Tips Menghindari Keracunan Karena Kontaminasi Makanan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Keracunan makanan dapat terjadi jika kita tidak menjaga makanan atau minuman dari virus, bakteri, dan mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan sakit berbagai penyakit infeksi. Berdasarkan data WHO pada tahun 2015, angka kematian akibat keracunan makanan mencapai 420 ribu jiwa setiap tahunnya. Setidaknya sebanyak 125 ribu anak balita sakit akibat keracunan makanan per tahunnya. Angka keracunan tertinggi terjadi pada benua Afrika dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Jenis bakteri yang menjadi sumber kontaminasi makanan

Berikut ini adalah jenis bakteri yang sering menjadi penyebab dari kontaminasi terhadap makanan

  • Clostridium botulinum merupakan bakteri yang dapat  menyebabkan botulisme pada manusia. Bakteri ini dapat ditemukan di makanan kalengan dan makanan kemasan lainnya
  • Escherichia Coli dapat ditemukan di makanan mentah, seperti daging mentah, buah dan sayur mentah, susu yang terpasteurisasi.
  • Salmonella biasa ditemukan di unggas, daging sapi mentah, dan produk susu yang belum diolah, telur yang tidak matang, seafood, dan dapat menyebar melalui orang ke orang yang menyiapkan makanan.
  • Shigella dapat ditemukan pada orang yang menyiapkan makanan dengan cara menyentuh makanan tersebut yang sebelumnya orang itu terinfeksi bakteri shigella
  • Listeria monocytogenes terdapat pada makanan olahan seperti keju, sosis, produk daging yang telah diproses.
  • Campylobacter jejuni ditemukan pada kerang, unggas, susu murni yang belum diolah, dan air yang kurang bersih.
  • Clostridium perfringens dapat ditemukan pada makanan yang dibiarkan di suhu ruangan selama beberapa waktu.

Bagaimana cara menjaga agar makanan terhindar dari bakteri?

Makanan merupakan perantara yang baik untuk bakteri berkembang biak. Bakteri yang terdapat di makanan tumbuh karena berbagai hal seperti, tidak membiasakan mencuci tangan dengan bersih, kontaminasi silang, suhu penyimpanan dan pemasakan, dan kontaminasi makanan dari limbah. Kontaminasi dapat terjadi bahkan sejak Anda membeli bahan makanan di pasar hingga ketika waktu makan datang.

Saat berbelanja bahan makanan

  • Ketika berbelanja, sebaiknya pisahkan daging, daging unggas, dan seafood dengan bahan makanan jenis lain pada keranjang belanjaan Anda.
  • Saat memasukkan ke dalam plastik, pisahkan bahan makanan tersebut dengan makanan dan barang lainnya
  • Lapisi bahan makanan tersebut dengan plastik, agar tidak menyebabkan kontaminasi ke bahan makanan lain

Penyimpanan makanan

  • Tempatkan makanan mentah seperti daging-dagingan dan seafood ke dalam tempat plastik.
  • Tempatkan telur di karton khusus untuk menyimpan telur dan simpan ke dalam kulkas dengan segera setelah dibeli.

Menyiapkan dan memasak makanan

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan bersihkan area sekitar dapur. Hal ini perlu dilakukan karena bakteri dapat dengan mudah menyebar di area dapur, melalui talenan, dan berbagai alat lain yang telah dipakai untuk menyiapkan makanan.
  • Gunakan kain bersih yang sudah dibasahi dengan air sabun hangat untuk membersihkan permukaan-permukaan meja dapur. Jangan lupa untuk sering-sering mencuci kain yang telah dipakai tersebut, agar tidak ada bakteri yang tertinggal.
  • Cuci peralatan memasak dengan air hangat ketika sebelum maupun sesudah memasak.
  • Gunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk setiap jenis bahan makanan, bedakan talenan dan pisau untuk memotong sayuran dengan bahan makanan yang basah seperti daging.

Buah-buahan dan sayur-sayuran

  • Bilas buah-buahan segar dan sayuran dengan air yang mengalir untuk menghilangkan kotoran yang terdapat di permukaan buah dan sayuran.
  • Buang lapisan terluar pada selada atau kubis.
  • Bakteri dapat tumbuh dengan baik pada permukaan buah atau sayuran, oleh karena itu jangan tinggalkan buah atau sayuran yang sudah terpotong di udara terbuka selama berjam-jam.

Penyajian makanan

  • Selalu gunakan peralatan bersih.
  • Jangan menempatkan makanan yang telah dimasak kembali di wadah yang sama saat sebelum bahan makanan itu mentah.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

    Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

    Uang termasuk salah satu benda yang kotor dan tempat bakteri bersarang. Lalu apa jenis dan dampak kesehatan dari bakteri pada uang kertas dan koin?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Hidup Sehat, Fakta Unik 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kode wadah plastik pada makanan atau minuman

    Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    manfaat bersepeda

    Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit