Mengolah dan memasak makanan sendiri tentu lebih menyehatkan, karena Anda bisa menjaga kebersihan dapur dan bahan makanan yang akan diolah. Meski begitu, kadang kesalahan cara memasak bisa terjadi tanpa disadari. Salah cara memasak tidak hanya akan menghilangkan zat gizi makanan, namun bisa menempatkan Anda dan keluarga pada risiko keracunan makanan. Lantas, apa saja kesalahan umum yang biasanya jadi penyebab keracunan makanan?

Cara memasak yang salah bisa jadi penyebab keracunan makanan

Penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah kontaminasi bakteri dan kuman penyakit pada makanan. Kondisi ini memiliki gejala yang beragam, misalnya sakit perut hingga diare berat. Nah sebaiknya, mulai hindari berbagai kesalahan cara memasak berikut ini untuk memastikan makanan Anda tidak terkontaminasi penyakit.

1. Tidak mencuci tangan

Seberapa sering Anda mencuci tangan sebelum dan setelah mengolah makanan? Jika ini belum jadi kebiasaan Anda, maka bisa jadi makanan yang Anda masak akan terkontaminasi dengan berbagai bakteri. Banyak sekali yang menyepelekan kebiasaan mencuci tangan, padahal justru hal ini adalah tindakan pencegahan pertama dan utama dalam penularan penyakit infeksi maupun keracunan makanan.

Bahkan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), menyatakan bahwa cuci tangan mampu mencegah 30 persen kasus diare yang biasanya terjadi akibat keracunan makanan. Maka dari itu, mulai sekarang biasakan untuk mencuci tangan sebelum mengolah makanan, setidaknya lakukan hal ini selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir.

2. Mencairkan makanan beku di ruangan terbuka

Tak banyak orang yang tahu bahwa sebenarnya makanan beku tidak boleh dicairkan dalam suhu ruangan. Pasalnya, suhu ruangan adalah lingkungan yang ideal untuk bakteri berkembang biak. Bakteri akan tumbuh dengan mudah pada suhu 4-60 derajat celsius.

Karena itu, sebaiknya Anda mencairkan makanan beku di dalam kulkas bagian bawah atau di dalam air yang dingin. Anda juga bisa mencairkan langsung dengan suhu yang panas, misalnya di dalam microwave untuk mematikan bakteri yang mungkin masih hinggap di makanan Anda.

3. Mencuci daging yang masih mentah

Jangan pernah mencuci daging mentah, entah itu daging sapi atau daging ayam. Mencucinya di bawah keran air yang mengalir hanya akan membuat bakteri yang tadinya ada di permukaan daging menyebar ke seluruh area dapur, bahkan ke pakaian Anda. Jadi, sebaiknya mulai sekarang hentikan mencuci daging mentah. Bahan makanan yang perlu dicuci dengan air hanyalah buah-buahan dan sayuran mentah saja.

kebanyakan makan daging

4. Mencoba makanan yang sudah kedaluwarsa

Makanan yang sudah kedaluwarsa harus segera dibuang meskipun jumlahnya masih banyak. Terkadang, ada yang mencoba makanan tersebut dan merasa rasa makanannya masih enak, sehingga tidak jadi dibuang.

Mungkin Anda merasa sayang saat membuangnya, tapi pikirkan berapa banyak bakteri yang sudah ada di dalamnya. Hal ini tentu bisa menjadi penyebab keracunan makanan. Bila memang sudah lewat tanggal kedaluwarsa, sebaiknya langsung buang makanan dan jangan dicoba-coba lagi. 

5. Membumbui daging mentah di suhu ruangan

Biasanya, Anda suka merendam daging mentah dengan berbagai bumbu agar rasanya semakin meresap. Akan tetapi, hati-hati. Jangan tinggal rendaman daging tersebut pada suhu ruangan. Setelah dibumbui dan diungkep, masukkan dalam lemari pendingin sehingga tidak ada bakteri yang hinggap ketika Anda membumbui daging.

Selain itu, pastikan juga bahwa Anda tidak akan menggunakan bumbu yang sudah Anda gunakan pada daging mentah untuk makanan yang sudah matang.

6. Menaruh makanan matang dengan mentah di wadah yang sama

Keracunan makanan bisa terjadi akibat kontaminasi silang. Agar hal ini tidak terjadi, pisahkan wadah makanan mentah dengan makanan yang sudah matang. Jangan biarkan kedua makanan tersebut tercampur ataupun ditaruh di wadah yang sama.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca