Ciri-ciri Skoliosis Pada Anak dan Orang Dewasa

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Skoliosis merupakan masalah tulang yang bisa diderita anak kecil maupun orang dewasa. Bahkan, terkadang masalah ini baru ditemukan setelah dewasa pada beberapa orang. Perubahan kurva tulang belakang pada orang dengan skoliosis biasanya terjadi sangat lambat sehingga banyak orang tidak menyadari dirinya memiliki skoliosis. Dan, baru mengetahuinya setelah skoliosis terjadi lebih parah. Untuk itu, Anda mungkin perlu memerhatikan setiap perubahan pada tulang, khususnya tulang belakang. Sebaiknya ketahui apa saja ciri-ciri skoliosis.

Apa saja ciri-ciri skoliosis?

Skoliosis adakah perubahan pada kurva tulang belakang menjadi melengkung seperti huruf C atau S. Hal ini biasanya terjadi dalam tingkat yang ringan dan tidak memengaruhi penampilan dan kesehatan Anda. Namun, seiring waktu skoliosis juga bisa memburuk. Bahkan, dapat menyebabkan Anda mengalami sakit punggung dan masalah kesehatan lainnya.

Untuk itu, sebaiknya ketahui apa saja ciri-ciri skoliosis sebelum skoliosis ditemukan cukup parah.

Ciri-ciri skoliosis pada anak

Skoliosis pada anak biasanya muncul pada usia antara 8-10 tahun. Ciri-ciri skoliosis pada anak bisa berbeda, bahkan beberapa anak dengan skoliosis mungkin tidak menunjukkan ciri-ciri apapun. Ciri-ciri ini bisa semakin jelas terlihat seiring dengan pertumbuhan anak. Berikut ini merupakan ciri-ciri anak dengan skoliosis:

  • Kedua bahu memiliki tinggi yang tidak sama
  • Satu pinggul anak terlihat lebih tinggi daripada lainnya
  • Kepalanya terlihat tidak berada di tengah tubuh
  • Tulang rusuk anak terdorong keluar
  • Saat anak berdiri, kedua lengannya tidak menggantung tepat di samping badannya
  • Saat anak membungkuk ke depan, kedua sisi punggungnya memiliki ketinggian yang berbeda

Ciri-ciri skoliosis pada orang dewasa

Selain pada masa anak-anak, skoliosis juga bisa muncul pada masa remaja sampai dewasa. Seiring dengan bertambahnya usia, keausan dapat merusak tulang dan sendi di tulang belakang. Hal ini membuat piringan yang ada di antara tulang belakang mulai rusak. Piringan tulang kemudian kehilangan ketinggian dan mulai miring, sehingga menyebabkan tulang belakang Anda menjadi melengkung.

Ciri-ciri skoliosis pada orang dewasa adalah:

  • Salah satu bahu dan/atau pinggul lebih tinggi dari yang lain
  • Rasa nyeri, mati rasa, dan lemas di kaki
  • Adanya perubahan gaya berjalan karena pinggul tidak sejajar. Hal ini pun dapat menyebabkan otot-otot lebih cepat lelah.
  • Sulit berdiri tegak
  • Sesak napas, karena tulang yang melengkung bisa menekan ruang yang tersedia untuk paru-paru dan membuat napas menjadi lebih sulit
  • Nyeri dada, tulang yang melengkung juga bisa menekan jantung sehingga bisa menghambat kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh
  • Tinggi badan menurun, karena tulang melengkung dan tidak bisa tegak
  • Adanya tulang taji, di mana tulang bertemu satu sama lain di sendi tulang belakang karena kerusakan tulang dan sendi
  • Merasa cepat kenyang, akibat dari melengkungnya tulang belakang yang menekan perut

Skoliosis pada dewasa juga sering menyebabkan sakit punggung. Sakit punggung bisa terjadi karena kerusakan pada tulang belakang memberi tekanan pada saraf sehingga menyebabkan saraf menjadi lemah dan mati rasa. Selain sakit punggung, skoliosis juga dapat menyebabkan nyeri pada tulang rusuk, sakit leher, kejang otot, dan nyeri perut.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca