Membedakan Gejala Kanker Getah Bening Dengan Infeksi Getah Bening

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa membantu melawan infeksi, baik disebabkan oleh bakteri, virus, atau lainnya. Biasanya ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda. Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya. Lantas, bagaimana cara membedakan gejala kanker getah bening dengan infeksi getah bening? Simak ulasannya.

Gejala infeksi getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati adalah kondisi ketika kelenjar getah bening atau gumpalan jaringan sebesar kacang yang berisi sel darah putih mengalami pembesaran.

Infeksi bakteri atau virus yang tergolong ringan merupakan faktor yang paling sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Beberapa contoh infeksi ringan tersebut adalah demam kelenjar, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, infeksi telinga, dan infeksi kulit (selulitis).

Kelenjar getah bening yang bengkak akibat infeksi-infeksi tersebut biasanya disertai rasa sakit. Selain itu, terkadang penderita juga mengalami demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Pada dasarnya, kelenjar getah bening terdapat di seluruh tubuh, namun kondisi pembengkakan biasanya hanya terjadi di area ketiak, leher, di bawah dagu, dan di pangkal paha. Berikut gejala infeksi getah bening yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Kelenjar getah bening terasa keras saat ditekan
  • Kelenjar getah bening membengkak tanpa sebab yang jelas disertai badan yang terasa lemah
  • Kelenjar getah bening telah membengkak lebih dari dua minggu  disertai dengan ukuran yang membesar
  • Anda mengalami demam yang tidak kunjung mereda
  • Anda selalu berkeringat di malam hari
  • Anda mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Anda mengalami sakit tenggorokan yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas

Gejala kanker getah bening yang harus Anda kenali

Berbeda dengan infeksi getah bening yang akan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, kanker getah bening atau yang sering juga disebut limfoma adalah jenis kanker ganas yang menyerang sistem limfatik.

Sistem limfatik merupakan satu bagian penting dari sistem pertahanan tubuh yang memiliki tugas penting dalam membentuk barisan pertahanan guna melawan keberadaan infeksi maupun kanker.

Mengapa penting untuk mengetahui gejala kanker getah bening? Tentu saja penting, untuk dapat mengetahui jenis bantuan yang tepat serta mendeteksi keberadaan sel kanker sebelum mencapai tingkat yang serius atau fatal. Berikut enam gejala kanker getah bening.

1. Bengkak di daerah kelenjar getah bening

Kanker ini awalnya akan menimbulkan bengkak atau benjolan di daerah tubuh yang terdapat kelenjar getah bening. Umumnya muncul di sekitar leher, ketiak, dan pangkal paha. Namun, belum tentu leher bengkak itu limfoma, jika limfoma, benjolannya biasanya lebih dari satu atau seperti bergerombol dan tidak terasa sakit.

2. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai karena ini bisa menjadi salah satu gejala kanker getah bening. Biasanya, penurunan berat badan lebih dari 10 persen dan setidaknya terjadi selama 6 bulan.

3. Berkeringat malam hari

Berkeringat malam hari yang menjadi gejala kanker getah bening bukan karena melakukan aktivitas fisik. Pada pasien limfoma, bisa keluar keringat pada malam hari, meskipun udara dingin atau kamar memakai AC.

Hal ini disebabkan metabolisme sel yang terganggu. Terkadang disertai meriang dari malam sampai dini hari, hingga tubuh terasa gatal-gatal.

4. Demam

Banyak penyakit yang menimbulkan gejala demam. Namun, pada pasien limfoma, demam yang terjadi biasanya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 37 derajat celsius dan tidak pernah lebih dari 38 derajat celsius. Demam pun akan hilang timbul.

5. Kelelahan

Pasien limfoma biasanya juga akan merasa sangat lelah atau lemah. Misalnya, napas menjadi pendek dan sulit bernapas saat tingginya aktivitas, padahal sebelumnya baik-baik saja.

6. Perut terasa penuh

Gejala lainnya, yaitu perut terasa nyeri atau kurang nyaman. Selain itu juga terasa penuh di perut. Jika beberapa gejala ini muncul terus-menerus, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 28, 2017 | Terakhir Diedit: September 5, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca