backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

8

Tanya Dokter
Simpan

Cara Mengatasi Badan Lemas dan Gemetar dari Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 30/09/2022

Cara Mengatasi Badan Lemas dan Gemetar dari Penyebabnya

Badan lemas dan gemetar merupakan kondisi yang biasa terjadi saat lapar. Namun, jika Anda mengalaminya ketika perut sudah dalam keadaan terisi, kondisi ini bisa menjadi pertanda masalah kesehatan tertentu. Bagaimana cara mengatasi badan lemas dan gemetar?

Cara mengatasi badan lemas dan gemetar

perut mual kepala pusing mulut pahit badan lemas

Badan yang lemas dan gemetar harus ditangani sesuai dengan kondisi yang menyebabkannya. Untuk mengetahuinya, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Namun, secara umum, berikut sejumlah kiat yang dapat Anda lakukan.

1. Minum cukup air putih

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab badan tiba-tiba lemas dan gemetar. Kondisi ini umumnya terjadi ketika cuaca sedang sangat panas atau setelah Anda selesai berolahraga.

Cara mengatasi badan lemas dan gemetar akibat dehidrasi yaitu dengan banyak minum air putih. Anda juga bisa mengonsumsi minuman isotonik untuk mengatasi kondisi ini.

2. Konsumsi makanan atau minuman manis

Makanan atau minuman manis bisa membantu mengatasi badan lemas dan gemetaran. Biasanya, cara ini cocok untuk kondisi yang disebabkan hipoglikemia atau gula darah rendah.

Anda bisa mengonsumsi minuman manis seperti jus atau mengisap permen. Konsumsi karbohidrat juga dapat membantu meningkatkan kadar gula darah Anda.

3. Membatasi kafein

Konsumsi kafein secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan irama jantug, kurang istirahat karena sulit tidur, dan migrain. Kondisi tersebut meningkatkan risiko badan lemas dan gemetar.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda membatasi konsumsi kafein. Menurut Mayo Clinic, batas aman konsumsi kopi untuk orang dewasa sebanyak 400 mg atau setara empat cangkir kopi per hari.

4. Kurangi konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebih dapat menyebabkan gangguan irama jantung, hipoglikemia, dan migrain. Selain itu, efek alkohol pada tubuh yang juga sering muncul ialah badan lemas dan gemetaran.

Cara mengatasi badan lemas dan gemetar akibat hal ini tentunya dengan membatasi konsumsi alkohol. Tidak ada batas aman konsumsi alkohol, jadi ada baiknya Anda sepenuhnya menghindari minuman yang satu ini.

5. Konsumsi suplemen

Konsumsi suplemen dapat mengatasi rasa lemas dan gemetar yang disebabkan oleh anemia. Anemia merupakan kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah.

Selain lemas, anemia juga ditandai dengan gejala khas lainnya seperti lesu, lelah, pucat, dan sulit berkonsentrasi. Jenis suplemen yang bisa membantu mengatasi anemia antara lain zat besi dan vitamin B12.

6. Beristirahat dengan cukup

Ketika Anda kelelahan, risiko badan terasa lemas dan gemetaran tentu akan meningkat. Kondisi ini umumnya terjadi ketika Anda kurang istirahat.

Guna mengatasinya, pastikan Anda beristirahat dengan cukup setiap hari. Orang dewasa memerlukan waktu tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. 

7. Minum obat sesuai resep dokter

Penyakit seperti aritmia, migrain, dan neuronitis vestibular merupakan beberapa penyebab badan gemetar dan lemas. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi obat sesuai resep dokter.

Hindari konsumsi obat tanpa rekomendasi dokter. Minum obat dengan dosis sembarangan malah bisa memperparah kondisi Anda.

Tindakan-tindakan di atas mungkin tidak mencakup penanganan secara keseluruhan. Untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan ke dokter.

Penyebab badan tiba-tiba lemas dan gemetar

kelelahan

Beragam kondisi dapat menjadi penyebab badan tiba-tiba lemas dan gemetar. Kondisi tersebut bisa menjadi pertanda ketidakberesan dalam tubuh Anda hingga gejala penyakit tertentu.

Berikut sejumlah masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.

1. Gula darah rendah

Ketika gula darah rendah, tubuh terasa lemas, gemetaran, dan kelelahan. Umumnya, kondisi ini muncul akibat kelaparan, efek pengobatan diabetes, dan konsumsi alkohol saat perut kosong.

2. Tekanan darah rendah

Tekananan darah rendah atau hipotensi dapat membuat tubuh lemas dan lunglai. Kondisi ini terjadi karena otak, jantung, dan anggota tubuh Anda tidak mendapat cukup asupan darah.

3. Neuronitis vestibular

Neuronitis vestibular adalah infeksi yang menyerang saraf vestibular pada telinga bagian dalam. Infeksi pada saraf ini mengganggu pengaturan keseimbangan serta menyebabkan tubuh lemas dan gemetar.

4. Dehidrasi

dehidrasi penyebab badan lemas dan gemetaran

Dehidrasi merupakan kondisi yang terjadi saat kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi. Selain badan lemas dan gemetar, dehidrasi bisa menyebabkan kelelahan, rasa linglung, dan sakit kepala.

5. Kelelahan kronis

Kondisi ini terjadi ketika Anda mengalami kelelahan dalam jangka panjang, bahkan setelah tidur. Beberapa gejalanya mulai dari kesulitan berkonsentrasi, nyeri sendi, lemas, hingga tubuh gemetaran.

6. Gangguan irama jantung (aritmia)

Penyebab badan lemas dan gemetar ini terjadi ketika irama jantung tiba-tiba menjadi lebih cepat, lambat atau tidak beraturan. Aritmia juga bisa menjadi pertanda dari penyakit jantung yang lebih serius.

7. Migrain

Migrain tak hanya membuat tubuh lemas, tetapi juga menyebabkan masalah penglihatan, kepala kliyengan, mual, serta muntah. Kondisi ini bisa berlangsung dalam hitungan jam hingga hari. 

8. Anemia

Anemia membuat tubuh tidak menerima cukup asupan sel darah yang membawa oksigen. Akibatnya, badan akan terasa lemas dan gemetaran, yang terkadang diikuti kondisi seperti:

  • sesak napas, 
  • sakit kepala, 
  • tangan dan kaki dingin, 
  • kulit pucat, serta 
  • nyeri dada.

9. Efek pengobatan

Badan lemas dan gemetar dapat muncul sebagai efek dari obat-obatan tertentu. Obat-obatan yang berpotensi menjadi pemicunya meliputi:

  • antidepresan,
  • antikejang,
  • penurun tekanan darah,
  • relaksan otot, dan
  • pil tidur.

Perlu diingat, cara mengatasi badan lemas dan gemetar harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika Anda mengalaminya dalam waktu lama atau berulang, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 30/09/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan