5 Cara Cepat Memadamkan Kepedasan Setelah Makan Cabe

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang suka makanan pedas, tetapi rasa pedas bisa jadi berlebihan dan menyebabkan perasaan terbakar pada mulut. Rasa terbakar ini sebenarnya disebabkan oleh suatu senyawa yang ada di dalam kandungan cabai. Lalu, bagaimana cara mengatasi kepedasan? Simak ulasan berikut ini.

Apa yang membuat cabai terasa pedas?

Bagi beberapa orang, konsumsi makanan pedas bisa terasa lezat dan merangsang nafsu makan. Hanya saja, akan timbul rasa tidak nyaman ketika mulai muncul rasa kepedasan, sensasi terbakar di lidah, dan tubuh berkeringat.

Ketika seseorang menggigit cabai, capcaisin akan menempel di reseptor lidah. Kemudian, reseptor di lidah akan membawa sinyal ke otak bahwa tubuh telah menyentuh sesuatu yang panas sehingga pada beberapa orang, mereka bisa berkeringat saat kepedasan.

Di balik rasa pedasnya, cabai baik untuk saluran pencernaan. Bagi yang mengalami sembelit, cabai dapat meningkatkan gerak peristaltik usus sehinga memperlancar proses buang air besar. Bagi metabolisme tubuh secara keseluruhan, cabai membuat proses pembakaran kalori berlangsung lebih efisien.

Selain mengandung capsaicin, cabai juga mengandung vitamin C, vitamin A, mineral, antioksidan dan serat.

Makanan dan minuman yang dapat mengatasi kepedasan

Jika Anda merasakan kepedasan, Anda bisa mencoba makanan atau minuman berikut ini yang dapat meredakan rasa pedas dan panas di mulut Anda.

1. Minum susu

Untuk menghilangkan rasa kepedasan itu, peneliti di New Mexico State University Chile Pepper Institute menemukan cara cepat yang bisa dilakukan yaitu dengan minum susu. Dalam studinya, peneliti menemukan bahwa protein dalam susu bisa menggantikan senyawa kimia yang membuat cabai terasa pedas dan menimbulkan sensasi panas serta terbakar.

Capcaisin adalah senyawa kimia yang ditemukan dalam cabai yang membuatnya terasa pedas dan panas. Susu memiliki kandungan protein yang bisa menggantikan capcaisin di reseptor lidah Anda. Sehingga, minum susu adalah cara tercepat untuk meringankan kepedasan dan sensasi terbakar yang muncul.

2. Nasi atau roti

Nasi atau roti mampu menyerap rasa terbakar yang diakibatkan oleh capsaicinoid. Ini akan meredakan kepedasan di mulut. Selain itu, pisang juga bisa membantu untuk meredakan rasa pedas yang Anda rasakan.

3. Gula

Ketika kepedasan jangan minum air. Capsaicinoid berbahan dasar minyak dan tak akan bisa dihilangkan dengan air. Namun Anda bisa mencoba mengonsumsi satu sendok teh gula utuh atau madu untuk menghilangkan rasa pedas.

4. Minuman asam

Minuman lain seperti jus lemon dan jus tomat juga baik untuk mengatasi kepedasan. Asam yang terkandung dalam minuman tersebut bisa menghilangkan rasa pedas yang disebabkan capsaicinoid. Memakan jeruk atau irisan lemon juga bisa membantu.

5. Minyak sayur

Capsaicin bisa dihilangkan dengan minyak sayur atau minyak zaitun. Anda bisa menggunakannya untuk ‘mencuci’ mulut serta menghilangkan rasa terbakar. Akan lebih baik jika minyak tersebut dimasukkan lemari es supaya dingin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Mungkin Anda diminta untuk melakukan pemeriksaan MRI, tapi apakah Anda sudah tahu apa saja yang harus dipersiapkan bila ingin melakukan pemeriksaan ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Infeksi Saluran Kencing pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Infeksi saluran kencing dapat terjadi pada wanita. Bagaimana cara mencegah dan mengobati salah satu penyakit pada sistem urologi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Urologi Lainnya 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perawatan dalam mengatasi alergi obat

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
pakai lensa kontak alergi mata

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit