5 Cara Mengatasi Nyeri Akibat Spondilolistesis Secara Alami Hingga Medis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Spondilolistesis merupakan kelainan tulang belakang akibat bergesernya ruas tulang belakang ke arah depan. Kondisi ini menyebabkan nyeri pada punggung bawah yang bertambah parah ketika Anda berdiri atau melakukan gerakan tertentu. Untungnya, ada sejumlah cara yang dapat membantu Anda mengatasi nyeri akibat spondilolistesis.

Cara meredakan nyeri akibat spondilolistesis

Nyeri akibat spondilolistesis dapat diatasi dengan beberapa cara. Mulai dari olahraga dan terapi fisik guna memperkuat otot punggung hingga konsumsi obat-obatan pereda nyeri. Metode yang tepat perlu disesuaikan dengan kondisi Anda.

Berikut adalah langkah sederhana yang dapat Anda lakukan.

1. Kompres hangat dan/atau dingin

Kompres hangat akan membuat otot punggung menjadi rileks serta melancarkan aliran darah, sedangkan kompres dingin bisa meredakan nyeri setelah beraktivitas. Anda dapat memilih salah satu ataupun keduanya sesuai kebutuhan.

Guna mengatasi nyeri akibat spondilolistesis, cukup rendam lap bersih dalam air hangat atau air dingin. Anda juga bisa membuat kompres dengan membungkus es dalam lap tersebut. Tempelkan selama tidak lebih dari 20 menit hingga agar nyeri berkurang.

2. Berolahraga

Olahraga ringan berguna untuk melenturkan serta memperkuat otot punggung, perut, paha, dan pinggang. Cara ini bertujuan agar otot-otot tersebut mampu menopang bobot tubuh sehingga beban pada tulang belakang Anda dapat berkurang.

Olahraga untuk penderita spondilolistesis adalah olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, dan renang gaya bebas. Selain itu, Anda pun bisa melakukan gerakan peregangan seperti mengangkat (mendekap) lutut sambil berbaring.

3. Terapi fisik

fisioterapi

Terapi fisik tak hanya bertujuan untuk meredakan nyeri akibat spondilolistesis, tapi juga mengatasi penyebabnya. Terapis akan membantu Anda menemukan bagian otot yang kaku dan menjadi sumber nyeri, lalu memperbaiki kondisinya.

Pasien umumnya perlu menjalani terapi fisik selama 6-12 pekan di pusat rehabilitasi. Selama sesi terapi, pasien akan menjalani serangkaian latihan yang terdiri atas:

  • Latihan aerobik ringan seperti berjalan cepat atau menggunakan sepeda statis.
  • Latihan ketahanan otot meliputi lunge, squat, push-up, atau menggunakan alat.
  • Gerakan olahraga untuk meredakan nyeri.
  • Gerakan peregangan ringan.

4. Konsumsi obat pereda nyeri

Spondilolistesis bisa menyebabkan iritasi, bengkak, dan peradangan sehingga olahraga saja terkadang tidak cukup untuk meredakan nyeri. Anda mungkin perlu meminum obat-obatan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) guna mengurangi nyeri dan peradangan.

Melansir NYU Langone Hospital, obat NSAID yang digunakan untuk mengatasi nyeri spondilolistesis yakni ibuprofen, naproxen, dan aspirin.

Meski dapat dikonsumsi tanpa resep, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh dosis yang tepat.

5. Suntik kortikosteroid

Mesna adalah

Dikenal juga sebagai injeksi epidural, suntik kortikosteroid dilakukan dengan menyuntikkan obat antiradang langsung ke ruas tulang belakang. Cara ini berguna untuk mengatasi nyeri yang parah atau bila operasi tidak berhasil mengurangi nyeri.

Prosedur suntik kortikosteroid umumnya berlangsung selama 30 menit. Pertama-tama, pasien akan diberikan bius lokal terlebih dulu. Dokter kemudian akan menyuntikkan obat ke dalam tulang belakang dengan panduan sinar-X. Prosedur ini bisa meredakan nyeri selama seminggu hingga setahun, bergantung kondisi pasien.

Ada beragam cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri akibat spondilolistesis. Namun, perlu diingat bahwa setiap penderita memiliki kondisi yang berbeda sehingga cara yang efektif bagi orang lain belum tentu ampuh bagi Anda.

Jika nyeri tidak kunjung hilang atau bertambah parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut akan membantu Anda mengenali sumber nyeri serta cara terbaik untuk mengatasinya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 18, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca