Tanda-tanda dan Gejala Penyakit Celiac yang Mungkin Tidak Disadari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Celiac disease atau penyakit Celiac merupakan kondisi di mana pencernaan Anda bereaksi secara berlebihan saat mengonsumsi gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam biji-bijian termasuk gandum, gandum hitam, atau yang terdapat dalam tepung.

Penyakit ini merupakan kondisi kekebalan tubuh yang salah mengenali senyawa dalam gluten sebagai ancaman tubuh. Sistem kekebalan tubuh menyerang dan mengenai jaringan tubuh yang sehat. Hal tersebut menyebabkan radang yang merusak dinding halus, dan pada akhirnya mengganggu proses penyerapan nutrisi dari makanan. Celiac disease adalah kondisi serius yang dapat menimbulkan sejumlah gejala negatif, termasuk masalah pencernaan dan kekurangan gizi. Berikut ini beberapa tanda dan gejala celiac disease yang paling umum.

Tanda-tanda dan gejala celiac disease

1. Diare

Gejala yang paling pertama yang dialami banyak orang sebelum didiagnosis memiliki Celiac disease adalah diare, yang berair atau sebagian padat, sering kali berbau tidak sedap, dan terlihat berminyak atau berbuih. Pada sebuah penelitian, 79 persen pasien Celiac disease mengalami diare sebelum mendapatkan pengobatan. Setelah pengobatan, hanya 17 persen pasien yang masih mengalami diare kronis.  

Diare juga merupakan gejala yang paling sering terjadi pada penyakit Celiac yang tidak diobati. Bagi banyak pasien, diare berkurang dalam beberapa hari pengobatan. Namun, waktu rata-rata untuk mengatasi gejala sepenuhnya adalah empat minggu. Namun, perlu diingat bahwa ada kemungkinan penyebab diare lainnya, seperti infeksi, intoleransi makanan lainnya, atau masalah usus lainnya.

2. Perut kembung

Celiac disease dapat menyebabkan radang di saluran pencernaan, yang membuat perut kembung serta menimbulkan banyak masalah pencernaan lainnya. Faktanya, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 1.032 orang dewasa dengan Celiac disease, 73 persen orang melaporkan merasa kembung sebelum didiagnosis. Gejala ini biasanya akan berhenti setelah menghilangkan gluten dari makanan yang dikonsumsi.

Gluten juga telah terbukti menyebabkan masalah pencernaan seperti perut kembung bagi orang yang tidak memiliki Celiac disease. Hal ini dibuktikan melalui suatu penelitian yang dilakukan pada 34 orang yang tidak memiliki Celiac disease tapi mengalami perut kembung. Gejala ini akan membaik dengan menjalani pola makan bebas gluten setiap hari selama enam minggu.

3. Sering buang gas

Sering buang gas (kentut) adalah masalah pencernaan yang umum dialami orang dengan celiac disease yang tidak diobati. Sebuah penelitian melaporkan 9,4 persen dari 96 pasien Celiac disease dewasa mengalami sering buang gas.

4. Kelelahan

Umumnya orang dengan penyakit Celiac mengalami penurunan energi sehingga akan mudah lelah. Orang dengan penyakit Celiac yang tidak diobati akan mengalami kelelahan yang lebih parah dibandingkan dengan orang yang menjalani pola makan bebas gluten.

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa orang dengan kondisi ini lebih mungkin mengalami gangguan tidur yang dapat menyebabkan kelelahan. Selain itu, penyakit Celiac yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil, sehingga tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang juga dapat menyebabkan kelelahan.

5. Turunnya berat badan

Penurunan berat badan yang drastis dan sulitnya menjaga berat badan ideal merupakan tanda awal penyakit Celiac yang paling sering. Hal ini disebabkan terganggu kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi yang berpotensi mengalami kekurangan gizi dan penurunan berat badan. 

Untuk memastikan apakah berat badan Anda saat ini sudah ideal, cek di kalkulator berat badan ini atau di bit.ly/indeksmassatubuh.

6. Anemia defisiensi zat besi

Penyakit Celiac dapat mengganggu penyerapan nutrisi sehingga dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Gejalanya meliputi merasa lemah dan lelah, nyeri dada, sakit kepala, dan pusing. Sebuah penelitian menemukan hampir 15 persen dari 34 pasien anak-anak dengan penyakit Celiac memiliki anemia defisiensi besi yang ringan sampai sedang.

Penelitian lain melaporkan bahwa tujuh persen dari 84 orang dengan anemia defisiensi besi memiliki penyakit Celiac. Setelah mereka menjalani diet bebas gluten, kadar zat besi meningkat secara signifikan.

7. Sembelit

Bagi beberapa orang dengan penyakit Celiac mungkin tidak mengalami diare, tapi mereka biasanya mengalami sembelit. Penyakit Celiac merusak jonjot usus atau vili usus (lipatan atau lekukan pada usus halus) yang berfungsi memperluas permukaan penyerapan, sehingga nutrisi dapat terserap sempurna. Saat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, villi usus tidak dapat menyerap nutrisi secara penuh dan sering kali menyerap kelembapan ekstra dari feses. Hal ini menyebabkan feses mengeras dan mengakibatkan sembelit.

Namun, pada orang yang melakukan diet bebas gluten yang ketat, mereka yang memiliki penyakit celiac mungkin merasa sulit untuk menghindari sembelit. Hal ini karena diet bebas gluten menghindari banyak makanan yang berserat tinggi. Sehingga dapat menurunkan asupan serat dan frekuensi feses pun berkurang. Gaya hidup sedentari (malas gerak), dehidrasi, dan pola makan yang buruk juga bisa menyebabkan sembelit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit