Deretan Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari untuk Pengidap Penyakit Graves

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Juli 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Penyakit Graves adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan kelenjar tiroid bekerja berlebihan. Jika kelenjar tiroid terlalu aktif dan memproduksi lebih banyak hormon tiroid, maka akan menyebabkan hipertiroidisme.

    Tiroid merupakan kelenjar yang berperan penting untuk mengendalikan aktivitas tubuh dan letaknya ada di leher. Sebagian orang yang mengalami penyakit graves harus menjalani beberapa diet tertentu agar kondisinya tidak semakin parah. Apa yang harus dimakan saat melakukan diet graves?

    Makanan apa yang harus dimakan saat melakukan diet graves?

    Penyakit graves pada umumnya bisa diatasi kondisinya agar lebih baik dengan mengonsumsi makanan tepat. Untuk menjalani diet penyakit graves Anda wajib mengonsumsi makanan berikut:

    1. Makanan kaya kalsium

    Hipertiroidisme menyebabkan kalsium sulit diserap dalam tubuh. Bila tidak ada kalsium, tulang jadi rentan rapuh dan berisiko osteoporosis bisa menyebabkan tulang rapuh dan osteoporosis.

    Makan makanan tinggi kalsium dapat membantu tubuh agar mendapatkan lebih banyak kalsium yang diserap. Maka itu, sebaiknya Anda mengonsumsi:

    • Brokoli
    • Kacang almond
    • Ikan
    • Okra

    2. Makanan tinggi vitamin D

    Vitamin D dapat membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan dengan lebih mudah. Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin D untuk tubuh dengan cara berjemur di pagi hari. Karena sebagian besar vitamin D dibuat di kulit melalui penyerapan sinar matahari. Lalu sumber makanan yang mengandung vitamin D antara lain:

    • Ikan sarden
    • Minyak ikan cod
    • Ikan salmon
    • Ikan tuna
    • Jamur

    3. Makanan tinggi magnesium

    Jika tubuh Anda tidak memiliki cukup kandungan magnesium di dalamnya, itu dapat memengaruhi kemampuannya untuk menyerap kalsium. Kekurangan magnesium juga dapat memperburuk gejala yang terkait dengan penyakit graves. Untuk menjalani diet penyakit graves Anda harus makan makanan dengan kandungan mineral tinggi, antara lain:

    • Cokelat hitam
    • kacang almond
    • kacang mete
    • biji-bijian

    4. Makanan mengandung selenium

    Kekurangan selenium sering dikaitkan sebagai penyebab penyakit tiroid yang menyerang mata dan Graves. Tiroid yang menyerang mata akanmenyebabkan bola mata menonjol dan kondisi penglihatan ganda. Makanan yang mengandung selenium bisa Anda temukan pada:

    • Jamur
    • Beras merah
    • Kacang brazil
    • Kuaci
    • Ikan sarden

    Makanan apa yang harus dihindari saat menjalani diet penyakit graves?

    1. Makanan yang mengandung gluten

    Bagi orang dengan penyakit graves, ada baiknya menghindari makanan atau sumber makanan yang mengandung gluten. Makanan yang mengandung gluten dapat membuat orang dengan penyakit autoimun jadi sulit sembuh. Contoh makanan yang mengandung gluten adalah:

    • Gandum (Makanan dari gandum seperti oatmeal, roti atau pasta yang terbuat dari gandum)
    • Gandum hitam (rye)
    • Jali (barley)

    2. Hindari asupan yodium berlebih

    Ada beberapa bukti bahwa asupan yodium berlebihan dapat memicu hipertiroidisme pada orang tua. Yodium adalah mikronutrien yang diperlukan tubuh untuk fungsi aktivitas sehari-hari. Namun kalau kebanyakan yodium juga tidak baik. Maka saat menjalani diet graves disarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi:

    • Garam
    • Roti
    • Produk susu seperti keju dan yoghurt

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

    Tahukah Anda berjemur di bawah sinar matahari bisa bikin badan lebih ramping? Yuk, pelajari cara lain agar cepat turun berat badan di pagi hari berikut ini.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

    Apa benar menghindari makan nasi atau karbohidrat lain saat sarapan dapat menurunkan berat badan? Ketahui jawabannya di artikel berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

    Selain mencukur, waxing, dan laser, ada juga krim untuk menghilangkan bulu yang mudah dan murah. Apa krim perontok bulu aman untuk tubuh?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

    Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan untuk kuku

    6 Makanan untuk Membuat Kuku Kuat dan Sehat

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    pasca operasi usus buntu

    Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
    veneer gigi

    Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
    hamil di usia 20-an

    Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit