Apakah Diet Keto Baik untuk Pasien Kanker? Ini Faktanya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/09/2017
Bagikan sekarang

Diet keto atau ketogenik adalah diet yang menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Diet pada umumnya akan menyuruh Anda menjauhi lemak. Namun diet ketogenik ini malah menganjurkan Anda menggunakan lemak sebagai bahan energi utama Anda. Apabila konsumsi lemak normal adalah sekitar 201-30%, diet keto menganjurkan asupan lemak mencapai 60-70%. Nah, berbagai sumber menyatakan bahwa ternyata diet keto untuk kanker bisa memberikan manfaat tertentu. Benar atau tidak, ya? Simak jawabannya di sini.

Mengenal diet ketogenik (keto)

Asal mula diet ketogenik berasal dari kata keton. Saat tubuh kekurangan energi dan ketersediaan karbohidrat tidak memadai, maka hati akan memecah lemak menjadi asam lemak berbentuk keton untuk dijadikan sumber energi bagi tubuh dan juga otak. Jumlah keton yang berlebihan di dalam tubuh ini disebut dengan ketosis. Inilah yang menjadi mekanisme utama dalam diet keto.

Diet ini dikhususkan dengan mengurangi asupan gula hingga level sangat minimal. Diet keto akan menyuruh Anda untuk mengonsumsi sayuran dalam jumlah besar, protein dalam skala rendah, dan lemak dalam kadar yang relatif tinggi.

Tentunya lemak yang dikonsumsi adalah lemak yang sehat. Misalnya yang terkandung pada daging, telur, minyak nabati dari alpukat, minyak zaitun, minyak biji bunga matahari, minyak ikan, mentega, lemak keju, lemak susu, biji-bijian, dan sebagainya.

Meskipun penggunaannya dalam pemangkasan lemak tubuh dan penurunan berat badan masih diperdebatkan, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa diet keto cukup berhasil dalam menurunkan berat badan.

Tidak hanya itu, diet keto juga bermanfaat untuk pasien kanker, pencegahan penyakit Alzheimer, mengatur pola hidup diabetes, memperbaiki sistem metabolisme dan kesehatan jantung.

Bagaimana diet keto membantu pasien kanker?

Sel kanker sangat membutuhkan glukosa sebagai bahan utamanya untuk berkembang dan menyebar. Oleh karena itu, jika Anda menjalankan diet keto untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah, otomatis akan menyebabkan sel-sel kanker akan mengalami pelemahan. Karena tujuan utama diet ini memang menekan kadar glukosa darah.

Pada tahun 1995, diet ketogenik pernah diberikan pada dua anak dengan astrositoma. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan asupan glukosa oleh sel tumor pada kedua anak tersebut dan satu anak sembuh setelah 12 bulan dan bertahan hidup sampai umur 10 tahun. Dari data tersebut, terlihat bahwa diet keto bisa menurunkan volume tumor dan berpotensi meningkatkan angka harapan hidup pada pasien kanker.

Sebagian besar mengakui adanya pengaruh yang cukup relevan dari perilaku diet keto dengan pelemahan sel kanker, termasuk sel kanker yang sudah menyebar. Seorang ahli biologi sel dan dokter spesialis kanker, mengatakan bahwa diet keto membantu melemahkan sel-sel kanker. Karena itu, sel kanker jadi lebih mudah diatasi dengan terapi-terapi konvensional atau kombinasi terapi lainnya.

ketosis

Pola makan diet keto untuk kanker

Diet keto akan menuntut Anda untuk mengonsumsi lemak sehat lebih banyak. Diet ini juga menyarankan Anda untuk mengonsumsi sayuran rendah karbohidrat seperti kembang kol, kubis, seledri, sawi, bayam, asparagus, brokoli, dan kubis. Sumber protein untuk diet keto umumnya berasal dari daging, ayam olahan, ikan dan makanan laut, dan susu fermentasi.

Diet keto terdiri dari 75 persen lemak, 20 persen protein, dan 5 persen karbohidrat. Jadi sehari-hari Anda tak lagi mengonsumsi nasi sebagai makanan utama. Kalaupun tetap makan nasi atau sejenisnya, asupan karbohidrat maksimum tiap hari hanya berkisar 10-20 gram.

Namun, jika Anda memiliki kanker dan Anda ingin mencoba diet ini, sebaiknya tetap diskusikan dulu dengan dokter Anda untuk memilih pola diet keto untuk kanker tertentu yang paling tepat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Penurunan fungsi pendengaran dapat terjadi pada siapa saja. Namun, Anda bisa menurunkan risiko gangguan pendengaran lewat diet sehat, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 25/05/2020

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

3 Resep Menu Makan Sahur untuk Diet Keto Tanpa Ribet

Sedang diet keto, tapi bingung mau sahur pakai apa? Tenang, berbagai resep menu sahur untuk diet keto berikut mungkin bisa jadi inspirasi Anda esok hari. 

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 16/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat serat kenapa penting

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
turun berat badan naik setelah diet

3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
karbohidrat untuk diet

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020