Pasien Menolak Pengobatan Kanker, Ini 4 Hal yang Harus Dilakukan Keluarga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/02/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Penyakit kanker bisa terjadi pada siapa pun, baik itu lansia maupun anak-anak. Selama pasien mendapatkan pengobatan lebih awal, penyebaran kanker masih bisa dikendalikan. Sayangnya, masih saja ada pasien yang menolak pengobatan kanker. Jika keluarga Anda menghadapi situasi seperti ini, apa yang harus dilakukan? Yuk, simak cara terbaik menghadapi pasien yang memilih tidak melanjutkan pengobatan kanker berikut ini.

Cara menghadapi pasien yang menolak pengobatan kanker

Sebagai keluarga dari pasien kanker, Anda tentu sangat peduli dengan kesehatannya. Selalu memberikan dukungan supaya kualitas hidup pasien jadi lebih baik. Namun, ini akan sangat menyulitkan Anda jika pasien memilih tidak melanjutkan pengobatan kanker. Untuk menghadapi situasi ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Tanyakan baik-baik apa alasan pasien

Anda pasti menginginkan anggota keluarga yang memiliki kanker, sembuh dari penyakitnya, bukan? Setidaknya, pasien dapat hidup lebih lama untuk menghabiskan waktu indah bersama Anda.

Sayangnya, tidak semua pasien berpikiran demikian. Mereka menolak untuk bekerja sama dan memilih berhenti dari pengobatan. Lantas, langkah bijak apa yang harus Anda ambil? Hal pertama Anda lakukan adalah menanyakan alasan kenapa pasien tidak mau melanjutkan pengobatan kanker.

Ini adalah langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk mendekatinya. Tanyakan hal ini dengan tenang, lembut, dan pemilihan kata yang baik supaya pasien mau membuka diri dan menceritakan alasannya pada Anda.

2. Jangan memaksa dan pahami apa alasannya

Meski yang Anda inginkan adalah hal yang  sangat baik untuknya, memaksa pasien bukanlah cara yang tepat. Ia mungkin akan memberontak, lebih sulit dihadapi, dan hubungannya dengan Anda akan semakin memburuk. Begitu pula dengan membiarkannya terus-menerus menolak pengobatan kanker, kondisinya tentu akan semakin memburuk.

Anda perlu tahu jika pasien memiliki hak untuk memutuskan terus menjalankan pengobatan kanker atau tidak. Jadi, menanyakan alasan pasiem menjadi cara Anda untuk menunjukkan perhatian dan empati padanya. Pada kesempatan tersebut, Anda tidak hanya diam mendengarkan saja.

Cobalah untuk mengungkapkan pendapat Anda, supaya pasien juga mengerti perasaan Anda yang ingin ia sembuh dan selalu sehat. Bujuk kembali pasien agar ia mau mengikuti kemoterapi, radioterapi, atau perawatan kanker lainnya.

3. Ajak pasien untuk konsultasi dengan dokter

Jika pasien masih saja menolak pengobatan kanker, penting baginya memastikan apakah keputusan tersebut adalah hal yang tepat atau tidak. Jadi, Anda perlu mengajak pasien melakukan konsultasi pada dokter. Penjelasan dokter yang memahami pengobatan sekaligus kesehatannya, mungkin bisa menggunggah hati pasien untuk kembali menjalani perawatan.

4. Berikan perawatan suportif

Langkah-langkah sebelumnya sudah Anda lakukan, namun pasien tetap kukuh menolak pengobatan pasti membuat semangat Anda kendur. Meski tidak berhasil membujuk pasien, bukan berarti Anda menyerah begitu saja. Tindakan terbaik yang bisa Anda lakukan adalah selalu mendukung dan menyemangati apa pun keputusan pasien kanker.

Pada saat ini, Anda masih punya jurus terakhir supaya pasien tetap sehat. Apakah itu? Tawarkan perawatan paliatif sebagai ganti dari kemoterapi, radiasi, atau perawatan lain yang pasien tolak. Di Indonesia, perawatan paliatif masih terbilang jarang, namun tidak ada salahnya bagi pasien untuk mencobanya. Jelaskan jika perawatan ini dapat membantu pasien untuk merasa lebih baik secara emosional dan juga fisik.

Perawatan ini akan ditangani oleh dokter, perawat, atau tim medis yang khusus menangani pasien kanker. Mereka akan merawat pasien untuk meringankan gejala sekaligus membantu pasien hidup lebih baik meski mereka memiliki penyakit serius.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Kanker paru biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium akhir. Masih bisakah disembuhkan? Berapa lama harapan hidup pasien kanker paru?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kanker Paru, Health Centers 13/02/2020 . 4 menit baca

Cara Kerja Pengobatan Imunoterapi pada Pasien Kanker Paru

Imunoterapi dinilai menjadi metode pengobatan masa depan pada pasien kanker paru. Seperti apa kriteria pasien dan cara kerjanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Paru, Health Centers 07/02/2020 . 6 menit baca

Mengenal Terapi Imuno Onkologi, Cara Baru untuk Mengobati Kanker Paru

Terapi imuno onkologi dinilai memiliki manfaat yang sama dengan kemoterapi bagi pasien kanker paru, tapi dengan risiko lebih kecil. Seperti apa terapi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Paru, Health Centers 06/02/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . 1 menit baca
covid-19 bunuh diri

Begini Cara Mengatur Perawatan Kanker Selama Wabah COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020 . 6 menit baca