Tips Mudah Membuat Disinfektan di Rumah

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjaga kebersihan jadi langkah utama pencegahan penyakit menular, terutama penyakit yang berhubungan dengan gangguan saluran pernapasan, seperti COVID-19. Selain mencuci tangan, Anda bisa menggunakan disinfektan untuk membunuh kuman penyebab penyakit secara mandiri. Untuk itu, ketahui manfaat dan cara membuat disinfektan sederhana di rumah berikut ini.

Cara membuat disinfektan sederhana di rumah

Disinfektan digunakan untuk membunuh mikroba. Ada produk disinfektan tertentu yang memang ditujukan untuk membunuh kuman pada benda mati atau perlengkapan rumah tangga dan tidak terdapat pada tubuh makhluk hidup. Disinfektan memiliki kandungan kimia tertentu dan tidak digunakan pada tubuh manusia.

Sementara itu, antiseptik juga memiliki peran yang sama seperti disinfektan, yakni mematikan kuman penyebab penyakit. Antiseptik ini biasanya dalam bentuk sabun, sanitizer, atau berupa cairan.

Cairan antiseptik biasanya digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka dan lecet akibat gigitan serangga, membasmi kuman pada pakaian kotor, serta bisa digunakan untuk disinfektan pada peralatan rumah tangga, termasuk membersihkan lantai.

Lalu, apakah sebaiknya menggunakan disinfektan atau antiseptik untuk mencegah penularan? Kabar baiknya, Anda sudah bisa menerapkan cara membuat disinfektan sederhana di rumah saja dengan mencampurkan cairan antiseptik dan air ke dalam tabung semprot. 

Nantinya, cairan disinfektan ini dapat digunakan untuk membersihkan permukaan benda mati sarang kuman yang sering  tersentuh oleh tangan.

Berdasarkan studi dari Aerosol and surface stability of HCoV-19 (SARS-CoV-2) compared to SARS-CoV-1, virus dapat bertahan lama hingga tiga hari pada permukaan benda yang terbuat dari stainless steel dan permukaan benda yang terbuat dari plastik. Termasuk pada kardus bertahan hingga satu hari.

Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketahanan virus berdiam di suatu tempat, termasuk temperatur udara. Maka itu, pencegahan perlu segera dilakukan. Salah satunya dengan membuat cairan disinfektan mandiri di rumah.

Berikut cara membuat disinfektan sederhana.

Bahan dan alat:

  • Air 
  • Cairan antiseptik
  • Botol semprot ukuran 1 liter

Cara membuat:

  • Pilih cairan antiseptik yang memang diformulasikan untuk disinfektan dan tidak melewati tanggal kedaluwarsa
  • Masukkan air satu liter ke dalam botol semprot
  • Masukkan empat sendok teh cairan antiseptik ke dalam botol semprot (takaran untuk satu liter), atau biasakan untuk membaca pedoman penggunaan pada kemasan
  • Kocok larutan hingga merata

Hal yang perlu disinfeksi di rumah

Setelah mengetahui cara membuat disinfektan sederhana, kini Anda perlu menyemprotkannya pada benda-benda yang sering terpapar oleh tangan atau tubuh manusia secara bergantian.

Anda bisa memulainya dengan membersihkan meja, saklar lampu, gagang pintu, keyboard laptop atau komputer, toilet, keran, wastafel, remot kontrol, dan lainnya.

Sementara itu, melakukan pembersihan benda elektronik seperti televisi atau telepon, sebaiknya dilakukan berdasarkan instruksi manual masing-masing produk.

Saat mendisinfeksi permukaan benda mati, selalu gunakan masker, sarung tangan sekali pakai, dan lap. Lalu, Anda bisa mulai menyemprotkan pada benda-benda yang hendak dibersihkan.

Hal yang perlu diingat kembali, cairan disinfektan adalah agen anti mikroba yang digunakan pada benda mati untuk membunuh kuman. Sebaiknya tidak dipakai ke makhluk hidup karena mengandung zat berbahaya.

Penggunaan disinfektan perlu hati-hati. Hindari kontak disinfektan dengan tubuh kita dan jangan terhirup atau tertelan. Maka itu, Anda perlu gunakan masker saat mendisinfeksi rumah.

Seberapa sering ini perlu dilakukan? Lebih baik jangan lakukan disinfeksi lebih dari satu kali dalam seminggu.

Selanjutnya, setelah melakukan disinfeksi pribadi di rumah, jangan lupa segera membuang sarung tangan, serta cuci lap dan masker (jika Anda menggunakan masker kain) yang telah digunakan. Segera cuci tangan Anda dengan menggunakan air mengalir dan sabun selama 20 detik untuk mencegah penularan kuman.

Nah, sekarang Anda telah mengetahui cara membuat disinfektan sederhana di rumah dan cara menerapkannya. Semoga, Anda dan keluarga selalu terlindungi dari kuman penyakit. Selalu jaga kebersihan meskipun sedang berada di rumah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dampak Obesitas terhadap Pasien COVID-19

Tak hanya memperburuk gejala infeksi COVID-19, obesitas juga membuat penderitanya lebih rentan terserang virus SARS-CoV-2. Bagaimana prosesnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengurangi Risiko Penularan COVID-19 saat Berlibur, Bagaimana Caranya?

Kasus COVID-19 masih terus bertambah sehingga perjalanan liburan dapat meningkatkan risiko penularan. Bagaimana cara mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Kurangi Risiko Penularan COVID-19 dengan Tidur Berkualitas

Rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan penuh nutrisi, tapi jangan lupa tidur berkualitas memegang peran penting dalam mengurangi risiko COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Perkembangan Terakhir Sejumlah Calon Vaksin COVID-19

WHO mencatat ada 167 calon vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan di berbagai negara di seluruh dunia. Vaksin mana yang paling menjanjikan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pernikahan covid-19

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Obat antikomplemen COVID-19

Bagaimana Cara Kerja Obat Anti Komplemen untuk Menangani COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 5 menit
penularan covid-19 di udara airborne

Cara Atasi Rasa Cemas Saat Kembali ke Kantor di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Pandemic fatigue akibat COVID-19

Pandemic Fatigue, Kondisi Lelah Menghadapi Ketidakpastian Pandemi. Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 4 menit