Lada hitam mengandung zat yang mampu menahan sirkulasi udara dan aliran lendir di postnasal drip agar tidak masuk ke tenggorokan.

Cara membuat ramuan teh lada hitam sebagai obat batuk kering tradisional cukup mudah. Sediakan 1 sendok teh lada hitam yang sudah ditumbuk dan 2 sendok makan madu dalam cangkir. Lalu tuang dengan air panas dan tutup gelas selama 15 menit. Saring teh dan minum ramuan ini selagi hangat.

Anda juga bisa mencampurkan madu ke dalam rebusan lada hitam sebagai antibiotik ringan sekaligus penambah rasa.

10. Jeruk nipis

jeruk nipis
Sumber: High Land Saroma Fresh

Orang Indonesia mungkin tak asing lagi dengan obat tradisional jeruk nipis yang dicampur kecap manis untuk mengatasi batuk kering. Namun, benarkah anggapan tersebut?

Dilansir dari Kompas, pakar farmasi Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, M.Si, Apt. menegaskan bahwa larutan jeruk nipis dan kecap sebenarnya tidak menyembuhkan batuk itu sendiri — entah itu akibat virus atau bakteri. Larutan ini hanyalah bermanfaat untuk meredakan gejala penyerta batuk.

Jeruk nipis banyak dipakai sebagai salah satu bahan obat herbal karena buah ini mengandung minyak atsiri dan berbagai zat yang bisa melemaskan otot-otot pada saluran pernapasan. Buah satu ini juga memiliki khasiat untuk menurunkan panas dan mengatasi suara serak akibat tenggorokan gatal, yang mungkin menjadi gejala lain yang mengikuti batuk.

Sementara kecap sebenarnya tidak memiliki manfaat tertentu untuk batuk dan gangguan pernapasan lainnya. Penambahan kecap sendiri bertujuan untuk mengurangi rasa asam dari jeruk nipis. Selain kecap, Anda bisa mengurangi rasa asam jeruk nipis dengan madu.

James Steckelberg M.D, dokter dari Mayo Medical School menyatakan bahwa perasan jeruk nipis bisa dicampur dengan madu untuk meredakan gejala batuk, sekaligus mengurangi rasa asam dari jeruk nipis itu sendiri. Beberapa penelitian menyebutkan kalau rasa manis pada madu bisa memicu produksi air liur dan lendir untuk melembapkan tenggorokan.

Obat batuk kering tradisional ini tidak disarankan untuk anak di bawah 1 tahun. Seperti yang sudah disinggung di atas, madu bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya jika diberikan pada bayi atau anak di bawah usia 1 tahun.

Cara lain untuk mengobati batuk kering

Selain berbagai obat batuk kering tradisonal di atas, ada beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membantu meringankan gejala yang Anda rasakan. Beberapa di antaranya seperti:

1. Banyak minum air putih

minum terlalu banyak air putih

Ketika dilanda batuk, pastikan Anda memenuhi asupan air dengan cukup. Selain bisa meredakan gatal di tenggorokan, minum air juga dapat membantu Anda terhindar dari risiko dehidrasi. Jika tidak banyak minum air putih, bukannya tubuh cepat pulih malah kondisinya bisa tambah buruk.

Guna meringankan batuk kering, minumlah setidaknya 8 gelas air setiap hari. Namun, jika Anda masih merasa haus, Anda bisa menambahkan asupan air sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebenarnya tidak ada aturan pasti berapa banyak cairan yang harus Anda minum setiap hari. Intinya, segera minum setiap kali Anda merasa haus.

2. Gunakan alat pelembap udara (Humidifier)

cara membersihkan humidifier

Humidifier merupakan alat yang berfungsi untuk melembabkan udara di sekitar Anda. Menghirup udara yang dilembabkan, telah terbukti bekerja sebagai obat batu kering dan gatal yang bisa meningkatkan kelancaran pada saluran pernapasan Anda. Selain dapat digunakan untuk mengatasi masalah pada bagian hidung dan tenggorokan, humidifier juga berfungsi sebagai pencegahan dengan cara membatasi perkembangan virus dan bakteri yang tumbuh di udara yang kering.

Sebelum pakai humidifier, pastikan Anda mengatur kelembapan udara dengan tepat. Kelembapan yang tinggi hanya mendorong pertumbuhan jamur dan tungau debu, yang pada akhirnya justru bisa memperburuk kondisi Anda. Di waktu yang bersamaan, saat kelembapan terlalu rendah, Anda dapat mengalami iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan.

Anda tidak memerlukan humidifier yang terlalu canggih atau mahal, namun pilihlah ukuran yang tepat untuk ruangan yang akan digunakan. Pastikan juga kalau humidifier yang Anda gunakan mudah dibersihkan dan dapat mati secara otomatis jika tangki air habis saat Anda tidur atau keluar ruangan.

3. Makan makanan probiotik

probiotik makan yogurt

Salah satu efek samping yang mungkin terjadi dari kondisi batuk kering adalah kurangnya kekebalan imun di dalam tubuh Anda. Nah, supaya kekebalan imun Anda tidak terus-terusan menurun, Anda bisa mengonsumsi makanan probiotik.

Probiotik sendiri merupakan bakteri baik yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus. Beberapa jenis probiotik yang paling umum adalah bakteri asam laktat, seperti lactobacillus dan bifidobacteria.

Sebagai obat batuk kering dan gatal tenggorokan, cobalah makan makanan seperti kimchi, susu kefir, cuka sari apel, atau bahkan teh kombuchauntuk kesehatan.

4. Berendam air hangat

berendam air panas

Mandi air hangat sebenarnya memiliki khasiat yang sama dengan minum minuman hangat. Uap yang dihasilkan dari air hangat bisa membantu melonggarkan sekresi di hidung sehingga batuk jadi lebih ringan.

Seperti dikutip dari WebMD, Giselle Mosnaim, ahli alergi dan imunologi di Rush Center, mengatakan bahwa mandi air hangat bisa membantu meredakan batuk bukan hanya karena pilek, tapi juga alergi. Meski bermanfaat, pastikan Anda tidak mandi atau berendam terlalu lama di dalam air hangat. Pasalnya, hal tersebut justru bisa membuat kulit jadi kering.

Apabila berbagai cara di atas tidak juga membuat batuk kering Anda mereda atau bahkan malah semakin parah, segeralah berkonsultasi ke dokter. Dokter akan meresepkan obat batuk kering yang disesuaikan dengan kondisi Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca