Celiac disease atau penyakit Celiac merupakan kondisi di mana pencernaan Anda bereaksi secara berlebihan saat mengonsumsi gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam biji-bijian termasuk gandum, gandum hitam, atau yang terdapat dalam tepung.

Penyakit ini merupakan kondisi kekebalan tubuh yang salah mengenali senyawa dalam gluten sebagai ancaman tubuh. Sistem kekebalan tubuh menyerang dan mengenai jaringan tubuh yang sehat. Hal tersebut menyebabkan radang yang merusak dinding halus, dan pada akhirnya mengganggu proses penyerapan nutrisi dari makanan. Celiac disease adalah kondisi serius yang dapat menimbulkan sejumlah gejala negatif, termasuk masalah pencernaan dan kekurangan gizi. Berikut ini beberapa tanda dan gejala celiac disease yang paling umum.

Tanda-tanda dan gejala celiac disease

1. Diare

Gejala yang paling pertama yang dialami banyak orang sebelum didiagnosis memiliki Celiac disease adalah diare, yang berair atau sebagian padat, sering kali berbau tidak sedap, dan terlihat berminyak atau berbuih. Pada sebuah penelitian, 79 persen pasien Celiac disease mengalami diare sebelum mendapatkan pengobatan. Setelah pengobatan, hanya 17 persen pasien yang masih mengalami diare kronis.  

Diare juga merupakan gejala yang paling sering terjadi pada penyakit Celiac yang tidak diobati. Bagi banyak pasien, diare berkurang dalam beberapa hari pengobatan. Namun, waktu rata-rata untuk mengatasi gejala sepenuhnya adalah empat minggu. Namun, perlu diingat bahwa ada kemungkinan penyebab diare lainnya, seperti infeksi, intoleransi makanan lainnya, atau masalah usus lainnya.

2. Perut kembung

Celiac disease dapat menyebabkan radang di saluran pencernaan, yang membuat perut kembung serta menimbulkan banyak masalah pencernaan lainnya. Faktanya, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 1.032 orang dewasa dengan Celiac disease, 73 persen orang melaporkan merasa kembung sebelum didiagnosis. Gejala ini biasanya akan berhenti setelah menghilangkan gluten dari makanan yang dikonsumsi.

Gluten juga telah terbukti menyebabkan masalah pencernaan seperti perut kembung bagi orang yang tidak memiliki Celiac disease. Hal ini dibuktikan melalui suatu penelitian yang dilakukan pada 34 orang yang tidak memiliki Celiac disease tapi mengalami perut kembung. Gejala ini akan membaik dengan menjalani pola makan bebas gluten setiap hari selama enam minggu.

3. Sering buang gas

Sering buang gas (kentut) adalah masalah pencernaan yang umum dialami orang dengan celiac disease yang tidak diobati. Sebuah penelitian melaporkan 9,4 persen dari 96 pasien Celiac disease dewasa mengalami sering buang gas.

4. Kelelahan

Umumnya orang dengan penyakit Celiac mengalami penurunan energi sehingga akan mudah lelah. Orang dengan penyakit Celiac yang tidak diobati akan mengalami kelelahan yang lebih parah dibandingkan dengan orang yang menjalani pola makan bebas gluten.

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa orang dengan kondisi ini lebih mungkin mengalami gangguan tidur yang dapat menyebabkan kelelahan. Selain itu, penyakit Celiac yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil, sehingga tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang juga dapat menyebabkan kelelahan.

5. Turunnya berat badan

Penurunan berat badan yang drastis dan sulitnya menjaga berat badan ideal merupakan tanda awal penyakit Celiac yang paling sering. Hal ini disebabkan terganggu kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi yang berpotensi mengalami kekurangan gizi dan penurunan berat badan. 

Untuk memastikan apakah berat badan Anda saat ini sudah ideal, cek di kalkulator berat badan ini atau di bit.ly/indeksmassatubuh.

6. Anemia defisiensi zat besi

Penyakit Celiac dapat mengganggu penyerapan nutrisi sehingga dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Gejalanya meliputi merasa lemah dan lelah, nyeri dada, sakit kepala, dan pusing. Sebuah penelitian menemukan hampir 15 persen dari 34 pasien anak-anak dengan penyakit Celiac memiliki anemia defisiensi besi yang ringan sampai sedang.

Penelitian lain melaporkan bahwa tujuh persen dari 84 orang dengan anemia defisiensi besi memiliki penyakit Celiac. Setelah mereka menjalani diet bebas gluten, kadar zat besi meningkat secara signifikan.

7. Sembelit

Bagi beberapa orang dengan penyakit Celiac mungkin tidak mengalami diare, tapi mereka biasanya mengalami sembelit. Penyakit Celiac merusak jonjot usus atau vili usus (lipatan atau lekukan pada usus halus) yang berfungsi memperluas permukaan penyerapan, sehingga nutrisi dapat terserap sempurna. Saat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, villi usus tidak dapat menyerap nutrisi secara penuh dan sering kali menyerap kelembapan ekstra dari feses. Hal ini menyebabkan feses mengeras dan mengakibatkan sembelit.

Namun, pada orang yang melakukan diet bebas gluten yang ketat, mereka yang memiliki penyakit celiac mungkin merasa sulit untuk menghindari sembelit. Hal ini karena diet bebas gluten menghindari banyak makanan yang berserat tinggi. Sehingga dapat menurunkan asupan serat dan frekuensi feses pun berkurang. Gaya hidup sedentari (malas gerak), dehidrasi, dan pola makan yang buruk juga bisa menyebabkan sembelit.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca