Makanan yang Harus Dilahap Setelah Donor Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/03/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Saat donor darah, Anda kehilangan beberapa mililiter darah Anda. Untuk menggantikan darah Anda yang hilang, tubuh dengan cepat akan membentuk sel-sel darah merah yang baru. Pembentukan sel-sel darah merah baru tentu membutuhkan banyak nutrisi yang bisa Anda dapatkan dari makanan. Makan makanan seperti di bawah ini setelah Anda donor darah dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi tubuh Anda.

Makanan yang mengandung zat besi

Zat besi sangat Anda butuhkan setelah Anda melakukan donor darah. Zat besi adalah komponen dalam darah yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah yang sehat dan membawa oksigen ke sel-sel dalam tubuh Anda. Tanpa zat besi, tubuh Anda tidak dapat memelihara atau menghasilkan sel darah merah yang sehat. Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi setelah Anda donor darah dapat membantu mempercepat pembentukan sel darah merah baru, sehingga kondisi Anda bisa cepat pulih.

Anda bisa mendapatkan zat besi dari bayam, brokoli, kale, sawi hijau, daging merah, ikan, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Untuk membantu penyerapan zat besi, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, lemon, jambu biji, kiwi, pepaya, stroberi, brokoli, tomat, paprika, dan lainnya. Penyerapan zat besi yang lebih baik dapat mempercepat produksi sel darah merah.

BACA JUGA: 5 Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan Anda

Makanan yang mengandung asam folat

Asam folat atau vitamin B9 juga dapat membantu tubuh dalam menghasilkan sel-sel darah merah baru. Sehingga, makanan yang mengandung asam folat dibutuhkan setelah Anda melakukan donor darah. Anda bisa mendapatkan asam folat dari banyak sayuran hijau, seperti bayam, kale, asparagus, sawi hijau, dan lainnya. Asam folat juga banyak ditemukan dalam hati, kacang-kacangan, dan jus jeruk.

Makanan yang mengandung riboflavin

Riboflavin atau vitamin B2 berperan dalam produksi sel darah merah dan juga dapat membantu tubuh dalam mengubah karbohidrat menjadi energi. Setelah donor darah, tubuh Anda mungkin merasa lemas karena banyak kehilangan energi selama donor darah. Sehingga, dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B2, tubuh Anda lebih cepat mendapatkan energinya kembali dan Anda tidak merasa lemas berkepanjangan.

Anda bisa mendapatkan riboflavin dari telur, daging unggas, kacang-kacangan, bayam, brokoli, asparagus, dan  sayuran berdaun hijau lainnya. Susu dan produk susu, seperti yogurt, juga merupakan sumber riboflavin yang baik.

Makanan sumber vitamin B6

Setelah Anda kehilangan darah, tubuh akan memproduksi sel darah merah kembali. Saat ini, tubuh Anda membutuhkan banyak vitamin untuk membentuk sel-sel darah merah yang baru dan untuk membantu tubuh dalam memecah protein. Nah, salah satu yang dibutuhkan tubuh adalah vitamin B6. Vitamin B6 dapat membantu tubuh dalam memecah protein, di mana protein sangat dibutuhkan tubuh dalam produksi sel darah merah baru. Jadi, setelah donor darah jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6. Beberapa makanan sumber vitamin B6 adalah ikan, daging merah, telur, bayam, kentang, pisang, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

BACA JUGA: Komunikasi Antar Zat Gizi Pengaruhi Penyerapan Nutrisi

Jangan lupa, minum air yang banyak

Ya, Anda membutuhkan asupan air yang banyak setelah donor darah. Minum banyak air diperlukan untuk menjaga hidrasi tubuh Anda dan juga untuk mencegah Anda dari pingsan. Bahkan, minum air yang banyak tidak hanya diperlukan setelah donor darah, tetapi juga sebelum Anda melakukan donor darah. American Heart Association merekomendasikan untuk menghindari alkohol dan meningkatkan asupan air Anda sebanyak 4 gelas selama 24 jam setelah Anda donor darah.

Makanan lainnya

Selain nutrisi penting seperti di atas yang harus Anda konsumsi setelah melakukan donor darah, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi nutrisi berikut ini untuk mempercepat pemulihan kondisi Anda.

  • Makan banyak makanan yang mengandung vitamin E. Vitamin E memiliki sifat antioksidan kuat dan sangat diperlukan untuk produksi sel darah merah.
  • Konsumsi banyak protein. Protein merupakan unsur penting yang ada dalam hemoglobin, sehingga protein sangat diperlukan untuk produksi sel darah merah.
  • Selain air, Anda mungkin juga membutuhkan air kelapa. Air kelapa dapat membantu menggantikan cairan yang hilang dalam tubuh Anda setelah donor darah. Selain itu, air kelapa juga mengandung banyak nutrisi, seperti kalium.
  • Konsumsi banyak sayuran dan buah-buahan. Seperti yang sudah Anda ketahui, sayuran dan buah-buahan mengandung banyak sekali vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh.

Hal lain yang harus dilakukan setelah donor darah

Untuk menghindari hal-hal buruk yang dapat terjadi setelah donor darah, ada baiknya Anda mengikuti saran berikut ini.

  • Hindari mengangkat beban berat atau melakukan olahraga berat selama beberapa hari setelah Anda donor darah.
  • Perbanyak istirahat sehingga tubuh Anda tidak mengalami kelelahan. Pastikan Anda mendapatkan cukup tidur setelah melakukan donor darah.
  • Jaga perban strip dengan baik selama beberapa jam setelah Anda donor darah.
  • Jika bekas suntikan jarum mulai berdarah, tekan bagian tersebut dan angkat lengan lurus ke atas selama sekitar 5-10 menit atau sampai perdarahan berhenti.
  • Jika Anda merasa pusing setelah donor darah, sebaiknya Anda istirahat sebentar, duduk atau berbaring, sampai Anda merasa lebih baik. Hindari melakukan aktivitas apapun yang bisa menyebabkan Anda pingsan, setidaknya selama 24 jam setelah Anda donor darah.

BACA JUGA: Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Donor Darah

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 menit baca

    Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

    Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

    3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

    Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

    Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

    Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    kacang almond

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
    tidak cepat lapar

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 5 menit baca
    ikan dori

    Kandungan Nutrisi dan Manfaat Ikan Dori Lokal (Patin), Plus Resep Sehatnya untuk Variasi Menu Makan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 6 menit baca