Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Tsunami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang artinya pelabuhan, dan nami yang artinya gelombang. Tsunami dikenal sebagai gelombang pelabuhan karena daya hancurnya baru tampak ketika gelombang itu sampai ke pelabuhan atau pantai. Gerakan lapisan tanah dasar laut, dapat menyebabkan gelombang tsunami. Gelombang tsunami memiliki pola kecepatan dan tinggi gelombang. Semakin gelombang menghampiri pantai, ketinggiannya akan meningkat sementara kecepatan menurun.

Pada tanggal 12 Desember 1992, tsunami di Flores menelan 2.100 korban jiwa dengan tinggi gelombang mencapai 26 meter. Pada tanggal 3 Juni 1994, tsunami di Banyuwangi menelan 240 korban jiwa dengan ketinggian gelombang mencapai 13 meter. Dan yang peristiwa paling besar ialah pada tanggal 26 Desember 2004, yaitu tsunami di Aceh dan Sumatera Utara yang menelan 200.000 korban jiwa dengan gelombang mencapai ketinggian 30 meter. Peristiwa tsunami di atas merupakan tiga dari 75 bencana gelombang tsunami yang melanda Indonesia dalam 100 tahun terakhir.

Berikut adalah beberapa informasi dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang harus Anda ketahui mengenai tsunami.

Dampak bencana tsunami

1. Banjir dan genangan air

Di beberapa kawasan Banda Aceh, tsunami menimbulkan genangan air laut sekitar 20-60cm, dan meninggalkan endapan lumpur setebal 10-20cm.

2. Kerusakan sarana dan prasarana

Di Banda Aceh, sekitar 120 hektar lahan pertanian rusak dan tergenang air laut. Kerusakan ini belum termasuk kerusakan gedung, jembatan, dan jalan.

3. Pencemaran lingkungan

Tsunami menghanyutkan benda-benda dari lautan maupun daratan. Benda-benda yang terdampar dan tak berguna akan menjadi sampah. Selain itu, sumber-sumber air bersih juga akan dicemari air laut.

4. Korban harta dan jiwa

Dengan kekuatan gelombang, tsunami dapat memusnahkan benda-benda yang dilaluinya. Seperti tiga peristiwa tsunami yang telah disebutkan di atas, tsunami merupakan salah satu bencana alam yang banyak menelan korban jiwa.

Apa yang harus dilakukan dalam menghadapi tsunami?

Sebelum tsunami

  • Kenalilah tanda-tanda terjadinya tsunami. Tsunami biasanya didahului oleh gempa besar yang paling tidak berkekuatan 6,5 skala richter. Sebelum gelombang tsunami datang, air laut akan surut melewati garis pantai normal dan biasanya akan tercium juga aroma garam yang menyengat.
  • Jika Anda tinggal di tepi pantai, ketahuilah jalur evakuasi ke tempat yang aman jika tsunami terjadi. Seperti jalur tercepat ke tempat tinggi yang tidak terjangkau oleh gelombang tsunami atau pilihlah gedung tinggi (minimal 3 lantai) dengan kontruksi yang kuat.
  • Waspadalah selalu karena bencana tsunami akan datang secara tiba-tiba.

Saat tsunami datang

  • Janganlah panik. Anda harus bertindak cepat saat tsunami datang. Kepanikan akan menghambat Anda untuk berpikir dengan jernih dalam mencari jalan keluar.
  • Bergeraklah sesuai dengan jalur evakuasi tsunami. Jika Anda tidak mengetahui jalur evakuasi, bergeraklah ke tempat yang lebih tinggi (ingat ketinggian genangan air akibat gelombang tsunami bisa mencapai 24 meter).
  • Jika Anda yakin bahwa tanda-tanda yang Anda temui adalah tanda-tanda terjadinya gelombang tsunami, peringatkan semua orang. Ajaklah keluarga dan orang-orang sekitarmu ikut menyelamatkan diri.
  • Jika tidak menemukan dataran tinggi, carilah gedung yang konstruksinya kuat. Paling tidak terdiri atas tiga lantai. Jangan pilih gedung yang kelihatan rapuh dan tua. Berlindunglah di lantai yang aman, dan tunggu hingga keadaan membaik.
  • Jika gelombang tsunami menghanyutkan Anda, carilah benda-benda terapung yang dapat dijadikan rakit, misalnya batang pohon. Usahakan tidak meminum air laut dan tetep di permukaan air untuk bernapas.
  • Jika gelombang membawa Anda ke tempat yang tinggi, misalnya atap rumah, cobalah bertahan di situ dan tunggu hingga air surut dan keadaan tenang.

Setelah gelombang tsunami

Kepanikan dan kesedihan akan mewarnai sekitar kita setelah tsunami melanda. Janganlah larut dalam suasana itu, usahakan untuk tetap tenang dan kuatkan hati Anda untuk menghadapi kenyataan. Setelah air surut, Anda mungkin berniat untuk kembali ke rumah, namun ikuti imbauan regu penyelamat dan jangan melewati jalan-jalan yang rusak.

Jika Anda telah sampai di rumah, jangan langsung masuk. Waspadai jika ada bagian rumah yang roboh atau lantai yang licin. Jangan lupa mengecek anggota keluarga Anda satu per satu. Hindari instalasi dan kabel listrik untuk menghindari sengatan listrik.

Sesudah bencana tsunami banyak orang yang mengalami tekanan fisik maupun mental. Berikanlah dukungan pada keluarga dan teman-teman Anda, terutama yang melangami banyak penderitaan, pengalaman mengerikan dan kehilangan. Jagalah kesehatan Anda sendiri dengan pola makan yang baik dan istirahat yang cukup, sehingga Anda dapat membantu orang lain.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

    Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

    Anafilaksis atau syok anafilaksis adalah reaksi yang muncul ketika pemicu alergi timbul pada tubuh. Seberapa bahaya reaksi ini?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

    Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

    Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

    Kejang febrile terkadang dialami anak-anak ketika sedang demam tinggi. Jika terjadi pada anak Anda, langkah ini dapat Anda lakukan.

    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Pertolongan Pertama 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    iga nefropati penyakit berger

    Nefropati: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit
    transplantasi ginjal

    Transplantasi Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    telinga kemasukan serangga

    Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit