Mencegah dan Mengatasi Kejang Epilepsi Saat Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bila kejang epilepsi kumat di siang hari saat Anda beraktivitas, mungkin masih ada orang-orang di sekitar Anda yang bisa membantu. Akan tetapi, sebagian orang justru mengalami kejang epilepsi di malam hari, yaitu ketika tidur. Kejang saat tidur biasanya tidak disadari oleh pengidapnya sendiri sehingga bisa membahayakan. Untuk itu, Anda wajib mempelajari seluk-beluk kejang epilepsi saat tidur berikut ini.  

Tanda-tanda kejang saat tidur

Biasanya Anda baru tahu kalau semalam kejang setelah pasangan, orangtua, atau anggota keluarga Anda memberi tahu. Bisa juga Anda bangun dengan kondisi rahang dan otot-otot badan kaku serta pegal.

Kalau kejangnya cukup serius, Anda mungkin jatuh dari tempat tidur atau menyenggol barang-barang di samping tempat tidur. Hal-hal tersebut bisa menandakan kalau semalam Anda kumat.

Tanda-tanda lainnya yaitu mengantuk seharian padahal Anda merasa sudah tidur cukup. Anda pun jadi sulit berkonsentrasi, mengingat, atau berpikir karena semalam sebenarnya Anda kurang tidur.

Memahami siklus munculnya kejang epilepsi saat tidur

Ada pengidap epilepsi yang kejangnya hanya akan kumat di malam hari saat tidur, tapi ada juga yang bisa kejang di siang dan malam hari. Menurut Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry, bila 90 persen episode kejang terjadi di malam hari saat Anda tidur, itu berarti Anda mengidap kondisi bernama kejang nokturnal (nocturnal seizure).

Ketika Anda terlelap, otak akan memasuki sebuah siklus tidur yang terdiri dari beberapa tahap. Tahapan tersebut dimulai dari setengah sadar, tidur ayam, tidur nyenyak, sampai akhirnya rapid eye movement (REM). Siklus ini akan berputar terus sebanyak tiga sampai empat kali dalam semalam.

Dari berbagai laporan, saat-saat paling rentan muncul kejang adalah ketika memasuki tahap setengah tidur, tidur ayam, dan saat Anda sudah mau bangun. Namun, perlu diingat bahwa kejang saat tidur juga bisa terjadi waktu Anda tidur siang, tak cuma saat tidur di malam hari saja.

Mengapa bisa kejang saat tidur?

Ketika seseorang terjaga di siang hari, misalnya, gelombang otak berada dalam kondisi yang relatif stabil. Akan tetapi, saat Anda tidur gelombang otak malah jadi lebih sibuk karena harus masuk ke berbagai tahap tidur hanya dalam jeda waktu satu sampai dua jam.

Akibat meningkatnya aktivitas gelombang otak di malam hari, sinyal elektrik yang bertugas mengirimkan perintah bagi otot, saraf, dan bagian tubuh lainnya jadi kacau. Inilah yang akhirnya menyebabkan kejang.

Mencegah kejang di malam hari

Bila Anda curiga Anda sering kejang ketika tidur, segera periksa ke dokter saraf. Dokter mungkin memberi resep obat antiepilepsi dengan dosis atau jenis yang lebih kuat untuk diminum di malam hari. Kalau saat ini Anda sudah rutin minum obat antiepilepsi, dokter mungkin mengubah dosisnya jadi lebih ringan di siang hari.

Kurang tidur juga akan memicu serangan kejang epilepsi. Maka, pastikan Anda selalu tidur cukup setiap hari. Selain itu, Anda wajib menghindari berbagai pemicu epilepsi lainnya seperti stres berlebihan.

Jika kejang ketika tidur sudah sangat mengganggu dan pengobatan dari dokter tidak mempan mengatasinya, dokter mungkin menganjurkan operasi. Operasi biasanya jadi cara yang manjur dalam menghentikan serangan kejang saat tidur sehingga Anda jadi bisa tidur nyenyak lagi seperti biasa.  

Tips agar tetap aman saat tidur di malam hari

Bagi Anda yang pernah atau sering mengalami kejang saat tidur, simak baik-baik panduan menjaga keselamatan di malam hari berikut ini. Pasalnya, saat kejang Anda mungkin saja mengalami cedera serius.

1. Pilih kasur yang rendah. Hindari kasur tingkat dan kasur yang terlalu tinggi.

2. Jangan pakai bantal terlalu banyak atau terlalu tinggi. Ini akan meningkatkan risiko tercekik atau terbekap ketika kejang kumat. Sebaiknya pakai bantal yang agak rendah dan kaku.

3. Jauhkan meja atau benda lainnya dari tempat tidur. Supaya tidak tersenggol atau terbentur, jangan letakkan barang-barang atau pecah-belah di dekat tempat tidur.

4. Pasang karpet puzzle atau matras di sisi tempat tidur. Untuk menghindari cedera kalau jatuh, sediakan karpet empuk di lantai. Bila anak masih sangat kecil, Anda juga bisa memasang railing (pagar pengaman) di tepi tempat tidur.

5. Pakai headboard. Agar kepala tidak membentur dinding, pasang headboard atau papan di ujung kepala tempat tidur yang terbuat dari bantalan empuk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Tipes yang parah bisa berakibat fatal jika tidak cepat-cepat ditangani. Satu dari 5 orang bisa meninggal karena tipes. Seperti apa ciri tipes yang parah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
obat alami dan tradisional sakit gigi berlubang

7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit