Mencegah Kejang Epilepsi Agar Tak Kumat Saat Liburan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/08/2017
Bagikan sekarang

Anda jenuh dengan kesibukan sehari-hari? Atau anak-anak sudah tiba waktunya liburan? Ini saatnya Anda melupakan rutinitas dan pergi liburan! Namun, kalau Anda atau anggota keluarga Anda ada yang mengidap epilepsi, mungkin Anda jadi was-was kalau mau pergi jalan-jalan. Bagaimana kalau nanti kejang epilepsi kumat? Tenang, berikut panduan lengkap mencegah kejang epilepsi saat liburan.

Liburan seperti apa yang cocok untuk pengidap epilepsi?

Punya penyakit epilepsi bukan berarti Anda tidak bisa berwisata layaknya orang-orang lain. Namun, bagi sebagian pengidap epilepsi, Anda mungkin harus lebih berhati-hati dan menyusun rencana yang lebih matang.

Pasalnya, sepanjang liburan mungkin saja Anda menemui beberapa pemicu kejang epilepsi. Misalnya jika Anda terlalu lelah atau kurang tidur.

Sesuaikan lagi jenis dan jadwal liburan dengan kondisi fisik Anda sendiri. Karena itu, wajib hukumnya untuk bisa mengukur diri dan bersikap realistis. Bila Anda memang merasa belum sanggup liburan yang ekstrem, misalnya mendaki puncak gunung, jangan memaksakan diri!

Kalau Anda ingin ke pantai, Anda tetap harus menilai kekuatan dan kondisi diri. Kalau Anda kurang tidur atau masih kelelahan dari perjalanan Anda menuju lokasi wisata, hindari aktivitas fisik berlebihan, termasuk berenang di pantai.

Saat memilih tujuan wisata, jangan lupa pertimbangkan juga cuaca atau iklim di tempat tujuan. Bila Anda mudah kedinginan, sebaiknya hindari bepergian ke tempat-tempat yang sangat dingin pada musim hujan atau musim dingin.

Tips mencegah kejang epilepsi saat liburan

Setelah menyusun rencana liburan yang matang, masih ada hal-hal penting yang harus Anda pertimbangkan sebelum berangkat. Ini daftarnya.

1. Periksa dulu ke dokter

Saat liburan Anda mungkin harus menyesuaikan lagi dosis obat atau jadwal minum obat. Terutama kalau Anda pergi ke tujuan dengan perbedaan waktu beberapa jam.

2. Minta salinan resep obat

Setelah periksa, mintalah salinan resep obat antiepilepsi Anda pada dokter atau apoteker. Ini untuk jaga-jaga kalau dalam perjalanan obat Anda hilang atau jatuh.

3. Jangan lupa bawa obat antiepilepsi

Anda tetap harus bawa obat Anda sendiri. Jangan taruh di koper atau di tas baju. Simpan obat antiepilepsi Anda dalam kemasan yang kedap udara dan air, dan masukkan dalam tas yang Anda bawa sehari-hari saat liburan.

Jumlah obat yang dibawa sebaiknya dilebihkan dari jatah Anda untuk liburan. Misalnya Anda hanya pergi selama tiga hari. Nah, bawa obat untuk lima sampai enam hari.

4. Pasang alarm untuk minum obat

Penting untuk memasang alarm minum obat ketika berlibur. Tanpa rutinitas Anda sehari-hari, Anda tentu jadi lebih mudah lupa minum obat. Anda juga bisa minta pada rekan liburan Anda untuk mengingkatkan waktunya minum obat.

5. Hindari bepergian di malam hari

Ini khususnya untuk Anda yang sangat peka terhadap cahaya kelap-kelip. Menyetir atau naik mobil di malam hari, khususnya di sepanjang jalan tol, bisa memicu kejang epilepsi kumat karena melihat lampu-lampu kendaraan dari arah berlawanan.  

6. Sering-sering berhenti

Bila Anda membawa kendaraan pribadi, sebaiknya jangan memaksakan untuk berada di dalam mobil dalam waktu yang terlalu lama. Berhentilah setiap beberapa jam untuk meregangkan otot, pergi ke kamar mandi, atau beristirahat.

7. Duduk di dekat lorong

Kalau Anda naik transportasi umum seperti bus, kereta, pesawat, atau kapal laut, pilih tempat duduk yang di dekat lorong. Sebaiknya jangan pilih di samping jendela. Ini supaya kalau epilepsi kumat Anda lebih leluasa bergerak dan tidak begitu terhimpit.  

8. Pakai tanda pengenal

Apabila Anda bepergian sendirian, Anda sebaiknya bawa tanda pengenal. Tanda tersebut bisa berupa gelang plastik atau dikalungkan. Cantumkan nama Anda serta informasi bahwa Anda adalah seorang pengidap epilepsi. Dalam keadaan darurat, tanda pengenal ini bisa menyelamatkan Anda karena orang-orang jadi lebih paham apa yang harus dilakukan.  

9. Istirahat yang cukup

Kurang tidur adalah salah satu pemicu kejang epilepsi yang cukup umum. Karena itu, pastikan Anda tetap tidur cukup saat berlibur. Tahan diri untuk tidak begadang semalaman dan prioritaskan istirahat yang berkualitas.

10. Nikmati liburan Anda

Jangan lupa, nikmati saja liburan Anda! Saat berwisata Anda mungkin terlalu cemas kalau kejang epilepsi kumat atau ada hal-hal yang tidak sesuai harapan Anda. Bawa santai saja dan tarik napas dalam berkali-kali sampai Anda merasa lebih rileks.

11. Tetap jaga pola makan

Usahakan untuk makan teratur dan tetap makan sehat. Pasalnya, mungkin saja kejang epilepsi kumat karena bahan makanan seperti pengawet. Jadi jangan kalap dan sembarangan memesan makan, ya.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Types of Travel and Vacations. http://www.epilepsy.com/get-help/managing-your-epilepsy/adapting-plans-travel/types-travel-and-vacations Diakses 27 Juli 2017.

Travel advice for people with epilepsy. https://www.epilepsy.org.uk/info/travelling-abroad Diakses 27 Juli 2017.

11 steps for easier travel with epilepsy. http://www.everydayhealth.com/epilepsy/11-steps-for-easier-travel-with-epileps.aspx Diakses 27 Juli 2017.

Preventing Epilepsy Seizures. http://www.everydayhealth.com/epilepsy/preventing-epilepsy-seizures.aspx Diakses 27 Juli 2017.

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020