3 Cara Mengobati Telinga Berair, dari Pakai Obat Sampai Operasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/07/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Telinga berair secara medis dikenal sebagai otorrhea. Cairan keluar dari telinga atau otorrhea ini dapat disebabkan oleh berbagai hal. Dari penyebab yang sederhana hingga yang cukup mengkhawatirkan. Lalu bagaimana cara mengobati telinga berair? Simak ulasan berikut.

Apa yang menyebabkan telinga berair?

Otorrhea bisa terjadi karena kotoran telinga yang memang dikeluarkan oleh tubuh, atau air yang mengalir keluar lagi setelah berenang atau mandi. Jika ini yang terjadi, sifatnya tidak berbahaya sama sekali.

Akan tetapi, dilansir dari laman Healthline, ada kondisi lain yang dapat menyebabkan telinga mengeluarkan cairan, misalnya karena infeksi atau cedera.

1. Infeksi

Infeksi telinga tengah (otitis media) adalah penyebab paling umum keluarnya cairan dari telinga. Otitis media terjadi ketika ada bakteri atau virus masuk ke telinga tengah, yaitu tempat gendang telinga. Infeksi telinga di area ini bisa menyebabkan cairan menumpuk di belakang gendang telinga.

Ketika terlalu banyak cairan menumpuk akibat infeksi, risiko terjadinya perforasi gendang telinga semakin tinggi. Perforasi gendang telinga adalah pecahnya gendang telinga akibat tumpukan cairan yang mendorong kuat. Cairan bisa melalui gendang telinga lalu akan mengalir keluar telinga.

Selain infeksi tersebut, otitis eksterna juga bisa jadi penyebab keluarnya cairan dari telinga. Otitis eksterna terjadi ketika bakteri atau jamur menginfeksi saluran telinga. Biasanya ini terjadi ketika Anda menghabiskan waktu yang lama di dalam air.

Terlalu lembabnya kondisi telinga bisa memecahkan kulit di dinding saluran telinga. Ini yang memungkinkan bakteri atau jamur masuk dan menyebabkan infeksi yang bisa menghasilkan cairan. Cairan tersebut nantinya juga bisa keluar dari telinga.

2. Trauma

Keluarnya cairan juga bisa terjadi setelah mengalami trauma. Trauma bisa membuat cairan serebrospinal bocor dari telinga. Kecelakaan yang mungkin menyebabkan keluarnya cairan dari telinga seperti patah tulang di bagian kepala sehabis jatuh, kecelakaan di jalan, dipukul benda berat di kepala, atau cedera berulang di dalam telinga yang pernah di operasi sebelumnya.

Apa tandanya jika cairan yang keluar dari telinga berbahaya?

sakit kepala di belakang telinga

Anda harus segera ke dokter jika telinga Anda mengeluarkan cairan tiba-tiba (bukan setelah telinga kemasukan air karena berenang, misalnya). Terlebih lagi jika Anda sudah mengeluarkan cairan selama lebih dari 5 hari. Terkadang pelepasan cairan telinga yang disebabkan karena infeksi bisa disertai gejala demam.

Jika Anda mengalami rasa sakit yang parah, telinga memerah, bengkak, dan pendengaran mulai menurun, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Bila Anda habis mengalami kecelakaan atau cedera, lalu keluar cairan dari telinga, Anda juga perlu segera ke dokter untuk memeriksa kondisi ini.

Bagaimana cara mengobati telinga berair?

telinga berair
Sumber: Sohu

Cara mengobati telinga berair berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya. Secara umum, ada beberapa cara yang diberikan jika telinga berair, yaitu:

1. Obat antibiotik

Yang diberikan adalah antibiotik (jika infeksi karena bakteri) obat tetes telinga yang diresepkan dokter untuk mengobati penyebab utama otorrhea tersebut.

Jika yang terjadi adalah infeksi jamur, maka diberikan larutan asetat untuk infeksi yang tidak terlalu parah. Kebanyakan kasus infeksi jamur yang parah di telinga diberikan antijamur topikal seperti clotrimazole.

Pada beberapa kasus, pemberian antibiotik ini juga bisa diberikan secara oral (obat minum) kalau diperlukan.

2. Obat pereda nyeri

Infeksi telinga bisa menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa di telinga. Maka itu, diberikan juga obat pereda rasa sakit untuk mengatasi keluhan ini. Obat ini diberikan untuk mengendalikan rasa sakit yang dirasakan selama infeksi terjadi.

Obat pereda nyeri yang diberikan misalnya obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) yang bisa digunakan untuk mengurangi sakit akibat peradangan telinga. Acetaminophen (paracetamol) juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit.

3. Pembedahan

Dalam kasus yang parah, jika ada banyak cairan telinga yang terus menerus keluar bisa dilakukan pembedahan medis. Abses yang berisi nanah dalam telinga disayat menggunakan jarum khusus untuk mengeluarkan nanah hingga kering.

Jika keluarnya cairan terjadi akibat trauma, dilakukan pengobatan lain tergantung kondisi masing-masing orang. Jika ditemukan robekan di gendang telinga akibat kecelakaan atau trauma, maka dokter akan memberikan perawatan khusus dengan menambal bagian sobekan tersebut. Tambalan ini akan menutup gendang telinga selama proses penyembuhan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Macam Pengobatan untuk Memulihkan Otitis Eksterna Secara Medis

Demi menghentikan perkembangan bakteri penyebab infeksi, dokter biasanya menyarankan berbagai pengobatan medis untuk mengatasi otitis eksterna. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 06/07/2019 . 4 menit baca

Menggunakan Penutup Telinga untuk Tidur, Aman Tidak, Ya?

Menggunakan penutup telinga bisa jadi salah satu cara untuk dapat tidur nyenyak. Namun, amankah jika sering digunakan? Apa saja dampak yang mungkin muncul?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2019 . 3 menit baca

3 Pengobatan Alami untuk Mengatasi Infeksi Telinga Perenang (Otitis Eksterna)

Telinga yang kemasukan air bisa menyebabkan infeksi berupa otitis eksterna atau swimmer's ear. Adakah pengobatan alami untuk mengatasi otitis eksterna ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2019 . 4 menit baca

Headset vs. Headphone, Mana yang Lebih Baik untuk Digunakan?

Walaupun sama-sama untuk mendengarkan musik, ternyata ada perbedaan agar tahu mana yang lebih baik diantara headphone atau headset.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/06/2019 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . 5 menit baca
merawat telinga memakai headset

4 Tips Merawat Telinga untuk Anda yang Sering Memakai Headset

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 01/09/2019 . 4 menit baca
telinga kemasukan air

3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Telinga Kemasukan Air

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28/08/2019 . 4 menit baca
telinga sakit saat flu

3 Kiat untuk Mengatasi Telinga yang Sakit Saat Flu dan Pilek

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/07/2019 . 4 menit baca