Cari Tahu Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati Infeksi Parasit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Infeksi tidak cuma disebabkan oleh bakteri atau virus. Makhluk mikroskopik lainnya bernama parasit juga bisa bikin kita sakit. Apa saja yang harus Anda ketahui tentang infeksi parasit?

Apa itu infeksi parasit?

obat cacing kremi

Parasit adalah organisme mikroskopik yang hidup bergantung pada organisme spesies lain dengan cara mengambil persediaan nutrisi dari tubuh si inang tersebut.

Beberapa parasit tidak terlalu memengaruhi inang mereka. Jenis yang lain dapat tumbuh dan bereproduksi liar hingga menyerang sistem organ yang membuat inang mereka sakit. Inilah yang disebut dengan infeksi parasit.

Infeksi parasit adalah masalah kesehatan serius di negara-negara subtropis dan tropis, seperti Indonesia. Cacingan dan toxoplasmosis (toksoplasma) adalah contoh jenis penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia, sementara malaria adalah salah satu yang paling mematikan.

Jenis parasit yang biasa menyebabkan infeksi

Ada 3 jenis organisme yang bisa menginfeksi tubuh Anda, yaitu:

1. Protozoa

Protozoa adalah organisme bersel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak di dalam tubuh. Beberapa infeksi yang disebabkan oleh protozoa termasuk giardiasis. Giardiasis adalah infeksi serius yang biasanya muncul setelah Anda minum air yang terkontaminasi protozoa Giardia.

2. Cacing

Cacing adalah organisme multisel yang dapat hidup di dalam atau di luar tubuh Anda. Kebanyakan cacing hidup di usus, antara lain seperti cacing pipih, cacing pita, cacing kremi, dan cacing gelang.

3. Ektoparasit

Ektoparasit adalah organisme multisel yang disebarkan oleh serangga atau arachnida seperti nyamuk, kutu, dan tungau yang bertindak sebagai inang pembawa penyakit.

Sebagai contoh, malaria yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles pembawa parasit Plasmodium. Ektoparasit ini dapat berpindah ke manusia saat nyamuk tersebut menggigit kulit untuk mengisap darah.

Cara parasit masuk ke dalam tubuh

Infeksi parasit dapat menyebar dalam beberapa cara. Cara paling umum parasit masuk ke dalam tubuh adalah lewat mulut dari makanan dan minuman yang terkontaminasi protozoa. Misalnya, minum air mentah, makan daging mentah/setengah matang, makan seafood mentah/setengah matang, atau makan buah dan sayur yang tidak dicuci bersih atau tidak dimasak sampai matang.

Protozoa dan cacing juga dapat menyebar lewat perantara aliran air, limbah rumah tangga, feses dan darah (yang positif terinfeksi), hingga lewat paparan langsung antara kulit dengan tanah yang terkontaminasi. Beberapa jenis parasit tertentu dapat menyebar melalui kontak seksual.

Setelah terinfeksi, seseorang akan sangat mudah untuk menularkan parasit tersebut pada orang lain. Terlebih jika apabila Anda terinfeksi dan tidak mencuci tangan setelah memasak, memberi makan atau membersihkan feses binatang, atau setelah selesai dari kamar mandiAnda dapat dengan menularkan telur parasit mikroskopis ke benda apa pun yang Anda sentuh selanjutnya.

Contoh seperti pegangan pintu, ke sendok, garpu, gagang telepon, atau bahkan ke orang lain yang terkena sentuhan tangan Anda. Selain melalui makanan dan sentuhan, infeksi ini juga sangat mudah menular saat memegang atau menggosok bulu hewan yang ada parasitnya.

Siapa yang paling berisiko kena?

Siapa pun bisa terkena. Namun, ada beberapa golongan orang yang lebih berpeluang tinggi untuk terinfeksi karena:

  • suka makan makanan mentah
  • tidak mencuci bersih bahan makanan sebelum dimasak
  • jarang cuci tangan
  • memiliki daya tahan tubuh lemah atau sudah sakit dengan penyakit lain
  • hidup atau bepergian di daerah tropis atau subtropis di dunia
  • kekurangan pasokan air minum yang bersih
  • berenang di danau, sungai, kolam, atau kubangan banjir yang airnya terinfeksi parasit
  • bekerja dekat dengan tanah, misalnya petani atau buruh bangunan
  • bekerja dalam konteks lain di mana Anda bersentuhan dengan kotoran manusia (pengasuh bayi/baby sitter atau guru TK/PAUD, misalnya) atau dengan kotoran binatang (karyawan pet shop atau salon hewan) secara konsisten.

Apa saja ciri-ciri tubuh yang terinfeksi parasit?

Gejala infeksi parasit bervariasi tergantung pada apa organisme penyebabnya dan sistem organ yang diserangnya. Maka, satu kasus infeksi bisa menimbulkan serangkaian tanda dan gejala yang beda dari kasus lainnya.

Namun umumnya jika Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini yang sembuhnya memakan waktu lama, kemungkinan ada parasit dalam tubuh yang menginfeksi.

  • Masalah pencernaan berkepanjangan: sembelit, diare, perut kembung/bergas, mual-muntah, sakit perut/kram perut, tidak pernah merasa kenyang, ada bercak putih di feses; dapat muncul setelah bepergian dari tempat baru.
  • Gejala keracunan makanan yang muncul setelah bepergian ke tempat baru atau jajan sembarangan.
  • Masalah tidur: Sulit tidur atau terbangun beberapa kali di malam hari, menggemeretakan gigi saat tidur (sebelumnya tidak pernah), gampang marah.
  • Masalah kulit: iritasi, kulit ruam merah tiba-tiba yang disertai gatal-gatal
  • Masalah otot: pegal linu, nyeri otot, nyeri persendian yang bisa bertahan hingga sebulan.
  • Masalah daya tahan tubuh: Sering kelelahan, kecapekan, selalu letih, gejala depresi.
  • Masalah berat badan turun drastis tanpa sebab jelas, susah dinaikkan.
  • Gejala anemia defisiensi zat besi.
  • Gejala flu umum, pembengkakan kelenjar getah bening
  • Dehidrasi

Jika Anda memiliki gejala infeksi yang telah disebutkan di atas, segera konsultasi ke dokter. Dengan mendapatkan penanganan sedini mungkin, Anda dapat membantu menghentikan penyebaran infeksi ke orang lain.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis infeksi parasit?

Pada kasus infeksi menular yang menyerang saluran pencernaan seperti Giardiasis dan infeksi cacing tertentu, cara terbaik untuk menguji Anda terinfeksi atau tidak adalah dengan melakukan tes feses. Ada tes tinja konvensional yang menggunakan sampel dari feses Anda. Feses Anda nanti dibawa ke laboratorium untuk dilihat ada atau tidaknya organisme merugikan di dengan mikroskop

Dokter juga bisa menentukan diagnosis lewat tes feses komprehensif. Tes ini dilakukan dengan cara menguji sampel feses menggunakan teknologi Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memperkuat adanya DNA parasit.

Lalu, apa obat infeksi parasit?

Pengobatan infeksi tergantung pada diagnosis spesifik Anda. Beberapa infeksi tidak diperlukan perawatan medis karena gejala dapat hilang dengan sendirinya.

Biasanya, dokter Anda akan meresepkan obat antiparasit untuk mengobati infeksinya. Tetapi tidak ada obat tunggal yang efektif melawan semua jenis infeksi. Ada beberapa antibiotik dan obat antijamur tertentu yang efektif melawan beberapa infeksi parasit, sehingga kadang juga dapat diresepkan sebagai tambahan.

Namun ada juga beberapa jenis infeksi yang tidak ada obatnya atau tidak mempan diobati pakai obat kimia.

Dokter juga dapat merekomendasikan perawatan lain untuk meredakan gejala Anda. Sebagai contoh, banyak infeksi protozoa dan cacing dapat menyebabkan diare yang sering menyebabkan dehidrasi. Dokter Anda kemungkinan akan menyarankan Anda untuk minum banyak air putih atau cairan elektrolit (oralit) untuk mengisi kembali cairan tubuh yang hilang.

Bagaimana cara menghindarinya?

Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk menurunkan risiko terkena infeksi parasit:

  • Cuci tangan dan kaki Anda secara teratur, terutama setelah memegang makanan mentah, sehabis buang air besar, sehabis berladang, berkebun, atau mengolah tanah, dan setelah memegang kotoran manusia atau hewan
  • Cuci bahan makanan dan masak sampai matang.
  • Pastikan minum air mineral yang bersih, sebaiknya minum dari air kemasan saat Anda bepergian.
  • Hindari menelan air dari danau, sungai, atau kolam.
  • Hindari memegang kotoran hewan secara langsung, terutama kotoran kucing

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca