backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

6

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Kenali Gejala Kejang Epilepsi Saat Tidur dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 11/10/2023

Kenali Gejala Kejang Epilepsi Saat Tidur dan Cara Mengatasinya

Kejang saat tidur umumnya tidak disadari oleh pengidap epilepsi. Akibatnya, kondisi ini berisiko membahayakan keselamatan diri pengidapnya. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya mengetahui seluk-beluk kejang epilepsi saat tidur melalui pembahasan berikut ini.  

Memahami siklus kejang epilepsi saat tidur

Apabila kejang epilepsi kumat pada siang hari saat Anda beraktivitas, mungkin masih ada orang lain di sekitar yang bisa membantu memberikan pertolongan. 

Namun, perlu diingat bahwa ada pengidap kejang yang hanya kambuh pada malam hari ketika tidur. Kondisi ini sendiri disebut sebagai kejang nokturnal (nocturnal seizure).

Menurut International League Against Epilepsy (ILAE), Anda dikatakan mengalami kejang nokturnal bila 90% episode kejang terjadi pada malam hari saat Anda tidur.

Saat Anda terlelap, otak akan memasuki siklus tidur yang terdiri dari beberapa tahap, mulai dari setengah tidur, tidur ayam, tidur nyenyak, sampai akhirnya rapid eye movement (REM). 

Perlu diketahui, siklus ini akan berputar terus sebanyak tiga sampai empat kali dalam semalam.

Menurut berbagai laporan, masa-masa paling rentan munculnya kejang adalah memasuki tahap setengah tidur, tidur ayam, dan saat Anda sudah hendak bangun. 

Kejang nokturnal tidak hanya terjadi saat terlelap pada malam hari. Anda mungkin juga bisa mengalami kejang epilepsi saat tidur siang.

Penyebab kejang kambuh saat tidur

penyebab kejang saat tidur

Ketika Anda terjaga pada siang hari, gelombang otak berada dalam kondisi yang relatif stabil. 

Namun, selama Anda tidur, gelombang otak malah menjadi lebih sibuk karena harus masuk ke berbagai tahap tidur hanya dalam jeda satu sampai dua jam.

Akibat meningkatnya aktivitas gelombang otak saat tidur pada malam hari, sinyal elektrik yang bertugas mengirimkan perintah untuk otot, saraf, dan bagian tubuh lainnya jadi kacau. 

Hal inilah yang akhirnya menyebabkan kejang. Selain karena gelombang otak yang sibuk, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kejang, seperti:

  • kurang tidur,
  • stres berat,
  • efek samping obat-obatan tertentu, dan
  • perubahan atau penghentian pengobatan.

Perhatian!

Kejang nokturnal meningkatkan risiko kematian mendadak akibat epilepsi (sudden unexpected death in epilepsy/SUDEP). Menurut Epilepsy Action Australia, kondisi ini sering tidak disadari dan kebanyakan terjadi saat tidur pada malam hari.

Tanda dan gejala kejang saat tidur

Pengidap kejang umumnya baru tahu bahwa dirinya kejang ketika tidur setelah pasangan, orangtua, atau anggota keluarganya yang tinggal serumah memberi tahu mereka.

Namun, ada juga beberapa ciri yang mungkin menunjukkan bahwa Anda mengalami kejang nokturnal, misalnya:

  • terjatuh dari tempat tidur,
  • menyenggol benda-benda di sisi tempat tidur,
  • pusing dan badan badan memar saat bangun tidur, dan
  • bangun dengan rahang dan otot badan yang terasa kaku.

Ciri-ciri lain mungkin baru muncul saat Anda beraktivitas. Kondisi ini mungkin ditandai dengan mengantuk seharian serta kesulitan berkonsentrasi atau mengingat.

Penanganan kejang epilepsi saat tidur

pengobatan gagal ginjal

Jika Anda merasa sering kejang ketika tidur, segeralah periksa ke dokter saraf. Dokter bisa meresepkan obat anti-epilepsi dengan dosis lebih kuat untuk diminum pada malam hari.

Kalau saat ini Anda sudah rutin minum obat anti-epilepsi, dokter mungkin meresepkan obat dengan dosis yang lebih ringan untuk diminum pada siang hari.

Stres dan kurang istirahat juga dapat memicu serangan kejang epilepsi. Oleh sebab itu, pastikan Anda mencukupi waktu tidur setiap hari dan mengelola stres dengan baik.

Apabila kejang sudah sangat mengganggu dan pemberian obat tidak mempan mengatasinya, dokter Anda mungkin menganjurkan operasi epilepsi. 

Prosedur operasi biasanya menjadi cara yang manjur dalam menghentikan serangan kejang sehingga Anda mampu tidur nyenyak kembali. 

Tips aman selama tidur pada malam hari

Jagalah keselamatan diri bila Anda sering mengalami kejang saat tidur. Pasalnya, saat episode kejang berlangsung, Anda berisiko untuk mengalami cedera serius.

Berikut ini beberapa panduan menjaga keselamatan diri saat tidur yang perlu Anda perhatikan.

  • Jangan tidur pada kasur tingkat atau yang terlalu tinggi untuk mencegah risiko cedera saat terjatuh dari tempat tidur.
  • Pakai bantal yang agak rendah dan kaku untuk mengurangi kemungkinan tercekik atau terbekap saat episode kejang kambuh.
  • Letakkan benda-benda pecah-belah, seperti lampu tidur dan gelas untuk minum, jauh dari tempat tidur agar tidak tersenggol atau terbentur.
  • Sediakan karpet atau matras empuk pada sisi tempat tidur untuk menghindari cedera saat terjatuh. Jika kejang terjadi pada anak kecil, Anda juga bisa memasang railing (pagar pengaman) di tepi tempat tidur.
  • Pasang headboard atau papan dengan bantalan empuk di ujung kepala tempat tidur agar kepala tidak membentur dinding.

Menerapkan tips-tips di atas membantu mengurangi risiko cedera akibat kejang. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang kondisi ini, konsultasikan dengan dokter Anda.

Kesimpulan

  • Kejang saat tidur atau juga disebut kejang nokturnal umumnya tidak disadari dan dapat membahayakan keselamatan pengidapnya.
  • Kondisi ini disebabkan oleh aktivitas otak yang sibuk selama tidur dan dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti kurang tidur, stres, dan efek obat-obatan.
  • Pencegahan kejang dapat dilakukan dengan menyesuaikan obat, mengelola stres, dan menerapkan panduan keselamatan diri untuk menghindari cedera akibat episode kejang.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 11/10/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan