Cara Mencuci Seprai dan Waktu yang Tepat untuk Mencucinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda menghabiskan waktu lebih dari 6 jam di tempat tidur. Untuk itu, kebersihan kamar, terutama seprai yang melapisi kasur Anda harus diperhatikan. Sebenarnya, kapan seprai harus dicuci? Lalu, bagaimana cara mencuci seprai dengan benar? Jangan khawatir, yuk dengar penjelasannya dari para ahli.

Kapan saya harus mencuci seprai?

Tidak berbeda jauh dengan pakaian, seprai juga menempel dengan kulit tubuh Anda dalam waktu yang lama, sekitar 6 hingga 8 jam per hari.

Seprai bisa menjadi tempat tinggal berbagai jenis bakteri, jamur, debu, dan tungau. Selain itu, keringat dan sel kulit mati dari tubuh Anda juga bisa mengotori seprai.

Anda tentu enggan untuk tidur di atas tempat tidur yang kotor, bukan? Bukan hanya tidak nyaman, seprai kotor juga bisa menyebabkan kulit gatal, jerawat, eksim, dan memicu alergi.

Untuk menghindari masalah tersebut, Anda perlu mencuci seprai secara berkala. Cara mencuci seprai pun perlu juga diperhatikan, tidak boleh sembarang.

Kapan sebaiknya seprai dicuci? Sebenarnya, tidak ada aturan saklek seberapa sering Anda mencuci seprai.

Namun, Michael Schmidt, PhD, seorang dosen mikrobiologi dan imunologi di The Medical University of South Carolina menyebutkan bahwa cucilah seprai setidaknya seminggu sekali.

Cara mencuci seprai yang benar

cara mencuci seprai
Sumber: Warwick Daily News

Tidur dengan seprai yang bersih tentu sangat nyaman. Nah, supaya mendapatkan kenyamanan ini sekaligus terhindar dari masalah kesehatan, Anda tidak boleh mencuci seprai asal-asalan.

Jangan hanya sekadar harum dan bebas noda. Ingat, bakteri yang ukurannya sangat kecil bisa saja tetap menempel pada seprai yang sudah dicuci.

Jadi, bagaimana cara mencuci alas tidur ini dengan benar? Jangan khawatir, ikuti beberapa langkahnya berikut ini supaya seprai Anda bebas dari kuman seperti berikut ini.

1. Tahu kapan waktunya mencuci seprai

Meski ahli menyarankan untuk mencuci seprai seminggu sekali, sebaiknya Anda tidak terpaku pada aturan ini. Schimdt mengatakan bahwa sebenarnya seprai bisa dicuci lebih dari satu kali seminggu, bergantung kondisinya.

Jika Anda membiarkan hewan peliharaan tidur bersama atau gemar ngemil di atas kasur, mungkin Anda harus lebih sering mengganti dan mencuci seprai.

Apalagi jika alas tidur Anda terbuat dari bahan linen yang berserat. Bahan ini sangat mudah menyerap noda sehingga harus dibersihkan atau dicuci secepatnya.

2. Sesuaikan cara mencuci seprai dengan bahannya

Sebenarnya, cara mencuci seprai tidak berbeda jauh dengan mencuci pakaian seperti biasanya. Sebelum Anda mencucinya, pisahkan seprai berdasarkan warna dan bahannya.

Untuk seprai berbahan linen harus dicuci terlebih dahulu. Ini dilakukan supaya noda dan kotoran lebih mudah dihilangkan. Kemudian, rendam seprai dengan air dingin, bukan air panas, agar serat linen tidak menyusut.

Untuk bahan katun, Anda boleh merendamnya dengan air panas. Suhu panas dapat membunuh kuman dan tungau yang menempel pada seprai. Baik seprai bahan linen maupun katun bisa Anda cuci dengan mesin cuci.

3. Gunakan bahan pembersih secukupnya

Mengingat ukurannya yang lebih besar, terkadang kita menggunakan sabun lebih banyak ketika mencuci seprai sebagai cara yang dinilai ampuh untuk membersihkan. Padahal, gunakan secukupnya saja.

Jika terlalu banyak, Anda butuh banyak air untuk membilasnya. Sisa-sisa bahan kimia juga bisa tertinggal di seprai. Jadi, jangan lupa untuk membilas seprai hingga bersih (tidak terasa licin dan berbusa).

4. Pakai pengering supaya lebih cepat kering

Manfaatkanlah pengering di mesin cuci untuk membuat seprai lebih cepat kering. Hal ini juga akan memudahkan Anda.

Jemurlah seprai di bawah paparan sinar matahari untuk membunuh kuman yang masih menempel. Setelah kering, simpan di tempat yang bersih dan kering.

Selain seprai, Anda juga harus rutin mengganti sarung bantal, sarung guling, dan selimut supaya tempat tidur Anda tetap bersih.

Baca Juga:

Sumber