Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memasuki musim penghujan, sistem imun tubuh akan menurun dan membuat Anda rentan terhadap berbagai penyakit. Salah satu yang mesti diwaspadai di musim hujan seperti ini adalah penyakit leptospirosis. Anda harus menyiapkan berbagai amunisi supaya kondisi tubuh tetap fit dan prima. Namun, bagaimana jika gejala leptospirosis telanjur muncul dan mengganggu aktivitas? Bagaimana cara mengobatinya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Apa saja gejala leptospirosis?

gejala leptospirosis

Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang sering muncul saat musim hujan. Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang menyerang hewan dan manusia.

Leptospirosis ditularkan ke manusia melalui kontak dengan air, tanah, atau lumpur yang terkontaminasi oleh urin tikus yang terinfeksi leptospira. Namun, infeksi ini tidak bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain, jadi hanya bisa ditularkan oleh hewan yang terinfeksi saja.

Gejala leptospirosis ini biasanya muncul secara tiba-tiba, sekitar 5 sampai 14 hari setelah tubuh terinfeksi. Ketika bakteri leptospira berhasil masuk ke dalam tubuh, Anda akan mengalami berbagai gejala leptospirosis yang meliputi:

  • Demam dan menggigil
  • Batuk
  • Diare, muntah, atau keduanya
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot, terutama di bagian punggung dan betis
  • Ruam pada kulit
  • Mata merah dan iritasi
  • Penyakit kuning

Pilihan obat untuk meringankan gejala leptospirosis

tubuh sudah kebal antibiotik

Kebanyakan kasus leptospirosis yang ada di Indonesia termasuk leptospirosis ringan. Gejala leptospirosis ringan biasanya dapat diobati dengan pemberian antibiotik, seperti doxycycline atau penicillin, untuk meredakan gejalanya.

Jika Anda mengalami nyeri otot dan demam terus-terusan, dokter mungkin juga akan memberikan ibuprofen yang harus diminum rutin. Dengan obat-obatan ini, gejala leptospirosis biasanya akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu kurang lebih satu minggu.

Akan tetapi, gejala leptospirosis yang tidak segera ditangani juga bisa berkembang menjadi parah, lho. Infeksi bakteri leptospira dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan memicu gagal ginjal, gagal hati, gangguan pernapasan, hingga meningitis.

Semua penanganan yang diberikan dokter tergantung dari organ mana yang terinfeksi. Jika bakteri leptospira sudah menginfeksi sistem pernapasan, pasien mungkin akan diberikan ventilator untuk membantu pernapasannya.

Sedangkan jika memengaruhi ginjal, pasien mungkin memerlukan dialisis alias cuci darah supaya fungsi ginjalnya tetap normal. Secara umum, pasien leptospirosis dianjurkan untuk rawat inap selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan, tergantung dari keparahan gejalanya.

Bisakah gejala leptospirosis diatasi secara alami?

sandal jepit

Tentu saja, ada beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala leptospirosis. Untuk mencegah infeksi leptospirosis semakin parah, lakukan cara-cara berikut ini:

1. Perhatikan air minum Anda

Pastikan air minum yang ada di rumah Anda benar-benar bersih dan tidak terkontaminasi. Atau, pilihlah air minum kemasan yang masih disegel dengan baik untuk menjamin kebersihannya.

Bukan hal yang tidak mungkin jika air putih yang Anda minum akan terkontaminasi oleh bakteri leptospira. Ada baiknya, rebus air terlebih dahulu dan taruhlah di teko atau wadah tertutup lainnya sebelum diminum.

2. Pakai alas kaki

Selalu gunakan alas kaki yang bersih, entah itu sandal atau sepatu, saat ke luar rumah. Terlebih saat musim hujan, Anda tentu akan menemukan banyak genangan air di sepanjang jalan.

Hati-hati, genangan air tersebut bisa jadi telah tercampur dengan urine tikus atau hewan lainnya yang terinfeksi bakteri leptospira. Setelah ke luar rumah, segera cuci kaki dengan bersih untuk mencegah infeksi leptospirosis.

3. Obati luka terbuka

Bakteri leptospira akan sangat mudah masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Jika Anda punya luka terbuka pada bagian tubuh tertentu, segera tutup dengan plester atau obati hingga benar-benar sembuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nokturia adalah

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit