Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semasa kecil, Anda mungkin pernah minum suplemen multivitamin kunyah yang berwarna-warni dan bentuknya menarik. Rasanya manis seperti buah-buahan sehingga Anda jadi lupa bahwa Anda sedang mengonsumsi suplemen, bukan permen. Namun, akhir-akhir ini mulai marak beredar suplemen multivitamin gummy untuk orang dewasa. Meskipun ditujukan bagi orang dewasa, suplemen ini berbentuk seperti permen jelly yang kenyal dan rasanya enak seperti multivitamin untuk anak-anak. Tertarik mencobanya? Simak dulu informasi penting berikut.  

Apakah orang dewasa masih butuh suplemen multivitamin?

Pada dasarnya, orang di segala usia masih membutuhkan asupan vitamin yang lengkap. Begitu juga dengan orang dewasa. Vitamin memang sejatinya bisa ditemukan dalam sumber pangan seperti sayur, buah, dan kacang. Akan tetapi, orang dewasa yang sibuk atau pilihan makanannya terbatas mungkin tidak bisa mendapatkan asupan vitamin yang cukup dari makanannya sehari-hari.

Oleh karenanya, suplemen multivitamin bisa jadi pendamping makanan Anda. Namun, bukan berarti suplemen yang Anda konsumsi bisa menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi dan vitamin Anda sehari-hari. Anda tetap dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya.

Apa bedanya suplemen multivitamin gummy dan multivitamin biasa?

Tak seperti multivitamin lain yang bentuknya kapsul atau tablet, multivitamin gummy bisa dikunyah dan diisap sampai larut di mulut. Multivitamin gummy memang diproduksi khusus supaya orang dewasa bisa dengan mudah mengonsumsi suplemen tanpa terasa seperti minum obat.

Selain itu, beberapa produk suplemen tinggi multivitamin memang ukurannya cukup besar sehingga sulit ditelan meskipun dengan bantuan air. Sementara itu, multivitamin gummy cukup mudah dikonsumsi kapan saja. Anda bahkan tak perlu minum air sesudah mengonsumsi suplemen khusus orang dewasa ini.

Multivitamin bentuk gummy, nutrisinya lebih mudah dicerna

Menurut lembaga ilmu gizi di Amerika Serikat, Academy of Nutrition and Dietetics, vitamin serta mineral dalam suplemen bentuk gummy lebih mudah diserap tubuh. Ini karena suplemen gummy harus dikunyah sampai larut di mulut. Saat mengunyah, mulut memproduksi enzim yang membantu mencerna sekaligus menyerap nutrisi. Sistem pencernaan pun tak perlu bekerja dua kali lebih keras untuk melumatkan dan mengambil nutrisinya. Maka, tak ada nutrisi yang akan terbuang begitu saja.

Manfaat multivitamin gummy untuk orang dewasa

Meskipun bentuknya mirip permen gummy, multivitamin yang sedang naik daun ini biasanya mengandung berbagai jenis vitamin serta mineral yang dibutuhkan tubuh dalam kadar yang tinggi. Dalam sebutir suplemen multivitamin gummy, ada lebih dari sepuluh jenis vitamin penting. Mulai dari vitamin A, C, D, E hingga vitamin B kompleks seperti B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Biasanya suplemen bentuk gummy juga kaya akan kandungan mineral yaitu selenium dan yodium.

Vitamin-vitamin tersebut dibutuhkan untuk merawat sel-sel serta jaringan tubuh Anda. Vitamin C dan E juga kaya antioksidan yang mampu melawan radikal bebas penyebab penuaan dini dan kerusakan sel. Selain itu, sistem daya tahan tubuh Anda sangat bergantung pada vitamin C dan E untuk melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Sedangkan vitamin B kompleks dan mineral baik untuk menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme, meningkatkan daya ingat, dan mencegah penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.

Bagaimana dengan kadar gulanya?

Karena suplemen multivitamin gummy biasanya menawarkan rasa buah yang manis, banyak orang jadi khawatir soal kadar gulanya. Dalam sebutir suplemen biasanya mengandung 2 gram gula (setara dengan setengah sendok teh). Sedangkan dalam sehari orang dewasa boleh mengonsumsi hingga 6-9 sendok teh gula.

Dosis yang dianjurkan setiap produk suplemen berbeda-beda, tetapi biasanya Anda hanya perlu mengonsumsi sebutir suplemen per hari. Maka, selama Anda tidak melebihi dosis yang dianjurkan, tak perlu khawatir dengan kadar gula berlebih.

Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mulai mengonsumsi suplemen vitamin. Apalagi jika Anda punya kondisi khusus seperti diabetes, sedang hamil, atau sedang menyusui.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Kenali Kebutuhan Vitamin untuk Bayi dan Perannya Sebagai Penambah Nafsu Makan

Zat gizi mikro lainnya yang penting untuk dipenuhi buat bayi yakni asupan vitamin. Berapa jumlah kebutuhan vitamin untuk bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit