Pasien Menolak Pengobatan Kanker, Ini 4 Hal yang Harus Dilakukan Keluarga

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit kanker bisa terjadi pada siapa pun, baik itu lansia maupun anak-anak. Selama pasien mendapatkan pengobatan lebih awal, penyebaran kanker masih bisa dikendalikan. Sayangnya, masih saja ada pasien yang menolak pengobatan kanker. Jika keluarga Anda menghadapi situasi seperti ini, apa yang harus dilakukan? Yuk, simak cara terbaik menghadapi pasien yang memilih tidak melanjutkan pengobatan kanker berikut ini.

Cara menghadapi pasien yang menolak pengobatan kanker

Sebagai keluarga dari pasien kanker, Anda tentu sangat peduli dengan kesehatannya. Selalu memberikan dukungan supaya kualitas hidup pasien jadi lebih baik. Namun, ini akan sangat menyulitkan Anda jika pasien memilih tidak melanjutkan pengobatan kanker. Untuk menghadapi situasi ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Tanyakan baik-baik apa alasan pasien

Anda pasti menginginkan anggota keluarga yang memiliki kanker, sembuh dari penyakitnya, bukan? Setidaknya, pasien dapat hidup lebih lama untuk menghabiskan waktu indah bersama Anda.

Sayangnya, tidak semua pasien berpikiran demikian. Mereka menolak untuk bekerja sama dan memilih berhenti dari pengobatan. Lantas, langkah bijak apa yang harus Anda ambil? Hal pertama Anda lakukan adalah menanyakan alasan kenapa pasien tidak mau melanjutkan pengobatan kanker.

Ini adalah langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk mendekatinya. Tanyakan hal ini dengan tenang, lembut, dan pemilihan kata yang baik supaya pasien mau membuka diri dan menceritakan alasannya pada Anda.

2. Jangan memaksa dan pahami apa alasannya

Meski yang Anda inginkan adalah hal yang  sangat baik untuknya, memaksa pasien bukanlah cara yang tepat. Ia mungkin akan memberontak, lebih sulit dihadapi, dan hubungannya dengan Anda akan semakin memburuk. Begitu pula dengan membiarkannya terus-menerus menolak pengobatan kanker, kondisinya tentu akan semakin memburuk.

Anda perlu tahu jika pasien memiliki hak untuk memutuskan terus menjalankan pengobatan kanker atau tidak. Jadi, menanyakan alasan pasiem menjadi cara Anda untuk menunjukkan perhatian dan empati padanya. Pada kesempatan tersebut, Anda tidak hanya diam mendengarkan saja.

Cobalah untuk mengungkapkan pendapat Anda, supaya pasien juga mengerti perasaan Anda yang ingin ia sembuh dan selalu sehat. Bujuk kembali pasien agar ia mau mengikuti kemoterapi, radioterapi, atau perawatan kanker lainnya.

3. Ajak pasien untuk konsultasi dengan dokter

Jika pasien masih saja menolak pengobatan kanker, penting baginya memastikan apakah keputusan tersebut adalah hal yang tepat atau tidak. Jadi, Anda perlu mengajak pasien melakukan konsultasi pada dokter. Penjelasan dokter yang memahami pengobatan sekaligus kesehatannya, mungkin bisa menggunggah hati pasien untuk kembali menjalani perawatan.

4. Berikan perawatan suportif

Langkah-langkah sebelumnya sudah Anda lakukan, namun pasien tetap kukuh menolak pengobatan pasti membuat semangat Anda kendur. Meski tidak berhasil membujuk pasien, bukan berarti Anda menyerah begitu saja. Tindakan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah selalu mendukung dan menyemangati apa pun keputusan pasien kanker.

Pada saat ini, Anda masih punya jurus terakhir supaya pasien tetap sehat. Apakah itu? Tawarkan perawatan paliatif sebagai ganti dari kemoterapi, radiasi, atau perawatan lain yang pasien tolak. Di Indonesia, perawatan paliatif masih terbilang jarang, namun tidak ada salahnya bagi pasien untuk mencobanya. Jelaskan jika perawatan ini dapat membantu pasien untuk merasa lebih baik secara emosional dan juga fisik.

Perawatan ini akan ditangani oleh dokter, perawat, atau tim medis yang khusus menangani pasien kanker. Mereka akan merawat pasien untuk meringankan gejala sekaligus membantu pasien hidup lebih baik meski mereka memiliki penyakit serius.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca