Minum Air Es Setelah Berolahraga, Baik Atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/09/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setelah berpanas-panasan dan berolahraga secara intensif, biasanya secara otomatis tubuh Anda haus akan minuman yang dingin dan segar. Sebotol air es pun jadi tampak sangat menggoda. Apalagi jika Anda pernah mendengar mitos yang menyebutkan bahwa minum air es setelah berolahraga bisa mempercepat proses pembakaran lemak dan kalori sehingga Anda pun jadi lebih cepat kurus. Akan tetapi, minum air es setelah Anda berolahraga mungkin membawa risiko-risiko sendiri yang tidak Anda ketahui. Sebelum menenggak habis air es Anda setelah berolahraga, perhatikan dulu fakta-fakta berikut ini.

Apa bedanya air es dengan air dingin?

Sebelum memahami pengaruh minum air es pada tubuh setelah berolahraga, Anda perlu mengetahui bahwa air es dan air dingin tidaklah sama. Air dingin berkisar pada suhu 4 hingga 15 derajat Celcius. Suhu air es rata-rata berada di bawah 4 derajat Celcius. Ini berarti memasukkan satu atau dua butir es batu tidak lantas menjadikan air Anda sedingin es, hanya mendinginkannya saja. Bila mengukur suhu air sulit dilakukan, coba rasakan sendiri saat Anda minum karena biasanya air es akan menyebabkan gigi Anda ngilu.

Benarkah minum air es setelah berolahraga bisa bikin kurus lebih cepat?

Banyak orang percaya bahwa minum air es setelah berolahraga bisa membantu kalori terbakar lebih banyak sehingga Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan akan tergoda untuk mencoba metode ini. Minum air es setelah suhu badan meningkat karena olahraga memang akan membakar kalori Anda. Pada kenyataannya, kalori yang terbakar dalam proses menghangatkan atau menyesuaikan suhu air es dengan suhu badan yang panas setelah berolahraga sangatlah sedikit. Untuk membakar sekitar 15 kalori, Anda harus menghabiskan dua gelas air es atau setara dengan 400 mililiter. Itu berarti untuk mengurangi 1 kilogram dari berat tubuh Anda, Anda harus menenggak 102 liter atau setara dengan 400 gelas air es. Maka, minum air es setelah berolahraga bukanlah cara yang tepat atau efektif jika Anda ingin menurunkan berat badan.

Benarkah organ-organ tubuh akan kaget karena air es yang terlalu dingin?

Anda juga mungkin pernah mendengar larangan untuk minum air es setelah berolahraga karena suhu tubuh jadi panas dan air es akan membuat organ-organ dalam tubuh yang tersiram “kaget”. Bila Anda minum terlalu banyak air es yang suhunya di bawah 3 derajat Celcius, memang ada kemungkinan pembuluh darah menyempit dan hal ini berisiko menyebabkan aliran darah terhenti. Namun, hal ini tak terjadi serta-merta karena adanya perubahan suhu yang mendadak terjadi. Suhu yang terlalu dingin pada dasarnya bisa mengakibatkan penyempitan dan penyusutan. Inilah sebabnya jika Anda makan es krim atau cairan yang terlalu dingin, otak Anda terasa seperti membeku. Ini adalah cara tubuh untuk mengingatkan Anda supaya jangan langsung mengonsumsi makanan atau minuman es terlalu cepat dan banyak-banyak. Maka, sebaiknya Anda menghindari minum air es yang terlalu dingin dan terlalu banyak dalam situasi apa pun.  

Mengapa air es sebaiknya tidak diminum setelah berolahraga?

Ternyata minum air es setelah berolahraga tidak dianjurkan oleh ahli kesehatan. Air es justru berisiko menimbulkan dampak-dampak yang tidak baik bagi butuh. Berikut adalah penjelasan mengapa air es sebaiknya Anda hindari setelah berolahraga.

1. Tidak cepat diserap tubuh

Berbeda dengan air dingin atau air dengan suhu ruangan, air es sulit diserap oleh tubuh Anda setelah berolahraga. Air dingin bisa melewati lambung lebih cepat sehingga air tersebut bisa dikirimkan menuju usus halus untuk penyerapan yang lebih maksimal. Setelah berolahraga, tubuh Anda lebih mudah mengalami dehidrasi karena Anda kehilangan banyak cairan lewat keringat. Maka, air es yang tidak cepat diserap tubuh justru akan membuat Anda merasa semakin haus. Anda justru lebih mudah terserang dehidrasi dan rasa kembung.

2. Buang air kecil

Minum air es bisa membuat Anda lebih sering buang air kecil. Ini karena kandung kemih yang terletak persis di depan usus halus. Semakin dingin suhu usus halus Anda, urin pun akan menjadi semakin dingin dan sulit ditahan oleh kandung kemih. Jika Anda terlalu sering buang air kecil, tubuh Anda bisa kekurangan potasium dan sodium. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa menambahkan sedikit garam pada air minum Anda untuk menyeimbangkan berbagai elektrolit yang hilang selama Anda berolahraga.

3. Hyponatermia

Minum air es lebih sulit menghilangkan dahaga Anda karena air es sulit diserap tubuh. Maka, beberapa orang akhirnya memilih untuk minum berbotol-botol air es sekaligus. Ternyata hal ini bisa membahayakan nyawa karena minum air terlalu banyak tanpa jeda berisiko menyebabkan hyponatermia. Hyponatermia terjadi karena sodium pada darah menurun drastis secara tiba-tiba. Sodium merupakan elektrolit yang bertugas untuk mengatur kadar air dalam tubuh. Ketika Anda kekurangan elektrolit ini, sel-sel dalam tubuh Anda bisa mengalami pembengkakan. Inilah yang pada beberapa kasus berisiko menyebabkan kematian.

Berapa suhu air yang baik untuk diminum setelah berolahraga?

Hindari air yang terlalu dingin atau terlalu hangat untuk diminum setelah berolahraga. Suhu yang direkomendasikan berkisar pada 4 hingga 15 derajat Celcius. Air dingin terbukti lebih baik bagi tubuh Anda setelah berolahraga karena lebih cepat diserap oleh tubuh dan bisa mencegah suhu tubuh Anda meningkat secara drastis. Jika tidak ada air dingin, air dengan suhu kamar bisa menjadi pilihan setelah berolahraga.  

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

    Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

    Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

    Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat bersepeda

    Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    anak disunat

    Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit