Ingin Coba Sedot Lemak? Baca Dulu Berbagai Risiko Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/06/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Sedot lemak alias liposuction adalah cara instan untuk menghilangkan timbunan lemak dalam tubuh. Hilangnya sebagian besar lemak tubuh ini akan sekaligus juga membantu Anda memperbaiki bentuk atau kontur tubuh. Meski terbilang aman, sedot lemak juga memiliki risiko efek samping. Apa saja? Baca selengkapnya di sini.

Siapa saja yang bisa sedot lemak?

Anda bisa melakukan operasi ini jika:

  • Tidak memiliki kulit yang berlebihan.
  • Memiliki elastisitas kulit yang baik.
  • Memiliki bentuk otot yang baik.
  • Memiliki timbunan lemak yang tidak akan hilang dengan diet atau olahraga.
  • Sehat secara fisik dan keseluruhan.
  • Tidak kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Tidak merokok.

Bicarakan dengan dokter untuk menentukan apakah operasi sedot lemak bisa dilakukan untuk Anda. Karena ada beberapa orang yang sebaiknya menghindari operasi sedot lemak.

Beberapa orang yang harus menghindari operasi sedot lemak adalah orang yang:

  • Merokok.
  • Memiliki masalah kesehatan kronis.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Kelebihan berat badan.
  • Memiliki kulit yang kendor.
  • Memiliki riwayat diabetes, penyakit kardiovaskular, trombosis vena dalam (DVT), atau kejang.
  • Mengonsumsi obat yang dapat meningkatkan risiko pendarahan, seperti pengencer darah.

Adakah efek samping dari operasi sedot lemak?

Sedot lemak adalah operasi serius dengan berbagai kemungkinan efek samping. Operasi ini dapat menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang pada kesehatan tubuh. Tanyakan kepada dokter Anda untuk menjelaskan semua potensi efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi.

Efek samping yang mungkin terjadi selama operasi meliputi:

  • Cedera karena organ dalam tertusuk alat penyedot.
  • Komplikasi anestesi
  • Luka bakar dari peralatan, seperti ultrasound probes
  • Kerusakan saraf.
  • Syok.

Sama seperti tindakan operasi lainnya yang menggunakan anestesi, liposuction juga memiliki risiko kematian walaupun kasusnya hampir bisa dibilang sangat jarang. Risiko kematian akibat sedot lemak mungkin saja terjadi apabila jenis anestesi yang digunakan adalah lidocaine, dan kemudian dicampur ke cairan infus. Ini disebut teknik tumescent liposuction.

Lidocaine menyebabkan denyut jantung menurun sehingga darah tidak terpompa ke seluruh tubuh. Selain itu, suntikan cairan yang diberikan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam paru yang mengakibatkan edema paru. Kondisi ini membuat Anda sulit bernapas hingga menyebabkan penurunan jumlah oksigen.

Efek samping yang ditimbulkan lidocaine tersebut dapat menyebakan kondisi kegawatan hingga kematian.

Efek samping yang mungkin terjadi segera setelah prosedur, meliputi:

  • Pembekuan darah di paru-paru (emboli paru).
  • Pengendapan banyak cairan di paru-paru (edema paru).
  • Gumpalan lemak.
  • Infeksi.
  • Hematoma (pendarahan di bawah kulit).
  • Seroma (cairan bocor di bawah kulit).
  • Edema (pembengkakan).
  • Nekrosis kulit (kematian sel-sel kulit).
  • Reaksi terhadap anestesi dan obat-obatan lainnya.
  • Masalah jantung dan ginjal.

Risiko selama pemulihan, meliputi:

  • Masalah dengan bentuk atau kontur tubuh.
  • Kulit berombak atau bergelombang.
  • Mati rasa, memar, nyeri, bengkak, dan nyeri.
  • Infeksi.
  • Ketidakseimbangan cairan.
  • Bekas luka.
  • Warna kulit berubah.

Efek samping jangka panjang dari sedot lemak

Efek samping jangka panjang dari operasi sedot lemak bervariasi. Operasi ini secara permanen menghilangkan sel-sel lemak dari area tubuh yang ditargetkan. Jadi jika Anda menambah berat badan, lemak akan tetap disimpan di berbagai area tubuh. Lemak baru dapat muncul lebih dalam di bawah kulit, dan bisa berbahaya jika tumbuh di sekitar hati atau jantung.

Beberapa orang mengalami kerusakan saraf dan perubahan sensasi pada kulit yang bersifat permanen.

Operasi sedot lemak bukanlah cara menurunkan berat badan. Operasi ini memiliki risiko serius dan kemungkinan komplikasi, jadi penting untuk berbicara dengan dokter Anda sebelum mempertimbangkannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Prosedur Tummy Tuck, Menciptakan Perut yang Rata dan Kencang dengan Operasi

Tummy tuck adalah bedah kosmetik untuk memperbaiki bentuk dan tampilan perut. Seperti apa prosedurnya dan siapa saja yang boleh melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Kecantikan 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Seputar Kebutuhan Lemak Balita Usia 2-5 Tahun

Lemak berperan penting dalam metabolisme anak balita. Lalu, seberapa banyak kebutuhan lemak yang dibutuhkan untuk anak balita usia 2-5 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 11/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Meski lemak sering kali harus dihindari, asupan lemak yang sehat untuk bayi sebenarnya sah-sah saja. Sudahkah Anda tahu berapa kebutuhan lemak harian bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 10/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
lemak paha

Mana yang Lebih Susah Dihilangkan, Lemak Perut Atau Paha?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 4 menit
laser lipolysis

Mengenal Seluk Beluk Laser Lipolysis untuk Menyingkirkan Lemak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . Waktu baca 5 menit
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit